Kesehatan Mental

Body Dysmorphic Disorder bukan Sekedar tak Percaya Diri

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 21 Oktober 2021
Body Dysmorphic Disorder bukan Sekedar tak Percaya Diri

Body dysmorphic disorder memengaruhi perempuan dan laki-laki secara setara. (bps.org.uk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA orang pernah mengalami percaya diri alias enggak PD. Mungkin saat becermin, kamu berharap wajahmu lebih tirus, pinggang lebih kecil, atau kulit lebih putih. Namun, ketika kamu menjauh dari kaca, pikiran-pikiran itu biasanya memudar dan kamu melanjutkan harimu.

Namun, bagaimana jika rasa tidak percaya diri ini tidak memudar, tetapi malah semakin parah? Menjadikan kamu tidak dapat berfungsi dengan baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ada jutaan orang yang mengalami hal itu sebagai kenyataan sehari-hari. Itulah disebut body dysmorphic disorder (BDD).

BACA JUGA:

Megan Fox Punya Gangguan Mental?

Menurut Anxiety and Depression Association of America, BDD adalah gangguan citra tubuh yang melibatkan perilaku berulang dan fiksasi yang melemahkan pada cacat yang dirasakan atau dibayangkan dalam penampilan seseorang, termasuk wajah, kulit, rambut, alat kelamin, dan tipe tubuh mereka.

Seorang individu yang berjuang dengan gangguan tersebut mungkin menghabiskan waktu yang tidak masuk akal untuk memeriksa 'cacat' tubuh mereka, membandingkan diri mereka dengan orang lain atau melakukan olahraga berlebihan atau berdandan. Obsesi ini menyebabkan tugas sehari-hari, tujuan dan interaksi sosial sepenuhnya terganggu, atau bahkan dihentikan. Dalam beberapa kasus, tekanan luar biasa dari BDD telah menyebabkan bunuh diri.

Dismorfia tidak boleh disamakan dengan disforia, yang biasanya merujuk secara khusus pada disforia gender dan ketika jenis kelamin yang ditetapkan seseorang saat lahir tidak cocok dengan jenis kelamin yang mereka identifikasi.

Penyebab BDD

BDD
Dalam beberapa kasus, tekanan luar biasa dari BDD telah menyebabkan bunuh diri. (psycom.net)


Biasanya berkembang selama masa remaja, BDD sering salah didiagnosis sebagai OCD, kecemasan sosial, depresi klinis atau gangguan makan, meskipun sebenarnya muncul sebagai akumulasi dari beberapa masalah ini. Demikian dijelaskan Dr Eda Gorbis, direktur dan pendiri Westwood Institute for Anxiety Disorders seperti diberitakan SheKnows.

BDD dapat berasal dari sejumlah faktor biologis dan lingkungan, termasuk kecenderungan genetik untuk gangguan kompulsif, kerusakan kognitif, kelompok teman sebaya atau trauma masa kanak-kanak. Sementara media tampaknya menjadi biang keladi di balik BDD, Gorbis memberi tahu kami sebaliknya.

“Meskipun ada fokus yang berlebihan di media terhadap cara kita melihat, gangguan ini terjadi di seluruh dunia, terlepas dari akses ke media atau status sosial ekonomi. Hanya mereka yang rentan yang akan menghadapi penyakit itu," katanya. Hal yang mungkin mengejutkan, BDD memengaruhi perempuan dan laki-laki secara setara.

Pilihan Pengobatan BDD

BDD
Paparan cermin funhouse yang mendistorsi bayangan tubuh menjadi salah satu terapi BDD. (ericnisall.com)


Meskipun media bukan penyebabnya, apakah itu bisa menjadi solusi? Tidak terlalu. Ingat, umpan balik citra diri antara mata dan otak individu-individu ini sangat terdistorsi, dan sementara operasi mungkin "memperbaiki" kekurangan yang dirasakan untuk kepuasan seseorang, obsesi dapat dengan mudah mengalihkan fokusnya ke fitur lain.

Gorbis menyarankan pasien BDD untuk menghindari operasi plastik dan sebagai gantinya mengatasi dan memperlakukan masalah tersebut sebagai gangguan kejiwaan.

BDD dapat diobati secara profesional dengan obat resep selain bentuk terapi perilaku kognitif yang digunakan untuk mengubah persepsi seseorang tentang citra diri. Saat bekerja untuk membangun struktur formal dalam kehidupan sehari-hari mereka, Gorbis juga menggunakan beberapa perawatan tidak konvensional dengan pasien BDD-nya, termasuk paparan cermin funhouse yang mendistorsi bayangan tubuh.

“Seluruh gagasan psikiatri adalah untuk mengeksternalisasi perasaan yang terdistorsi. Cermin ini membantu mereka untuk memahami bagaimana mereka melihat diri mereka sendiri setiap hari dan mengeksternalisasi apa yang secara internal tidak pantas," demikian Gorbis.(aru)

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Fun
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Konten Maudy Ayunda tentang mindfulness dan berita buruk menuai perdebatan. Lantas, apa sebenarnya arti mindfulness dan bagaimana menerapkannya?
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Mindfulness Jadi Sorotan Usai Konten Maudy Ayunda, Ini Makna dan Cara Menerapkannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Bagikan