Bukit Siguntang, Potret Kejayaan Kerajaan Sriwijaya
Bukit Siguntang jadi saksi kejayaan Kerajaan Sriwijaya. (foto: Instagram @cekoszakhmad)
TAK jauh dari pusat Kota Palembang, sebuah bukit asri berdiri megah sebagai warisan kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Bukit Siguntang nama situs tersebut. Dikenal sebagai situ arkeologi, Bukit Siguntang kini menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Palembang.
Terletak sekitar 3 kilometer dari tepi utara Sungai Musi, Bukit Siguntang merupakan sebuah bukit kecil setinggi 29—30 meter dari permukaan laut. Destinasi wisata ini masuk wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan. Secara administratif, situs ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Jika berkendara dari pusat Kota Palembang, kamu cukup menemouh jarak 4 km atau naik angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar.
Bukit Siguntang punya sejarah yang panjang dalam perkembangan Kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang dulu berdiri di wilayah Palembang dan sekitarnya. Sejarahnya yang panjang itulah yang menerbitkan karisma tersendiri ada tempat ini. Sebenarnya, Bukit Siguntang bukanlah tempat berwisata raja Sriwijaya. Tempat ini merupakan tempat ibadah para penganut Buddha sejak abad ke-7. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan arca Buddha setinggi 2,77 meter yang terbuat dari batu granit. Hal itu sejalan dengan kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat penyebaran dan pembelajaran agama Buddha.
Selain sebagai tempat pemujaan, Bukit Siguntang juga jadi tempat persemayaman para tokoh keturunan Kerajaan Sriwijaya. Di bukit ini terdapat makam keturunan Kerajaan Sriwijaya, antara lain Segentar Alam, Putri Kembang Dadar, Putri Kembang Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus karang, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api, dan Panglima Jago Lawang.
Di antara kompleks makam yang terdapat di bukit ini, makam Segentar Alam dan Putri Kembang Dadar acap dikunjungi penziarah. Segentar Alam ialah sosok perkasa yang dianggao keturunan Iskandar Zulkarnain. Ia lah yang membawa petuah dan kemakmuran serta kejayaan bagi wilayahnya. Sementara itu, Putri Kembang Dadar ialah seorang putri yang mulia dan dikagumi karena mampu melewati segala macam ujian. Hal itu mengacu pada etimologi nama Puteri Kembang Dadar. Kata putri dapat diartikan sebagai panggilan kehormatan bagi seorang perempuan. Sementara itu kembang dapat diartikan sebagai bunga, yaitu karunia alam yang digemari dan dikagumi banyak orang. Kata dadar bermakna ujian.
Pada masa kolonial Belanda, Bukit Siguntang dianggap sebagai tempat yang paling indah di Palembang. Tak hanya deretan pohon asri dan kompleks permakaman, Bukit Siguntang juga punya menara pandang yang terletak tepat di tengah-tengah bukit. Dari sana, kamu bisa melihat keindahan sekitar bukit.
Pada bagian yang lain, terdapat relief-relief yang menginformasikan tentang banyak hal, seperti misalnya seorang pendeta yang sedang belajar agama Buddha, prasasti pendirian Kerajaan Sriwjaya, suasana yang menggambarkan kemakmuran pada masa Kerajaan Sriwijaya, kapal Sriwijaya yang melambangkan kekuasaan di atas laut, hingga cerita penumpasan bajak laut oleh Laksamana Cheng Ho dan pasukannya di perairan Sungai Musi.
Kini, Bukit Siguntang dijadikan situs taman purbakala demi kepentingan preservasi dan penemuan artefak yang belum terungkap. Meskipun demikian, kamu tetap bisa kok berkunjung ke situs ini. Datanglah di siang jelang sore karena di saat itu udara lebih sejuk dan matahari tak terlalu menyengat. Jika berkenan, tak ada salahnya untuk menziarahi makam besar di Bukit Siguntang. Namun, pastikan kamu berpakaian yang sopan ya.
Jika tak berniat berziarah, kamu tetap bisa menikmati pesona keteduhan Bukit Sigutang. Banyak spot-spot Instagramable kok di lokasi ini. Bahkan, banyak pasangan yang menjadikan bukit teduh ini sebagai lokasi pemotretan pre-wedding. Jadi jangan lupa untuk berpose di Bukit Siguntang ya.(dwi)
Bagikan
Berita Terkait
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata