BNPT: Pembentukan Duta Damai Tangkal Propaganda Radikalisme di Dunia Maya

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 24 Oktober 2017
BNPT: Pembentukan Duta Damai Tangkal Propaganda Radikalisme di Dunia Maya

Kepala Biro Umum BNPT Brigjen TNI Dadang Hendrayudha. (Foto Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Kelompok radikal terorisme melakukan pemanfaatkan revolusi digital yang menimbulkan perubahan transformasi baru terorisme dalam melakukan propaganda, indoktrinasi, rekrutmen, baiat, dan lain-lain. Menyadari tindakan teroris kian meresahkan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengkampanyekan perdamaian di dunia maya.

“Hubungan terorisme dengan dunia maya bukan hal baru karena mereka sudah lama memanfaatkan internet untuk propaganda. Karena itu, BNPT berinisiatif membentuk duta damai dunia maya dalam rangka untuk membangun tujuan bersama untuk Indonesia damai. Ini juga bentuk komitmen dan konsistensi BNPT mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya kalangan generasi muda untuk bersinergi dalam mengkampanyekan perdamaian di dunia maya,” ujar Kepala Biro Umum BNPT Brigjen TNI Dadang Hendrayudha saat membuka pelatihan duta damai dunia maya wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, NTB, Senin (23/10).

Menurutnya, penggunaan internet menandai pola terorisme baru dari pola lama dengan pola baru. Kalau dulu, propaganda dan rekrutmen dilakukan secara langsung, hari ini propaganda, rekrutmen, indoktrinasi, baiat bisa dilakukan secara online.

“Ini bentuk dari radikalisme baru dan inilah poin penting kenapa kita berkumpul untuk menyamakan persepsi. Kami, BNPT ingin berbagi kepekaan bahwa radikalisme dan terorisme telah bermetamorfosa dalam wajah baru melalui dunia maya,” imbuhnya.

BNPT memberikan pelatihan duta damai dunia maya di NTB. Acara ini adalah pelaksanaan ke-10 sejak 2016 dan diikuti 60 peserta yang terbagi menjadi tiga kategori yaitu blogger, IT dan desain komunikasi visual (DKV). Sebelumnya, duta damai dunia maya telah digelar di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta (2016), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan (2017).

"Kegiatan ini adalah membentuk generasi muda sebagai agen perdamaian yang akan mendukung aksi damai BNPT di dunia maya. Mereka akan dilatih untuk membuat konten-konten damai berupa tulisan, foto, video, gambar dan website yang akan bersinergi dengan Pusat Media Damai (PMD) menyebarkan perdamaian sekaligus memerangi propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya," paparnya. (*)

#BNPT #Terorisme
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Berita Foto
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menyampaikan paparan perkembangan tren terorisme Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 30 Desember 2025
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan