Buntut Pernyataan Soal Senjata Ilegal, Komisi I akan Panggil Panglima TNI

Eddy FloEddy Flo - Senin, 25 September 2017
Buntut Pernyataan Soal Senjata Ilegal, Komisi I akan Panggil Panglima TNI

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta mengaku masih harus mendalami pernyataan Panglima TNI ‎Jenderal Gatot Nurmantio yang menyebut ada pihak yang mencatut nama Presiden Joko Widodo soal penyelundupan 5000 pucuk senjata api ilegal.

‎"Yang disampaikan Panglima ini memang nanti perlu didalami ya. Saya sampai hari ini masih belum menangkap dengan baik apa yang dimaksudkan oleh Panglima," kata Sukamta di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/9).

Karena itu, kata Sukamta, dalam waktu dekat Komisi I DPR akan meminta klarifikasi kepada Jenderal Gatot terkait pernyataan kontroversial tersebut.

Menurutnya, hal itu akan dilakukan saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komisi I DPR‎ selaku mitra kerja TNI.

"‎Kita ada rencana Rakor dengan Panglima dalam rangka membahas anggaran. Tapi saya kira karena waktu beliau sibuk, ya sehingga kita satukan saja (minta klarifikasi soal senjata ilegal)," jelas dia.

Sukamta menambahkan, Rakor ‎tersebut rencananya akan digelar setelah perayaan HUT TNI pada 5 Oktober mendatang. Kata dia, jadwal tersebut berdasarkan koordinasi antara Panglima TNI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya, klarifikasi itu akan dilakukan disaat Rakor pembahasan anggaran yang juga dihadiri Menkeu.

"‎Jadi kita nunggu Menteri Keuangan. Nah Menteri Keuangan itu memberi waktu tanggal 3 Oktober, tapi tanggal 3 Oktober itu sepertinya panglima belum bisa. Sehingga kita minta mereka cari waktu dulu kapan bisa mungkin setelah tanggal 5. Setelah peringatan hari TNI bulan depan," tandasnya.

Setelah meminta klarifikasi dari Gatot, terang Sukamta, barulah pihaknya bisa memutuskan apakah akan memberikan sanksi atau hukuman atas pernyataan mantan Kepala Staf Angakatan Darat (KSAD) itu.

‎"Nanti kalau sudah ketahuan kita bisa melakukan penghakiman. Sekarang kita belum nangkap maksudnya panglima apa dengan statement itu. Kan itu di forum tertutup yang ada rekaman itu kan. Nanti kita lihat apa maksudnya panglima," pungkasnya.(Pon)

#Politisi PKS #Panglima TNI #Jenderal Gatot Nurmantyo #Komisi I DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
DPR menilai 8 WNI diduga menjadi tentara Rusia karena faktor ekonomi. Ia mengingatkan konsekuensi terhadap status kewarganegaraan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
Indonesia
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Komisi I DPR menyoroti kasus Mayor Laut Faisal Mulia, yang mengirim sabu dengan pesawat militer.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Indonesia
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
Usai Pernyataan Prabowo soal Nuklir, Komisi I DPR Tekankan Diplomasi dan Perdamaian
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan pidato Presiden Prabowo Subianto soal nuklir harus dipahami secara utuh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Usai Pernyataan Prabowo soal Nuklir, Komisi I DPR Tekankan Diplomasi dan Perdamaian
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Bentuk Satgas untuk Bebaskan Kapten Ashari yang Disandera Bajak Laut Somalia
DPR mendesak pemerintah membentuk satgas untuk membebaskan Kapten Ashari, yang disandera bajak laut Somalia.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
DPR Desak Pemerintah Bentuk Satgas untuk Bebaskan Kapten Ashari yang Disandera Bajak Laut Somalia
Indonesia
DPR Minta Operator Patuhi Putusan MK, Sisa Kuota Internet tak Boleh Hangus
Komisi I DPR menegaskan, bahwa operator harus mematuhi putusan MK. Sisa kuota internet tak boleh hangus.
Soffi Amira - Jumat, 24 Juli 2026
DPR Minta Operator Patuhi Putusan MK, Sisa Kuota Internet tak Boleh Hangus
Indonesia
Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, DPR Minta Hasil Investigasi Jadi Dasar Perbaikan
Komisi I DPR menyoroti ledakan gedung amunisi di Madiun. TNI diminta melakukan investigasi untuk menjadi bahan perbaikan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, DPR Minta Hasil Investigasi Jadi Dasar Perbaikan
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Bagikan