MerahPutih.com - Meskipun merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia mampu menunjukkan harmoni antarumat beragama. Hal ini dianggap sesuatu yang menarik perhatian Paus Fransiskus hingga memilih untuk berkunjung ke tanah air.
"Ini merupakan tanda cinta Paus terhadap bangsa Indonesia. Dengan ideologi Pancasila, Indonesia berhasil menyatukan 714 suku dan berbagai agama yang hidup berdampingan dengan damai," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, di Jakarta, Selasa (3/9)
Benny mengungkapkan satu poin menarik yang disampaikan adalah pengakuan Paus Fransiskus terhadap Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana pluralisme bisa dijaga dengan baik.
“Dengan 714 suku dan ratusan bahasa serta agama, Indonesia adalah contoh yang langka di dunia. Kita berhasil hidup berdampingan dengan damai, dan inilah yang menjadi daya tarik bagi Paus Fransiskus untuk mengunjungi kita,” tutur Benny.
Baca juga:
Benny juga menekankan keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni ini tidak terlepas dari ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara. Pancasila, yang terdiri dari lima prinsip dasar, telah menjadi perekat yang mengikat seluruh rakyat Indonesia meskipun berbeda-beda latar belakang.
Prinsip ini, menurut Benny, sangat selaras dengan ajaran Katolik yang juga menekankan pentingnya keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian. Dalam konteks ini, lanjut dia, kunjungan Paus menjadi sangat relevan karena akan berdialog dengan berbagai tokoh agama di Indonesia, termasuk dengan para pemimpin Islam, Hindu, Buddha, dan agama lainnya.
“Dialog antaragama ini diharapkan dapat memperkuat ikatan persaudaraan yang sudah ada, serta memberikan inspirasi bagi negara-negara lain yang sedang berjuang menghadapi tantangan serupa,” ungkap rohaniwan Katolik itu. (Knu)