Bupati Aceh Utara ‘Angkat Tangan’ Hadapi Bencana Alam, Kecewa Pemerintah belum Turun untuk Hadir di Tengah Rakyat yang Jadi Korban
Bupati Aceh Utara Ismail A.Jalil/ dok Media Sosial
MERAHPUTIH.COM - BUPATI Aceh Utara, Ismail A Jalil viral di media sosial karena meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera memberikan bantuan dalam penanganan banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara. Menurut Ismail, hingga hari ke-12 sejak banjir melanda, belum ada satu pun pejabat menteri dari Kabinet Merah Putih yang datang ke daerah tersebut.
Dia memohon pusat dan seluruh rakyat Indonesia membantu Aceh Utara. “Pusat, selain Basarnas, belum hadir ke Aceh Utara. Rakyat saya kelaparan, jenazah rakyat saya belum diambil, tolong dibantu," ujar Bupati Ismail dengan nada emosional dalam video beredar, dikutip Kamis (4/12).
Ismail tidak mengerti mengapa belum ada pejabat pusat yang datang untuk melihat kondisi di lapangan. "Apakah pejabat pusat tidak tahu? Lalu ada pejabat pusat yang menyatakan banjir tidak parah. Saya emosi, tolong bantu kami. Jangan biarkan rakyat kami mati kelaparan," ungkapnya.
Ismail juga meminta semua pihak membuka mata hati untuk melihat penderitaan masyarakat tertimpa musibah. Untuk menarik perhatian publik dan pemerintah pusat, ia bahkan sengaja turun ke air banjir menggunakan payung meski berpotensi dicibir masyarakat dan warganet. Ia mengaku sempat terjebak di dalam air dan baru bisa mencapai Posko Pendopo Bupati yang berlokasi di Kota Lhokseumawe.
Baca juga:
Bupati juga menyayangkan banyak anak dan masyarakat yang mulai kelaparan, sedangkan kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas. “Kemampuan pemerintah daerah tidak ada, yang ada saat ini hanya beras,” tambahnya.
Kondisi diperparah dengan masih terisolasinya beberapa desa di Kecamatan Langkahan. Akses menuju lokasi tersebut belum bisa ditembus akibat genangan air dan lumpur yang sangat tebal.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara hingga Rabu (3/12) menunjukkan korban jiwa mencapai 121 orang meninggal dunia. Sebanyak 118 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, jumlah pengungsi terus bertambah dan telah mencapai 115 ribu orang yang tersebar di berbagai titik pengungsian.(knu)
Baca juga:
Aceh Masih Hujan meski Sudah Dilakukan Modifikasi Cuaca, Ini Biang Keladinya
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Kebakaran Hutan Mengamuk Tewaskan 18 Orang, Chile Tetapkan Status Bencana saat Api Mengancam Kota-Kota
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!