Bunuh Diri Sekeluarga karena Pinjol, Tertekan Penagih Utang hingga Rasa Malu

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 18 Desember 2024
Bunuh Diri Sekeluarga karena Pinjol, Tertekan Penagih Utang hingga Rasa Malu

evakuasi sekeluarga bunuh diri di Ciputat.(foto: dok Polsek Ciputat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KASUS bunuh diri yang menimpa sebuah keluarga di Cirendeu, Tangerang Selatan, karena dugaan terjerat pinjaman online (pinjol) menuai keprihatinan. Ekonom Achmad Nur Hidayat melihat salah satu akar dari permasalahan ini ialah rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat.

Banyak individu tidak memahami bagaimana mekanisme pinjaman bekerja, termasuk suku bunga, denda keterlambatan, dan risiko jangka panjang dari utang. “Dalam kasus ini, ketidaktahuan dan tekanan untuk memenuhi kebutuhan hidup membuat keluarga itu terjebak dalam lingkaran utang,” kata Achmad di Jakarta, Rabu (18/12).

Achmad melihat, selain dampak finansial, pinjaman online sering kali menimbulkan tekanan psikologis yang berat. "Intimidasi dari penagih utang, ancaman terhadap privasi, dan rasa malu akibat keterlibatan pihak ketiga, seperti tetangga atau kerabat, dapat menghancurkan kesejahteraan mental seseorang,” jelas Achmad.

Tragedi di Cirendeu menunjukkan bagaimana tekanan semacam itu bisa berujung pada keputusan tragis. Masyarakat sering kali merasa malu atau takut untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah keuangan. “Rasa malu ini diperparah stigma sosial terhadap utang,” tutur Achmad.

Baca juga:

Pinjol Bikin Banyak Korban, Pemerintah Dinilai Lembek



Meskipun telah ada regulasi yang mengatur keberadaan platform ini, masih banyak aplikasi ilegal yang beroperasi tanpa izin dan menggunakan praktik bisnis yang merugikan konsumen. Penegakan hukum terhadap aplikasi pinjaman ilegal harus menjadi prioritas.

Selain itu, perlu juga ada mekanisme perlindungan yang lebih baik bagi konsumen, seperti penetapan batas maksimum suku bunga, pelarangan metode penagihan yang intimidatif, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan data pribadi.

“Pemerintah juga dapat mendorong pengembangan lembaga keuangan mikro berbasis komunitas yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah dan tanpa risiko intimidasi," saran Achmad.

Achmad melihat tragedi ini juga menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif. Tetangga dan kerabat sering kali menjadi saksi pertama dari kesulitan yang dialami sebuah keluarga. Dalam kasus ini, tetangga mengetahui keterlibatan keluarga korban dalam pinjaman online, tapi tidak ada langkah proaktif yang diambil untuk memberikan bantuan atau mencari solusi bersama.

Masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda kesulitan yang dialami orang-orang di sekitarnya. “Solidaritas sosial dapat menjadi penopang yang kuat bagi individu atau keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi,” tutur Achmad.

Selain itu, peningkatan literasi keuangan juga harus menjadi prioritas. Program pendidikan tentang pengelolaan keuangan, khususnya dalam menghadapi tawaran pinjaman online, harus diinisiasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.

“Literasi ini tidak hanya untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko utang, tetapi juga memberikan alternatif solusi, seperti menabung atau memanfaatkan program pembiayaan mikro yang lebih terjangkau,” pungkas Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.

Pasangan suami istri AF dan YL beserta AH, anak mereka yang berusia tiga tahun, ditemukan meninggal dunia di kediaman mereka, Minggu (15/16). Peristiwa yang terjadi pada pukul 11.00 WIB ini bermula saat dua saksi hendak ke rumah korban untuk menyalakan air yang kebetulan tombol sakelarnya berada di dalam rumah korban.

Saksi melihat YL dan AH telah terbujur kaku dalam kamar, sedangkan AF ditemukan gantung diri. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Dari informasi yang diterima wartawan, sang suami diduga terjerat pinjaman online.

Hal itu juga sempat disampaikan sang istri ke tetangga dan kerabatnya. Namun, belum diketahui jumlah pinjaman korban.(knu)




Baca juga:

Polisi Bongkar Isi Ponsel Keluarga di Ciputat Bunuh Diri Diduga Korban Pinjol

#Pinjol Ilegal #Bunuh Diri
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Fun
Pinjol Pesugihan Modern Realita di Balik Teror Film Horor Aku Harus Mati
Aku Harus Mati tak hanya menawarkan kengerian, tetapi juga menjadi refleksi tentang tekanan sosial, gaya hidup semu, dan konsekuensi dari keputusan finansial yang keliru.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Pinjol Pesugihan Modern Realita di Balik Teror Film Horor Aku Harus Mati
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bagikan