Braille Aksara Jawa, Upaya Pemenuhan Akses Pendidikan Inklusif

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Braille Aksara Jawa, Upaya Pemenuhan Akses Pendidikan Inklusif

Ilustrasi braille.(foto: pexels-eren-li)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menyisakan beberapa catatan penting. Akses bahan bacaan, buku pedoman, maupun bahan ajar bagi penyandang disabilitas netra masih jauh panggang dari api.

Secara global, menurut laporan World Blind Union, lebih dari 90 persen karya tulis di dunia tidak dapat diakses penyandang disabilitas netra. Di Indonesia, menukil data Kemendikbudristek hingga akhir 2024, hanya 5 persen buku pelajaran dan bacaan umum telah dialih media menjadi bentuk lebih mudah akses bagi disabilitas netra, seperti braille, audiobook, atau format digital.

Sayangnya, jumlah alih media tersebut, tidak menyisakan ruang bagi bahan ajar tentang pembelajaran ilmu tentang kearifan lokal, salah satunya pedoman aksara Jawa bagi penyandang disabilitas netra.

Selain memunculkan ketimpangan, absennya bahan ajar tersebut mengancam keberlangsungan generasi muda, termasuk teman-teman disabilitas netra, dalam usaha melestarikan warisan budaya takbenda nan beberapa karya di antaranya menjadi Memory of the World (MoW) UNESCO.

Di tengah tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Jawa FIB UI Nayla Marinlee Auramadina atau karib disapa Marin menjawab permasalahan tersebut dengan membangun sistem pembelajaran tentang penggunaan aksara Jawa lebih inklusif dan adaptif bagi penyandang disabilitas netra, melalui Sandhya-Braille.

Baca juga:

Sejarah Lahirnya Tulisan Braille: Perjalanan Panjang Inovasi untuk Tunanetra



Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0, Marin merancang sistem pembelajaran aksara Jawa melalui pendekatan braille
silabis (abugida).

“Pendekatan braille silabis memungkinkan pembelajarannya tidak dilakukan secara linier per huruf seperti aksara Latin, tapi menyesuaikan struktur aksara Jawa sebagai sistem silabis, meliputi satuan aksara, pasangan, dan sandhangan sebagai unsur pembentuk suku kata sehingga memudahkan bagi penyandang disabilitas netra mempelajari dan mengaplikasikannya,” kata Marin dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Pendekatan Sandhya-Braille, lanjut Marin, menjadikannya lebih sistematis, selaras dengan struktur linguistik Jawa, serta berpotensi mendukung proses belajar menjadi lebih mandiri dan bermakna bagi pembelajar disabilitas netra.


Sistem perancangan dengan dasar konseptual kuat secara linguistik, matematis, dan pedagogis itu dibangun melalui pemetaan kode unik, aturan transformasi teratur, serta pembagian fungsi simbol pendukung keterbacaan secara taktil.

Dengan begitu, Sandhya-Braille tidak hanya berfungsi sebagai media bantu baca, tetapi juga sebagai model pembelajaran inklusif agar dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memperluas akses literasi budaya bagi disabilitas netra.

Di bawah bimbingan Dr Atin Fitriana dan Dwi Rahwamanto, M Hum, Marin beroleh Juara Pertama Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FIB UI mengusung
Sandhya-Braille sebagai solusi atas belum ketersediaan akses pedoman belajar
aksara Jawa bagi disabilitas netra.

“Saya berharap Sandhya-Braille tidak hanya berakhir menjadi gagasan pada ajang Mapres FIB UI, tapi bisa diwujudkan agar teman-teman disabilitas netra dari dalam dan luar negeri dapat belajar dan memahami aksara Jawa sehingga dapat menikmati sumber kearifan lokal berupa manuskrip beraksara Jawa. Bahkan lebih jauh dapat melebarkan cita-cita menjadi filolog Jawa,” tegas Marin.

Bertepatan dengan peringatan Hardiknas 2026, sebagai mahasiswa, Marin terdorong mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi agar tidak saja berhenti pada pendidikan, penelitian, tetapi juga pengabdian masyarakat sebagai solusi nyata agar berdampak secara sosial.


Upaya menghadirkan pembelajaran aksara Jawa aksesibel bagi disabilitas netra itu sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan sebagai penegas pentingnya penyediaan akses belajar adil, inklusif, dan bermakna bagi seluruh warga negara.

Semangat Marin mewujudkan Sandhya-Braille bukan tanpa halangan. Tingginya biaya produksi Sandhya-Braille membuatnya harus memutar otak untuk mengajak pelbagai pihak berkolaborasi agar pedoman belajar aksara Jawa bagi disabilitas netra dapat diwujudkan, didistribusikan, dan digunakan secara berkelanjutan.(*)

Baca juga:

Gunakan Alkitab Braille, Tunanetra Bacakan Liturgi Sabda Misa Paus di GBK

#Pendidikan #Braille #Tuna Netra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Pengamat sosial menyoroti soal biaya dan kualitas pendidikan. Hal itu terkait rencana kuliah gratis di PTN yang dicanangkan pemerintah.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Indonesia
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
program sekolah negeri gratis tetap dialokasikan menggunakan anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan dalam RAPBN 2027 atau dengan kata lain tidak menggunakan anggaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Indonesia
Dukung Wacana PTN Gratis Prabowo, Legislator Ingatkan Kajian Matang
Pelaksanaan kebijakan ini dinilai memerlukan kajian komprehensif agar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan tidak mengikis mutu akademik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dukung Wacana PTN Gratis Prabowo, Legislator Ingatkan Kajian Matang
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN Mulai Dikaji, Pemerintah Hitung Kebutuhan Anggarannya
Pemerintah mulai menghitung anggaran kuliah gratis di PTN. Hal itu diungkapkan Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kuliah Gratis di PTN Mulai Dikaji, Pemerintah Hitung Kebutuhan Anggarannya
Indonesia
PTN Diwacanakan Gratis, Komisi X DPR Usul KIP Kuliah Dialihkan ke PTS
Komisi X DPR mengusulkan adanya kebijakan khusus untuk menjaga keberlangsungan PTS. Hal itu terkait wacana PTN digratiskan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
PTN Diwacanakan Gratis, Komisi X DPR Usul KIP Kuliah Dialihkan ke PTS
Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Bagikan