BPIP Berharap KTT G20 Beri Solusi Krisis Global

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 14 November 2022
BPIP Berharap KTT G20 Beri Solusi Krisis Global

/media/66/35/50/66355017526a96c1149a031b47f73f9a.jpg

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan ada 17 kepala negara yang hadir dalam perhelatan acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, 15-16 November 2022.

Presidensi Indonesia G20 tersebut mendapat sorotan dunia internasional, karena peranan Indonesia dianggap penting untuk menciptakan tata dunia baru. Terlebih dalam menyelesaikan krisis global, seperti krisis finansial, krisis pangan dan krisis energi.

Baca Juga:

TNI Siapkan Prosedur Evakuasi Delegasi KTT G20 Lewat Laut

Staf khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo berharap, KTT tersebut dapat menjadi titik temu dalam penyelesaian krisis global guna menciptakan perdamaian dunia.

“Semoga pertemuan G20 memberikan satu momentum sejarah dan mengulangi kembali keberhasilan atas apa yang dilakukan Sukarno dengan membuat deklarasi Asia-Afrika," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (14/11).

Dalam forum tersebut, Romo Benny juga berharap ada kesepakatan untuk mengatasi utang luar negeri negara-negara berkembang.

"Dan jaminan kesehatan internasional, terutama persediaan terhadap vaksin untuk mengatasi virus COVID dan juga virus-virus lain yang menciptakan dunia dalam situasi yang mengkhawatirkan," ujarnya.

Romo Benny juga menekankan pentingnya kesepatakan yang mendapatkan prioritas untuk membangun tata kelola perekonomian global yang lebih adil.

Baca Juga:

Polda Bali Awasi Pembatasan Aktivitas Warga saat KTT G20 Berlangsung

"Yang memungkinkan negara-negara maju dan negara-negara berkembang untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan," imbuhnya.

Pasalnya, Romo Benny, krisis global bukan hanya akan berdampak pada negara berkembang, tetapi juga negara maju. Maka, menurut dia, solusinya adalah win-win solution, bukan mencari kalah-menang tetapi mencari titik temu.

"Disinilah peranan Indonesia sangat penting memberikan sebuah tempat atau wahana dimana pertemuan negara maju khususnya untuk mencari titik temu dan menyelesaikan berbagai krisis global terlebih menciptakan perdamaian dunia," ujarnya.

Indonesia dipandang sangat penting untuk memberikan solusi terhadap krisis global, lewat diplomasi yang dilakukan Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Oleh karena itu, BPIP berharap KTT G20 menghasilkan titik temu kesepakatan untuk mengakhiri suatu krisis global, dengan kesepakatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan dan perdamaian global.

“Mari kita sukseskan G20 dan keyakinan Indonesia akan menjadi mediator untuk mampu mengangkat martabat negara-negara berkembang sehingga memiliki posisi tawar yang sama untuk keluar dari krisis global," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Korlantas Polri Manfaatkan Aplikasi Canggih Pantau Kelancaran Jalur KTT G20

#G20 #KTT G20 #Krisis Ekonomi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
SBY mengingatkan kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan tersebar merata kepada seluruh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
Indonesia
Kemenkeu Klaim Indonesia Masih Jauh Dari Tanda-Tanda Krisis, Investor Asing Masih Percaya
Krisis seperti pada 1997-1998 terjadi ketika banyak perusahaan menarik pinjaman luar negeri dalam jumlah besar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kemenkeu Klaim Indonesia Masih Jauh Dari Tanda-Tanda Krisis, Investor Asing Masih Percaya
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Ancaman ini muncul tepat menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat pada pekan depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Indonesia
G20 Janjikan Bantuan Ke Negara Miskin Terdampak Perang
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memimpin pertemuan tersebut di sela-sela pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
G20 Janjikan Bantuan Ke Negara Miskin Terdampak Perang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ekonomi Negaranya Melemah, Jutaan Warga Singapura Pindah ke Batam
Beredar konten yang menyebut jutaan warga Singapura berbondong-bondong pindah ke Batam akibat krisis ekonomi. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ekonomi Negaranya Melemah, Jutaan Warga Singapura Pindah ke Batam
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah Bikin Strategi Jangka Panjang Hadapi Krisis Energi
Jangan sampai konflik AS-Iran merugikan rakyat Indonesia. Stabilitas pasokan dan harga energi harus tetap terjaga
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
DPR Ingatkan Pemerintah Bikin Strategi Jangka Panjang Hadapi Krisis Energi
Indonesia
Golkar Dukung Prabowo Potong Gaji Pejabat Dampak Krisis Global Akibat Perang di Timur Tengah
sikap dan prinsip DPR akan senada dengan pemerintah, yakni bahwa kepentingan rakyat adalah hal yang utama.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Golkar Dukung Prabowo Potong Gaji Pejabat Dampak Krisis Global Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Rakyat Tenang, Indonesia Miliki Kekuatan Hadapi Krisis
Hingga saat ini situasi nasional secara umum masih berada dalam kendali pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Maret 2026
Presiden Prabowo Minta Rakyat Tenang, Indonesia Miliki Kekuatan Hadapi Krisis
Indonesia
Ini Risiko Perekonomian Indonesia Akibat Eskalasi Antara AS dan Israel dengan Iran
Pemerintah bakal terus memantau perkembangan konflik tersebut secara ketat untuk memastikan instrumen APBN dapat bekerja secara responsif.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Maret 2026
Ini Risiko Perekonomian Indonesia Akibat Eskalasi Antara AS dan Israel dengan Iran
Bagikan