Parenting

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juli 2019
Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial Pada Anak (Foto: Pixabay/Jarmoluk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA orangtua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi sosok yang baik hati dan berjiwa sosial. Ada perasaan bangga ketika anak tidak hanya berprestasi tetapi juga turut andil dalam kegiatan sosial yang cukup besar.

Melansir dari laman Psychologytoday, jiwa sosial tidak bisa didapatkan begitu saja ketika anak lahir. Orangtua harus turut memberikan aktivitas yang bisa menumbuhkan jiwa sosial. Hal ini tidak boleh dipaksakan apalagi ditekan.

Baca juga:

Sering Memberikan Tekanan pada Anak? Ini Akibatnya!

Jangan sampai anak malah berpikir bahwa kegiatan-kegiatan sosial dan menjadi baik pada banyak orang itu mengerikan hanya karena kamu salah cara mengomunikasikannya. Biarkan anak menyadari sendiri bagaimana pentingnya memiliki jiwa sosial dan bersikap baik kepada orang sekelilingnya melalui kegiatan berikut ini.

1. Biasakan Anak untuk Saling Membantu

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak
Saling bantu (Foto: Pixabay/Skeeze)

Banyak pekerjaan rumah yang sebenarnya bisa memicu jiwa sosial anak lho. Misalnya ketika hari bersih-bersih rumah tiba, cobalah membagi tugas bersama anak-anak.

Kamu bisa mencuci baju kemudian anakmu yang menjemur atau ketika kamu memasak sesuatu, anakmu yang mencuci piring bekas makan. Dengan begitu di mana pun anakmu berada akan terbiasa saling membantu bahkan ketika sedang main ke rumah temannya.

2. Ajari untuk Menyumbang

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak
Ajari untuk menyumbang (Foto: Pixabay/Lesserland)

Biasakan untuk terbiasa menyumbang kepada kaum tidak mampu. Kegiatan ini bisa dimulai dengan mengikhlaskan pakaian atau mainan lama yang sudah tidak terpakai untuk disumbangkan ke panti asuhan.

Awalnya memang agak sulit untuk dilakukan karena biasanya anak sulit untuk melepaskan barang-barang miliknya tetapi lambat laun pasti bisa jika kamu pelan-pelan memberi pengertian bahwa sesama manusia harus saling menolong orang-orang yang membutuhkan.

Baca juga:

Dampingi Anak saat Beradaptasi di Lingkungan Sekolah Baru

3. Melatih Kesabaran

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak
Melatih kesabaran (Foto: Pixabay/Vishnu-Vasu)

Latihlah kesabaran anak dengan tidak memanjakannya dengan menuruti segala permintaanya. Sebagai orangtua yang sayang anak pasti ingin memberikan apapun yang anak minta.

Tetapi kamu perlu mengetahui bahwa hal ini hanya akan menumbuhkan sikap jelek pada diri anak. Mereka bisa saja menjadi angkuh dan sombong serta mengamuk jika keinginannya tidak terpenuhi. Cobalah memberikan reward berupa barang yang mereka ingingkan ketika mereka melakukan hal baik.

Misalnya ketika mendapat nilai bagus di kelas atau melakukan aksi sosial di sekolahnya. Mereka akan menjadi pribadi yang sabar dan tidak terburu-buru dalam menginginkan sesuatu bahkan bisa jadi terbiasa mengalah karena tidak ingin meninggikan ego.

4. Tanamkan kata Maaf, Terima Kasih, dan Tolong

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak
Tanamkan kata maaf, terima kasih, dan tolong (Foto: Pixabay/Nastya_gepp)

Ini merupakan hal wajib yang harus dilakukan orangtua. Membiasakan anak untuk berkata “minta tolong” ketika ingin dibantu, "maaf” ketika bersalah, dan “terima kasih” kepada orang merupakan hal yang cukup sulit.

Bisa saja karena anak merasa malu atau sombong sehingga tidak mau mengatakan ketiga hal tersebut. Melalui hal ini jiwa sosial anak akan tumbuh dan menjadi anak yang berbesar hati. (mar)

Baca juga:

Sayang Anak Sangatlah Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu

#Parenting #Anak #Tumbuh Kembang Anak #Ibu Dan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Bagikan