Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Operasional Hingga 65 Persen

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 29 Agustus 2019
Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Operasional Hingga 65 Persen

Orang di atas bus listrik. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bus listrik diyakini bisa menghemat biaya operasional dari bahan bakar sebesar 65 persen dibandingkan dengan bus berbahan bakar fosil. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Teknik PT Mobil Anak Bangsa Bambang Tri Soepandji.

“‘Operational fuel’-nya kurang lebih hanya 35 persen dibandingkan dengan bus biasa, mereduksinya 65 persen,” katanya seperti dilansir Antara, Rabu (28/8).

Baca Juga:

Mobil Listrik Jadi Solusi Atasi Polusi Udara, JK Pastikan Prepresnya Segera Terbit

Bambang menjelaskan, apabila dihitung berdasarkan harga solar ditambah dengan subsidi dan harga per Kwh listrik, akan jauh lebih hemat mobil listrik.

Transjakarta sedang menguji jalan bus listrik di sejumlah daerah di Indonesia. (Foto: Dok. MAB)
Transjakarta sedang menguji jalan bus listrik di sejumlah daerah di Indonesia. (Foto: Dok. MAB)

“Misalnya, acuan solar per liter bus di Jakarta itu Rp5.150 dan itu subsidi, kalau solar satu liter bisa dua kilometer, per kilometernya butuh biaya sekitar Rp 2.600-an,” ujarnya.

Sementara itu, pemakaian listrik per kilometer hanya 0,85 kwh di mana saat ini PLN bisa menjual Rp 1.650 per kwh dan juga menjual Rp 770 per kwh.

“Hitungannya satu kilometer kira-kira tarifnya kurang dari Rp770 per kilometer, nah kalau solar per kilometer itu Rp2.600-an,” katanya.

Untuk itu, Bambang menekankan meskipun investasinya dua kali lipat dibandingkan dengan bus atau mobil berbahan bakar fosil, namun biaya perawatan dan operasionalnya sangat minim.

Harga satu unit bus listrik mencapai Rp 4 miliar di mana bus biasa Rp2 miliar, untuk mobil listrik Rp 800 juta dan untuk mobil biasa dengan spesifikasi sama Rp 400 juta. Untuk harga satu unit sepeda motor listrik Rp 17 juta sedangkan motor biasa rata-rata Rp 12 juta.

Namun, Bambang menyebutkan pihaknya sudah mulai menerima sejumlah pesanan, yakni dari Perum PPD 100 unit, Garuda Indonesia empat unit, Angkasa Pura II, Perum Damri, Transjakarta dan perusahaan asal Jepang Mistui untuk kebutuhan antar jemput karyawan.

“PPD butuh 100 unit, Garuda juga sedang uji coba bahkan diperpanjang satu bulan, AP II juga sudah uji coba untuk dua bulan,” ujarnya.

MAB menyebutkan sudah memiliki tiga tipe bus listrik yang akan dibuat, di antaranya Electric Bus MD12-E, Electric Bus MD12-E NF Intercity Bus, dan Electric Bud MD12-E NF City Bus.

Bus MD12-E mampu menempuh kecepatan maksimal sampai 70 kilometer per jam dengan jarak hingga 250 kilometer per jam dalam daya yang penuh.

Bus tersebut dilengkapi 12 baterai tipe LiFePo dengan kapasitas 259,2 Kwh dan waktu mengisi daya selama tiga jam.

Baca Juga:

Kemenhub Siapkan Pengujian Mobil Listrik

“Untuk baterai masih beli dari luar, di Indonesia memang ada pabrik baterai karena belum ada pemesan jadi belum buat. Indonesia sudah siap, tapi kenapa enggak siap karena belum ada pemesan,” ujarnya.

Terkait kemampuan daya angkut bus tersebut, Bambang mengatakan bisa sampai 18 ton.

“Kalau secara kekuatan bus kami mengikuti regulasi dari pemerintah, dengan panjang 13 meter maksimal kekuatan 16 ton, namun ketika ada penumpang yang overload masih mampu menampung maksimal sumbu beratnya untuk 18 ton,” katanya. (*)

Baca Juga:

Neo Blits, Mobil Listrik Off-Road Karya Anak Bangsa Tampil di IIMS 2019

#Motor Listrik #Mobil Listrik
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Ribuan motor listrik MBG kini masih dalam proses perakitan. Meski tersandung kasus korupsi, tetapi nasib motor listrik itu menunggu keputusan Prabowo.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Indonesia
Kejagung Jamin Motor Listrik SPPG Tak Akan Disita, Meski Masuk Bancakan Eks Bos BGN
Kejagung tegaskan motor listrik SPPG tidak akan disita meski pengadaannya diduga di-mark up Rp1,035 triliun oleh eks pejabat BGN.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Kejagung Jamin Motor Listrik SPPG Tak Akan Disita, Meski Masuk Bancakan Eks Bos BGN
Lifestyle
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik dengan teknologi terbaru.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
INDOMOBIL Expo Resmi Dibuka, saatnya Coba Langsung Mobil Listrik Berteknologi Terbaru
Indonesia
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Menperin Bujuk Menteri Purbaya Soal Insentif dan Stimulus Kendaran Listrik
Indonesia
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Purbaya menyatakan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional secara jangka panjang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Menkeu Purbaya Bocorkan Skema Insentif Kendaraan Listrik, Meluncur Awal Juni Untuk Dorong Ekonomi Nasional
Indonesia
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam dan bisa berbeda antarwilayah karena angkanya ditentukan Pemerintah Daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Kendaraan Listrik Mulai Kena Pajak, Wamenperin: Kita Harus Pertimbangkan Fiskal
Indonesia
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Mobil Merek China Mulai Menggeser mobil Jepang, Segmen EV Mendominasi
Indonesia
DPR Bakal Panggil Kepala BGN Minta Penjelasan Pembelian 20 Ribu Motor Listrik
Program ini tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia sehingga penggunaan anggaran harus fokus untuk tujuan utama
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
DPR Bakal Panggil Kepala BGN Minta Penjelasan Pembelian 20 Ribu Motor Listrik
Indonesia
Akui Terjadi Miskomunikasi, Menkeu Jamin Tak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG Tahun Ini
Menkeu mengira usulan pengadaan motor untuk kepala SPPG itu sudah ditolak, tetapi sebagian pengadaan ternyata tetap berjalan dan baru direalisasikan 2026 ini
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Akui Terjadi Miskomunikasi, Menkeu Jamin Tak Ada Lagi Pembelian Motor Listrik MBG Tahun Ini
Indonesia
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Prabowo genjot program listrik 100 gigawatt dan tutup 13 PLTD. Targetnya, Indonesia bisa hemat energi dan stop impor BBM dalam 2-3 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Siap Kurangi Impor BBM
Bagikan