Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Budi Daya Gabus Penebus Lahan Gambut Siak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 01 September 2022
Budi Daya Gabus Penebus Lahan Gambut Siak

Budi daya ikan gabus menyelamatkan lahan gambut dari risiko kebakaran. (Foto: Dok. Alam Siak Lestari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBAKARAN hutan dan lahan gambut menjadi salah satu momok bagi masyarakat, salah satunya di wilayah Siak, Riau. Kasus kebakaran hutan dan lahan gambut di Siak sering terjadi di sepanjang 2011 hingga 2015. Insiden itu menimbulkan kerugian amat besar.

Gambut nan merupakan tumpukan vegetasi berusia ratusan tahun sejatinya lahan penyimpan banyak karbon. Namun, vegetasi ini mudah terbakar. Oleh karena itu, saat gambut terbakar, terjadi pelepasan karbon sangat tinggi. Karbon terlepas ke udara itu dapat membuat bumi semakin panas dan memperparah perubahan iklim.

Baca Juga:

Kiat UMKM Lokal Menarik Minat Konsumen

CEO PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad atau akrab disapa Gun mengatakan hidup di area lahan gambut nan rentan kebakaran merupakan suatu fakta tak terelakkan. Hal tersebut memacunya mencari solusi terbaik agar bisa hidup nyaman bersama gambut.

Budi daya ikan gabus model bisnis yang bisa membantu masyarakat sekaligus menjaga lingkungan (Foto: dok. Alam Siak Lestari)

Gambut berisiko terbakar merupakan gambut kering. Salah satu cara untuk memperkecil risiko kebakaran dengan menjaga lahan gambut tetap basah. Dari situlah tercetus model bisnis nan bertujuan bisa membantu masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

"Saya menerapkan budi daya ikan gabus di lahan konservasi gambut dan area sekat kanal. Hal ini terwujud berkat gotong royong antara Pemkab Siak, masyarakat sipil, sektor swasta, dan orang-orang muda," jelas Gun pada keterangan pers kepada merahputih.com.

Sebelum memutuskan untuk membudidayakan ikan gabus, Gun beserta tim mengenali budaya warga Siak atau orang Melayu nan kerap memanfaatkan protein tinggi pada ikan gabus untuk membantu proses pemulihan kesehatan, khususnya bagi ibu setelah bersalin.

Saat menyadari banyak ikan gabus ditangkap liar dari perairan lahan gambut, Gun dan sejumlah mitra Siak Hijau berusaha mendalami berbagai spesies endemik gabus di habitat gambut, seperti jenis toman dan lompong.

Dengan riset mendalam tentang kandungan dalam ikan gabus, mereka menemukan ikan gabus dari habitat gambut mengandung albumin tinggi, lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah albumin hewan lain.

Baca Juga:

Tren Cinta Produk Lokal Dorong UMKM Maju

Hal tersebut membuat Alam Siak Lestari memutuskan bereksperimen dengan budidaya dan ekstraksi ikan gabus dengan produk turunan kesehatan melalui program Healthy Ecosystem Alternative Livelihood (HEAL) Fisheries.

Program tersebut diharapkan bisa memotivasi warga dan desa untuk memelihara gambut tetap basah. Tentunya memunculkan mata pencaharian baru nan menjanjikan dari hasil olahannya.

Menariknya, ketika masuk ke pengolahan proyek HEAL Fisheries, seekor ikan gabus pulang hanya tinggal nama. Setiap bagian tubuhnya sampai sekecil apa pun akan dimanfaatkan secara maksimal. Tak ada bagian ikan gabus terbuang percuma.

Setelah albumin diekstrak, daging ikan tetap utuh kemudian diolah menjadi tepung mengandung protein tinggi. Selain albumin, ikan gabus mengandung banyak protein lain, seperti omega 3 dan omega 9. Tepung tersebut diolah lagi menjadi makanan berprotein tinggi.

"Kami punya produk turunan protein ball. Ada juga cookies dari tepung ikan gabus, daun kelor, dan gula aren. Produk itu tinggi peminat. Kulitnya diolah menjadi gelatin, yang kemudian diubah menjadi bahan plastik ramah lingkungan yang bahkan bisa dimakan. Nah, isi perut dan kepala ikan dijadikan pupuk cair dan pupuk padat. Sebagian juga diolah menjadi kecap ikan yang berkualitas baik," jelas Gun.

Setiap bagian tubuh ikan gabus sampai sekecil apa pun dimanfaatkan secara maksimal. (Foto: dok. Alam Siak Lestari)

Tidak hanya bertujuan menyelamatkan lingkungan, Alam Siak Lestari juga dibentuk untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami ingin memastikan, saat perusahaan ini berjalan, pendapatan, keuntungan, serta hal-hal diperoleh dari proses tersebut harus kembali lagi kepada masyarakat. Kami ingin kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Gun.

Ekosistem usaha pun meningkat, meliputi masyarakat nan terlibat dalam setiap proses produksi, pemilik lahan nan lahannya digunakan untuk budi daya ikan gabus, dan masyarakat terpapar dalam operasional perusahaan.

"Bagi orang muda, ini menjadi hal yang penting. Mereka tinggal di lingkungan mereka sendiri, rumah dekat kantor, makan bisa di rumah, tapi standar gajinya disamakan dengan standar Jakarta. Artinya, mereka tidak harus ke Jakarta untuk jadi keren," ujar Gun. (Ryn)

Baca Juga:

Ritel Perlengkapan Rumah Tangga Ini Berbagi Ratusan Peralatan untuk UMKM

#September Warga +62 JUALAIN #Wirausaha #UMKM #UKM/UMKM #Budidaya Ikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro  Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Selain mengutamakan produk lokal, Permendag Nomor 19 Tahun 2026 juga ditujukan untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam perdagangan digital.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Indonesia
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Data Sistem Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia pada 2025, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Indonesia
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
PNM memperluas layanan keuangan ke wilayah 3T melalui 516 unit dari total 4.035 jaringan pelayanan. Fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
Indonesia
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Penyusunan regulasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan secepatnya agar status pelaku usaha bagi pengemudi ojol segera memiliki dasar hukum
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Ojol Bakal Masuk Sebagai UMKM
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit TikTok Shop usai Dugaan Penahanan Dana UMKM
Komisi VII DPR meminta Kemendag dan Komdigi membentuk tim audit independen untuk mengusut dugaan penahanan dana pelaku UMKM di TikTok Shop.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
DPR Desak Pemerintah Audit TikTok Shop usai Dugaan Penahanan Dana UMKM
Indonesia
SPAI Tolak Pengemudi Ojol Masuk Kategori UMKM, Minta Pemerintah Akui sebagai Pekerja
SPAI menolak pengemudi ojol, taksol, dan kurir kargo dikategorikan sebagai UMKM. Desak pemerintah mengakui mereka sebagai pekerja dan menjamin hak ketenagakerjaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
SPAI Tolak Pengemudi Ojol Masuk Kategori UMKM, Minta Pemerintah Akui sebagai Pekerja
Indonesia
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
OJK mengapresiasi dukungan Bank Jakarta dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan inklusi keuangan di DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Program PED
Indonesia
Pajak Pedagang Online Harus Lihat Kondisi Riil
Implementasinya harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi riil pelaku UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Pajak Pedagang Online Harus Lihat Kondisi Riil
Bagikan