Bukan Musim Liburan, Krakatau Tetap Dibanjiri Turis Asing

Dian SucitraDian Sucitra - Sabtu, 15 April 2017
Bukan Musim Liburan, Krakatau Tetap Dibanjiri Turis Asing

Wisatawan pelajar kebudayaan dari Australia membanjiri tujuan eco-tourism, Krakatau. (Foto: Roman Java Rhino)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Krakatau, gunung di tengah Selat Sunda antara provinsi Banten dan Lampung, kerap kali dikunjungi turis asing yang sengaja datang dari negeri mereka. Menggeliatnya arus wisatawan menuju gunung berapi yang ledakannya pernah menggemparkan dunia pada tahun 1814 tersebut, menggairahkan bisnis pelaku pariwisata Banten.

Teja Heriana, pemilik Cindewulung Bed & Resto yang berlokasi di kawasan pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengakui beberapa pekan belakangan tempatnya ramai dikunjungi wisatawan asing yang hendak menuju ke Gunung Krakatau. Hal itu cukup menggembirakan, mengingat ini bukan musim liburan. "Carita is on fire," katanya, Rabu (12/4).

Sementara itu, Rohman yang memfasilitasi para wisatawan asing tersebut mengatakan, bahwa ia telah lama membangun jaringan dengan Federasi Asosiasi Pemandu Wisata Dunia, karenanya ia mampu menjaring para wisatawan asing tersebut.

Seperti yang baru-baru ini ia fasilitasi, sejumlah siswa-siswi dari Mater Dei College Australia datang untuk berwisata sekaligus mempelajari kebudayaan Indonesia berserta sejarahnya. "Yang menghubungi kami biasanya gurunya, mereka datang setiap tahun dalam kelompok besar," katanya.

Ia juga menjelaskan, kelompok wisatawan yang merupakan para pelajar Australia tersebut tidak hanya mengunjungi Krakatau di Banten. Sebelumnya mereka juga mengunjungi Lombok, Bromo, dan Yogyakarta. Para wisatawan asing saja penasaran dengan Indonesia, bagaimana dengan Anda, Sahabat Merahputih? Sudahkah Anda berkunjung keliling Indonesia?

Simak pula artikel tentang Krakatau lainnya di Wisata Kapal Pesiar Krakatau Diminati Ekspatriat.

#Gunung Krakatau #Banten #Wisata Banten
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dian Sucitra

Bukan Jawara Banten
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Ledakan bom ikan di Pandeglang, Banten, menewaskan seorang nelayan dan melukai istrinya. Tim Gegana lakukan sterilisasi, INAFIS olah TKP.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sebanyak 20 kali dalam sehari. Nelayan dan wisatawan pun diimbau untuk waspada.
Soffi Amira - Selasa, 18 Agustus 2026
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Hujan abu vulkanik tersebut dirasakan masyarakat setempat selama tiga hari. Hingga saat ini banyak warga yang menderita sesak nafas dan sakit mata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Berita Foto
Kesulitan Air Bersih di Kampung Koceak Tangsel, Warga Keluhkan Air Keruh
Aktivitas warga mengambil air bersih dari sumur di Kawasan Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 15 Juli 2026
Kesulitan Air Bersih di Kampung Koceak Tangsel, Warga Keluhkan Air Keruh
Indonesia
Perayaan Seba 2026, Warga Badui Jaga 47 Gunung di Banten
Masyarakat Badui patut diapresiasi dengan menjaga keseimbangan alam, sehingga dapat mencegah potensi bencana alam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Perayaan Seba 2026, Warga Badui Jaga 47 Gunung di Banten
Indonesia
Waspada Potensi Hujan Lebat di Banten 8-13 April
Selain itu juga masyarakat waspadai potensi angin kencang hingga 45 km/jam di wilayah Selatan Pandeglang dan Kabupaten Lebak pada 09 – 11 April 2026.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
Waspada Potensi Hujan Lebat di Banten 8-13 April
Indonesia
Janjikan Rp 10 Juta, Pasutri Banten Jual Gadis 17 Tahun Lewat MiChat Layani 5 Orang Sehari
Modus operandi pelaku adalah merekrut wanita muda dengan iming-iming pekerjaan di restoran
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Janjikan Rp 10 Juta, Pasutri Banten Jual Gadis 17 Tahun Lewat MiChat Layani 5 Orang Sehari
Indonesia
Dishub Banten Tutup Sementara Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Siapkan Sanksi untuk Menjaga Komitmen
Dishub Banten Tutup Sementara Pendaftaran Mudik Gratis 2026 menyusul terisinya kuota dalam waktu kurang dari 24 jam
Frengky Aruan - Kamis, 19 Februari 2026
Dishub Banten Tutup Sementara Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Siapkan Sanksi untuk Menjaga Komitmen
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada Senin, 9 Februari 2026, Tingkatkan Kesiapsiagaan
Hujan lebat hingga sangat lebat di antaranya berpeluang terjadi di Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Frengky Aruan - Senin, 09 Februari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Sangat Lebat Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada Senin, 9 Februari 2026, Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
BMKG memprakirakan potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 45 kilometer per jam di hampir seluruh wilayah Banten, terutama di bagian utara dan selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
Bagikan