Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump (Foto: Generative AI Midjourney)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengancam akan memberlakukan tarif impor tinggi terhadap Inggris sebagai respons keras atas kebijakan pajak layanan digital yang diterapkan pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer.

Langkah proteksionis ini menyasar produk-produk asal Britania Raya jika London menolak mencabut aturan pajak yang menyasar raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran tanpa Batas Waktu, Pertahankan Blokade di Selat Hormuz

Pembelaan Trump Terhadap Raksasa Teknologi AS

Pemerintah Amerika Serikat menilai kebijakan pajak Inggris secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple dan Google. Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam melihat diskriminasi ekonomi terhadap korporasi global miliknya.

“Kami tidak menyukai ketika mereka menargetkan perusahaan Amerika… Jika pajak itu tidak dicabut, kami kemungkinan akan mengenakan tarif besar terhadap Inggris,” ujar Trump dikutip Antara, Jumat (24/4).

Saat ini, tim ekonomi kepresidenan tengah melakukan kajian mendalam terhadap regulasi pajak tersebut. Trump memandang aturan itu hanya berfungsi untuk menggerus keuntungan perusahaan multinasional Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Inggris.

Duduk Perkara Pajak Digital 2 Persen

Sejak tahun 2020, Inggris secara resmi menarik pajak sebesar dua persen dari perusahaan multinasional yang meraup pendapatan dari sektor media sosial, mesin pencari, dan pasar daring (online marketplace).

Baca juga:

Gencatan Senjata Trump Picu Kekhawatiran, DPR Ingatkan Ancaman Krisis Energi RI

Kebijakan ini menyasar perusahaan dengan pendapatan digital global melampaui 500 juta pound (sekitar Rp10 triliun) dan minimal 25 juta pound (sekitar Rp500 miliar) yang berasal dari pengguna di Inggris.

Ancaman ini muncul tepat menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat pada pekan depan.

Meskipun tensi perdagangan sedang memanas, Trump sempat menyatakan optimisme bahwa kehadiran sang raja dapat mendinginkan ketegangan dan memulihkan "hubungan khusus" yang telah lama terjalin antara kedua negara.

#Donald Trump #Inggris #PM Inggris #Ekonomi #Krisis Ekonomi
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Indonesia
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menguat pada pekan depan sehingga pemegang dolar berpotensi mengalami kerugian.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Olahraga
Gianni Infantino Tanggapi Kritik Piala Dunia 2026, Sebut FIFA tak Bisa Berbuat Lebih Banyak
Presiden FIFA, Gianni Infantino, merespons kritik terhadap Piala Dunia 2026. Ia bicara soal harga tiket hingga visa.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Gianni Infantino Tanggapi Kritik Piala Dunia 2026, Sebut FIFA tak Bisa Berbuat Lebih Banyak
Indonesia
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci Indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Dunia
Trump Persiapkan Serangan Anyar ke Iran
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan mereka telah menyelesaikan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap sebuah helikopter Apache.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Trump Persiapkan Serangan Anyar ke Iran
Olahraga
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Inggris menghadapi Costa Rica dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, head to head, dan susunan pemain terbaru.
ImanK - Rabu, 10 Juni 2026
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Dewan Ekonomi Nasional menilai ekonomi Indonesia tetap solid dan jauh dari krisis. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen dan inflasi tercatat 3,08 persen pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Pemerintah bertumpu pada penguatan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menarik minat para pemodal internasional
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Bagikan