Budha Sutedja, Dibangun dari Nol

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 06 Maret 2018
Budha Sutedja, Dibangun dari Nol

Budha Sutedja membangun usaha kopinya dengan bekerja keras. (Foto: dok. pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUKAN perkara yang mudah, namun bukan sulit juga untuk membangun usaha sendiri. Yang diperlukan hanyalah ketekunan, fokus dan kesabaran untuk membangun usaha sendiri.

Budha Sutedja mengerti hal itu. Berangkat dari kesukaannya pada kopi, membuatnya membangun usaha coffee shop di Swedia. Tak hanya itu ia menyiapkan sendiri kopinya dari mencari biji kopi hingga disajikan pada pelanggannya.

"Usaha ini saya bangun dari nol dan saya bekerja siang dan malam, kadang sampai lupa hari," ungkap Budha yang memiliki darah Sunda-Bali.

Apalagi ia membuka usaha di tanah asing, bukan tanah kelahirannya. Meskipun demikian ia bukanlah pria yang mudah menyerah. Sebelum menekuni usaha coffe shopnya itu, Budha sempat menjadi disc jockey di negara itu.

BACA: Budha Sutedja, Roaster Harus Banyak Belajar

Ia mengakui sebagai imigran bukanlah perkara mudah untuk membuka usaha. Sistem di Swedia memang sangat berbeda dengan di Indonesia yang cenderung luwes.

"Sebagai warga asing memang ada sedikit kesulitan untuk membuka usaha. Ini karena sistem yang beda dengan di Indonesia.Tapi kalau kita mengikuti peraturan yang ada semuanya berjalan lancar. Proses perijinan memang sangat ruwet kadang bagi warga Swedianya pun merasakan itu," ungkap pria yang masih mengantongi paspor Indonesia.

budha sutedja
Budha Sutedja. (Foto: dok. pribadi)

Bagi Budha membuat coffeeshop ini bukan sekedar usahanya saja. Melainkan karena kecintaannya pada kopi. Berangkat dari ketidakcocokan cita rasa dari seduhan kopi yang ia cecap, ia bertekad membuat tempat ngopi yang menyajikan kopi yang enak.

Alhasil ia kemudian memiliki banyak pelanggan dari warga lokal dan dari beberapa negara Eropa lainnya. Ini membuktikan bila warung kopi kecilnya, demikian ia menyebutkannya, sudah memiliki banyak pelanggan.

BACA: Budha Sutedja, Setiap Hari Menghadapi Juri kopi

"Saya selalu punya prinsip semua tamu yang datang ke tempat saya adalah seorang juri kopi. Itu yang selalu memicu saya setiap hari menyuguhkan the fine cup every time. Just like I am competing setiap hari," ungkap pria yang tinggal di Lycksele, Swedia.

Selain menyajikan kopi hasil olahannya sendiri, coffeeshopnya juga menyajikan kue khas Swedia.

"Selain kopi yang saya sajikan ada beberapa kue kue bikinan sendiri istri saya yang asli orang Swedia. Dia selalu bikin classic Swedish cake yang di modifikasi dengan ingredients organic dan vegan. Kita fokus ke kualitas dari bahan untuk bikin kuenya," jelas penyuka musik psychedelic trance.

Meskipun usahanya sudah maju dan memiliki banyak pelanggan. Namun Budha sama sekali tidak pernah berpikiran untuk membuka cabang atau apapun. "Untuk membuka cabang belum ada rencana dan sepertinya saya mau, the one and only. Jadi mungkin tidak akan ada cabang," ungkapnya. (psr)

#Kopi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Roemah Koffie merayakan Hari Kartini lewat kampanye 'Women of Purposeful Light' dengan menghadirkan kreasi kopi dari barista perempuan sebagai simbol inspirasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Indonesia
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Lifestyle
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Roemah Koffie memperkenalkan Anak Daro di Jacoweek 2025, Jumat (31/10). Hampers kopi ini membawa cerita Minangkabau.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Fun
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Roemah Koffie kembali tampil di Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, usung kompetisi Latte Art bertaraf global untuk majukan kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Banyak petani kopi yang mengeluhkan aktivitas pertanian kopi tak produktif lantaran menurunnya jumlah produksi biji kopi.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Bagikan