MERAHPUTIH.COM - HARI Kamis Putih atau yang dikenal sebagai Holy Thursday merupakan momen sakral bagi umat Kristen yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Paskah. Pada 2026, Kamis Putih jatuh pada 2 April dan menjadi pembuka dari Tri Hari Suci.
Tri Hari Suci merupakan rangkaian perayaan penting dalam iman Kristiani yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Dalam momen ini, umat Katolik mengenang peristiwa-peristiwa penting menjelang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.
Salah satu tradisi yang melekat dalam perayaan ini yakni perjamuan roti yang dibagikan dalam misa. Roti tersebut melambangkan tubuh Kristus dan menjadi bagian dari perayaan ekaristi yang sakral.
Perayaan Kamis Putih berakar dari kisah Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya di Yerusalem, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 26:26-29. Dalam peristiwa tersebut, Yesus membagikan roti dan anggur sebagai simbol pengorbanan-Nya.
"Ambil dan makanlah; ini adalah tubuh-Ku," kata-Nya.
Kemudian Ia mengambil cawan, mengucap syukur, dan memberikannya kepada mereka, sambil berkata, "Minumlah dari cawan ini, hai kamu sekalian, karena ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang akan ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang Aku tidak akan minum anggur ini lagi sampai pada hari Aku meminumnya bersama-sama dengan kamu di dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Seperti dilansir Cross Catholic Outreach, Kamis Putih juga dimaknai sebagai perwujudan perintah untuk mengasihi dan melayani sesama. Hari ini memperingati saat Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi dan imamat, yang menjadi dasar penting dalam kehidupan umat Katolik.
Selain itu, ada pula peristiwa pembasuhan kaki para murid yang menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan. Dalam kisah tersebut, Yesus membasuh kaki para murid-Nya, sebuah tindakan yang pada masa itu biasanya dilakukan pelayan. Ia bahkan tetap melakukannya kepada Yudas, meski mengetahui pengkhianatan yang akan terjadi.
Tradisi ini kemudian dihidupkan kembali dalam misa Kamis Putih di berbagai gereja di seluruh dunia. Imam, yang bertindak dalam persona Christi atau mewakili Kristus, membasuh kaki umat sebagai simbol semua ialah murid yang dipanggil untuk melayani. Istilah 'maundy' sendiri berasal dari kata Latin 'mandatum' yang berarti perintah.
Dalam perjamuan terakhir itu pula, Yesus memberikan perintah baru kepada para murid-Nya:
“Aku memberi kamu perintah baru, yaitu kasihilah satu sama lain. Seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian juga kamu harus mengasihi satu sama lain. Dengan demikian, semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-Ku, jika kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35).
Tak hanya itu, Kamis Putih juga menjadi momen penetapan Sakramen Ekaristi Kudus. Dalam peristiwa ini, Yesus kembali menegaskan makna roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah-Nya.
Melalui rangkaian peristiwa tersebut, Kamis Putih bukan sekadar peringatan, melainkan juga ajakan bagi umat untuk meneladani kasih, kerendahan hati, serta semangat melayani dalam kehidupan sehari-hari.(Tka)

