Buwas: Tembak Mati Bandar Narkoba Tidak Dosa
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) tetap kekeh untuk tetap menembak bandar dan pengedar narkoba demi menjaga keselamatan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, dengan ancaman yang sudah di depan mata, wajar jika diperlukan tindakan yang tegas.
Salah satu tindakan tegas, kata Buwas, adalah menembak mati bandar dan pengedar barang barang yang dapat merusak mental dan kesehatan manusia tersebut.
"Mayoritas pengedar narkoba selalu mengulangi perbuatan mereka, setelah menjalani masa hukuman. Ini berbahaya. Sangat berbahaya untuk negara. Kondisi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Tanah Air sangat memprihatinkan," kata Buwas di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (19/10).
Mantan Kabareskrim Polri selalu menekankan anggota BNN di seluruh Indonesia untuk tidak pernah merasa ragu-ragu dalam menembak bandar dan pengedar narkoba.
Justru Buwas menilai, jumlah bandar dan pengedar narkoba yang tewas ditembak masih sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat yang menjadi korban. Dari data yang didapatkan BNN, sekitar 15 ribu orang mati setiap tahun akibat terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
"(Bandar) yang mati masih kurang banyak. Mereka sudah membunuh belasan ribu orang, sedangkan bandar (yang mati ditembak) hanya puluhan orang," katanya.
Pihaknya tidak akan memedulikan tantangan yang dihadapi dalam memberantas narkoba, termasuk pendapat berbagai pihak yang menyatakan BNN tidak berhak menembak bandar dan pengedar narkoba. "Mereka bilang BNN tidak boleh menembak di tempat, kata siapa," tandasnya.
Menurutnya, BNN diberikan senjata api dalam menjalankan, malah dengan peluru tajam dengan tujuan untuk menembak mati bandar dan pengedar narkoba.
Sambil berkelakar, Buwas menyebutkan petugas BNN tidak akan berdosa jika menembak mati bandar dan pengedar narkoba dengan tujuan menyelamatkan jutaan manusia, terutama kalangan generasi muda.
"Kalau wafat nanti, lalu ditanya malaikat alasan membunuh orang. Tinggal jawab, saya memang membunuh, tapi membunuh orang yang telah membunuh ribuan orang, nanti dilepaskan (malaikat)," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Jonathan Frizzy Bebas Bersyarat, Keluar dari Lapas Pemuda Tangerang
Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap
BNN Ungkap Peran Dewi Astutik, Bandar Narkoba Lintas Negara yang Rekrut Ratusan WNI
Perjalanan Dewi Astutik Gabung Sindikat Narkotika Lintas Benua, Dipengaruhi Bandar Narkoba Asal Nigeria Buron DEA
BNN Ungkap Jejak Kelam Dewi Astutik, Sempat Mengajar Bahasa Mandarin sebelum Jadi Bandar Narkoba Lintas Negara
Kronologi Penangkapan Ratu Narkoba Dewi Astutik, Pergerakan Licin tapi Pelarian Berakhir di Kamboja
Sosok dan Sepak Terjang Dewi Astutik, Mantan TKI yang Jadi Otak Peredaran Narkoba Asia Tenggara
Operasi Lintas Negara, BNN Ringkus Bandar Narkoba Kelas Internasional di Kamboja
207 Ribu Ekstasi 'Tak Bertuan' Ditemukan di Tol Bakauheni, Polisi Duga Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Terlibat
BNN Buka-bukaan Soal Ancaman Narkotika di Lingkungan Kampus, Mahasiswa Diminta Waspada