Bumil dan Busui Juga Bisa Kena Osteoporosis
Ibu hamil dan menyusui juga rentang terkena osteoporosis. (Foto: pexels/ Garon Piceli)
PEREMPUAN cenderung mengalami penurunan massa tulang mulai usia 30 tahun sampai periode menopause dan seterusnya. Menopause adalah salah satu kondisi pelemahan tulang yang membuatnya rapuh dan rentan terhadap kepatahan. Kondisi itu terjadi secara bertahap dalam jangka waktu lama dan gejala-gejalanya tidak terlihat sampai terjadi kerusakan tulang (mengalami jatuh atau dampak tiba-tiba).
Menurut jurnal ilmiah Risiko Osteoporosis di Indonesia tahun 2007, sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun mendatang saat mereka mencapai menopause.
Risiko menopause tidak hanya rentan terjadi pada lansia, tetapi juga perempuan usia 20 hingga 30 tahun yang sedang hamil atau menyusui. "Kejadian osteoporosis selama kehamilan atau menyusui mungkin dapat terjadi di usia 30-an. Banyak dari mereka yang mungkin hamil atau menyusui, saat mereka merupakan salah satu kelompok risiko osteoporosis. Sayangnya, tidak banyak perempuan usia 30 yang sadar bahwa menjaga kesehatan tulang sangatlah penting,” ujar dokter spesialis gizi klinik Dr dr Luciana B Sutanto, MS, Sp.GK.
Ketika ibu hamil, janin dalam kandungan akan mengambil kalsium dari ibu untuk tumbuh. Kalsium yang diserap janin dari tulang ibu terjadi paling banyak di trimester terakhir. Itu disebabkan pertumbuhan signifikan janin terjadi di fase ini. Ini terus berlanjut hingga memasuki masa menyusui.
Kalsium ibu kembali diserap oleh bayi melalui air susu. Terus berkurangnya pasokan kalsium di tulang menyebabkan tulang lebih rapuh. Jika terus terjadi maka dapat menyebabkan menopause dini.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ibu harus rutin mengonsumsi makanan tinggi kalsium. Luciana menyarankan idealnya konsumsi kalsium pada ibu hamil dan menyusui sebanyak 1200 hingga 1300mg perhari. Beberapa makanan tinggi kalsium yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui antara lain susu, tahu, brokoli, dan lain-lain.
Selain asupan kalsium, Luciana juga menyebut pentingnya konsumsi vitamin lain untuk menunjang. Beberapa jenis vitamin yang perlu dikonsumsi ibu hamil dan menyusui adalah Vitamin D, vitamin C, dan vitamin B6.
Vitamin D berguna untuk membantu penyerapan kalsium untuk tulang, vitamin C berperan dalam proses pembentukan tulang. Kekurangan vitamin C dapat menghambat proses pembentukan tulang. Sementara vitamin B6 dapat membantu mengurangi risiko patah tulang dan mengurangi mual pada perempuan hamil.(Avia)
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk