MerahPutih.com - Perayaan Ekaristi Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kevikepan Surakarta berlangsung istimewa di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran, Surakarta, Rabu (7/10) malam.
Sekitar 3.000 umat Katolik dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Surakarta hadir dalam perayaan tersebut. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
Perayaan HUT tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang enam dekade perjalanan pelayanan Kevikepan Surakarta, tetapi juga memperlihatkan perjumpaan antara iman Katolik dan budaya Jawa.
Baca juga:
Keraton Surakarta Gelar Labuhan Ubo Rampe Adang Dal 1959, Bentuk Nyata Pelestarian Tradisi Leluhur
Ekaristi di Tengah Ruang Budaya Jawa

Pemilihan Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran sebagai lokasi perayaan Ekaristi memberikan makna tersendiri.
Ruang budaya Jawa tersebut menjadi tempat umat Katolik berkumpul, berdoa, dan merayakan Ekaristi dalam suasana yang kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
Keluarga besar Mangkunegaran juga turut hadir dalam perayaan tersebut. Kehadiran mereka semakin memperlihatkan adanya ruang perjumpaan dan kebersamaan antara tradisi Jawa dengan kehidupan umat Katolik di Surakarta.
Perayaan itu sekaligus mengingatkan kembali pada jejak sejarah hubungan umat Katolik dengan Mangkunegaran.
Mengulang Jejak Misa Natal 1957
Sebelumnya, Misa Natal pernah digelar di Mangkunegaran pada 24 Desember 1957.
Kini, hampir tujuh dekade setelah peristiwa tersebut, Ekaristi kembali dirayakan di lingkungan Mangkunegaran.
Momentum itu menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah umat Katolik di Surakarta, sekaligus mempertemukan kembali ruang budaya Mangkunegaran dengan kehidupan iman umat Katolik.
Baca juga:
Keraton Surakarta Digitalisasi 210 Naskah Kuno, Biar Jadi Bahan Pelajaran
Mengusung tema 'Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah', perayaan HUT ke-60 Kevikepan Surakarta membawa pesan tentang persatuan, keutuhan, dan semangat berbagi berkat.
Semangat tersebut dipertemukan dengan nilai kearifan lokal Jawa 'Memayu Hayuning Bawana', yakni semangat menjaga keharmonisan dan kebaikan kehidupan bersama.
Nilai budaya tersebut kemudian diterjemahkan dalam semangat pelayanan Gereja yang tidak hanya menyentuh kehidupan rohani, tetapi juga kepedulian sosial dan kesehatan umat.
Perkenalkan QRIS Dana Peduli Kesehatan
Dalam perayaan tersebut, Kevikepan Surakarta turut memperkenalkan QRIS Dana Peduli Kesehatan.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya penggalangan dana untuk mendukung kebutuhan kesehatan umat.
Bagi umat yang hadir, perayaan Ekaristi di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana iman dapat hidup dan berkembang tanpa harus tercerabut dari akar budaya masyarakat setempat.
Perjalanan Kevikepan Surakarta selama 60 tahun pun menjadi bagian dari kisah panjang perjumpaan Gereja Katolik dengan masyarakat dan budaya Jawa.
Dari Misa Natal pada 1957 hingga Ekaristi HUT ke-60 pada 2026, Mangkunegaran kembali menjadi ruang perjumpaan iman, budaya, dan kebersamaan umat di Surakarta. (Knu)