Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Kopi Premium Perpaduan Gayo dan Temanggung

Frengky AruanFrengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Kopi Premium Perpaduan Gayo dan Temanggung

Roemah Koffie, Member of RAI (Royal Agro Industri), meluncurkan produk premium roastery beans terbaru, Cublak Suweng. (Foto: Roemah Koffie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Roemah Koffie, Member of RAI (Royal Agro Industri), meluncurkan produk premium roastery beans terbaru, Cublak Suweng. Produk memadukan biji kopi dari Gayo, Aceh dan Temanggung, Jawa Tengah.

Peluncuran Cublak Suweng menjadi bagian dari komitmen Roemah Koffie melestarikan warisan budaya nusantara. Sekaligus memperkenalkannya kepada dunia.

Cublak Suweng merupakan lagu sekaligus permainan tradisional yang dimainkan anak-anak dalam budaya Jawa. Permainan dengan berkumpul membentuk lingkaran sambil bernyanyi, kemudian memindahkan sebuah kerikil dari tangan ke tangan.

Permainan ini menjadi sebuah memori kebersamaan yang manis, sekaligus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati ada di sekitar kita.

Dalam kopi Cublak Suweng, filosofi tersebut diresapi menjadi tiga lingkaran yang saling bertautan. Pertama, Inner Circle yaitu relasi personal kita sebagai individu dengan diri sendiri, kedua, Shared Circle yaitu relasi kita dengan sesama, dan terakhir, Eternal Circle yaitu relasi kita dengan alam,

kata CEO Roemah Koffie Felix TJ.

Baca juga:

Meracik Kopi, Melawan Stigma, Kisah Kartini di Roemah Koffie

“Karakteristik biji kopi Gayo yang khas bertemu sentuhan karamel, hazelnut, dan cokelat dari biji kopi Temanggung, membuat kopi ini memiliki cita rasa yang seimbang dan harmonis, seperti tiga lingkaran makna tadi. Dengan kurasi rasa ini, kami berharap Cublak Suweng bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia,” sambung Felix TJ dalam acara Press Conference Cublak Suweng di outlet Roemah Koffie PIK 2, Kamis (16/7).

Biji kopi Cublak Suweng diolah dengan proses giling basah (wet hulled) dan alami (natural), yang mempertahankan kelembapan biji kopi sebelum dikupas dan dikeringkan.

Proses ini menghasilkan biji kopi dengan keasaman (acidity) yang rendah, karakter rasa yang earthy, dan rasa manis yang alami. Tekstur body yang padat melahirkan sensasi rasa yang pas; tidak terlalu ringan ataupun terlalu pekat.

Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, mengatakan bahwa Cublak Suweng dikembangkan untuk menjawab minat masyarakat Indonesia terhadap premium roastery yang semakin meningkat.

Cublak Suweng dirancang agar tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, namun memiliki spektrum rasa yang fleksibel. Titik tengah inilah yang membuat Cublak Suweng bisa dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplor sebagai base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya. Rilisan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan para pecinta kopi maupun para pebisnis kopi yang mencari satu base kopi untuk beragam eksplorasi,

jelas Ryo Limijaya.

Kemasan Turut Melestarikan Cerita Rakyat

Roemah Koffie mencoba melestarikan cerita rakyat lewat kemasan Cublak Suweng. Kemasan menampilkan ilustrasi cerita rakyat kancil dan kura-kura.

Baca juga:

Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'

Berkat ketekunan dan kesabarannya, kura-kura dapat mengalahkan kancil yang cerdik dalam perlombaan lari, sesuai dengan falsafah Jawa kuno “alon-alon asal kelakon”.

Dengan kemasan koffie tins yang klasik, Roemah Koffie menargetkan Cublak Suweng dapat menjadi oleh-oleh khas Indonesia untuk para turis internasional. Selain itu, Roemah Koffie juga siap melayani kebutuhan commercial roastery dengan jalur ekspor.

Di kesempatan, Roemah Koffie turut menyajikan pengalaman interaktif melalui sesi "Tasting & Sensory Experience". Para tamu diajak mengeksplorasi profil rasa dan karakter Cublak Suweng dalam presentasi Kopi Walik, yang disajikan dengan piring kecil di atas gelas.

Selain itu, Roemah Koffie juga berkolaborasi dengan Boemi Botanical untuk menghadirkan pengalaman sensory aromatik. Kopi Cublak Suweng diekstraksi dan diolah menjadi botanical room fragrance, yang memperlihatkan bahwa kenikmatan kopi dapat menjadi seni di luar secangkir minuman.

Dari Hulu ke Hilir

Roemah Koffie bekerja sama langsung dengan para petani lokal dari berbagai daerah, kemudian mengolah bahan baku tersebut melalui fasilitas roastery yang berada di bawah naungan PT Dewa Kopi Indonesia. Setiap premium beans diproduksi dengan kualitas dan konsistensi yang berstandar internasional.

Selain Cublak Suweng, Roemah Koffie juga telah merilis berbagai varian kopi roastery dengan tema warisan budaya nusantara lainnya, antara lain Anak Daro (dari Kerinci, Jambi) dan Rambadia (dari Gayo, Aceh).

Baca juga:

Latte Art Competition Vol II Garapan Roemah Koffie, Bukan Sekadar Hias Kopi

Untuk memenuhi beragam preferensi penikmat kopi, Cublak Suweng tersedia dalam pilihan whole beans dengan grind size variatif (coarse, medium, fine), dalam ukuran 200 gr dan 500 gr. Sementara ground coffee tersedia dalam ukuran 10 x 5,5 gram dalam kemasan capsule. Konsumen dapat mendapatkan Cublak Suweng di seluruh outlet Roemah Koffie di Jakarta dan Tangerang, serta di gerai ritel premium seperti Grand Lucky, Kem Chicks, dan Papaya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap industri kopi yang lebih berkelanjutan, Roemah Koffie tengah mempersiapkan program dukungan untuk petani kopi dan keluarga petani di Temanggung, yang selama ini telah menjadi mitra bisnis Roemah Koffie. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung kesejahteraan para petani kopi sebagai garda hulu industri. (*)

#Roemah Koffie #Kopi #Cublak Suweng #Premium Roastery Beans #Biji Kopi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Pengunjung mencicipi segelas kopi di Booth Roemah Koffie di Gelaran Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 17 Oktober 2026
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Kunjungi Café & Brasserie Expo (CBE) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2. Temukan pameran kopi, pelatihan barista, peluang bisnis kafe, dan promo spesial BCA.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Bagikan