BNPB Pastikan Perbaiki Rumah Rusak akibat Gempa Magnitudo 7,5 Maluku

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 12 Januari 2023
BNPB Pastikan Perbaiki Rumah Rusak akibat Gempa Magnitudo 7,5 Maluku

Kepala BNPB memberikan bantuan Rp350 juta kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk tangani dampak gempa, di KKT, Kamis. (ANTARA/Simon Lolonlun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gempa bumi magnitudo (M) 7,5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun kembali atau merekonstruksi sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pelayanan publik akibat gempa tersebut.

"Ini sebagai wujud perhatian pemerintah pusat atas perintah Bapak Presiden Jokowi. Meskipun gempa beberapa hari yang lalu akibatnya tidak begitu masif ditandai dengan tidak adanya korban jiwa yang secara langsung akibat gempa, tetapi tentu saja Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang haknya sama dengan daerah-daerah," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai meninjau sejumlah fasilitas yang rusak akibat gempa di Saumlaki, Kamis (12/1).

Baca Juga:

Fenomena Pulau Baru Muncul Setelah Gempa Maluku Magnitudo 7,5

Ia mengatakan, sama seperti daerah lain yang baru saja terjadi gempa besar, pemerintah pusat akan membantu pembangunan rumah warga yang rusak berat senilai Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak ringan Rp 15 juta.

Dalam pemberian bantuan ini, pemerintah akan menggunakan parameter untuk menentukan penyaluran nilai bantuan melalui verifikasi Kementerian PUPR atas laporan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Untuk itu, data yang dihimpun oleh pemerintah daerah segera dilaporkan ke pusat, sehingga mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, pembangunan rumah kembali masyarakat yang terdampak gempa bisa segera dilakukan," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia mengungkapkan, status tanggap darurat telah ditetapkan Gubernur Provinsi Maluku melalui Surat Keputusan Nomor 86 Tahun 2023 dan Bupati Kepulauan Tanimbar melalui Surat Keputusan Nomor 361/10 Tahun 2023 selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 10 hingga 24 Januari 2023.

Walaupun tidak ada pengungsi karena rata-rata masyarakat mengungsi ke rumah keluarganya, tetapi pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dengan cara membantu logistik siap pakai yang bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat terdampak senilai Rp250 juta, yang secara teknis akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kemudian, untuk operasional harian selama tanggap darurat, pemerintah pusat memberikan bantuan senilai Rp350juta.

“Barangkali pada tanggap darurat itu masih ada yang perlu dilakukan terkait evakuasi membantu masyarakat, ini pun kami berikan anggaran operasional Rp350 juta,” kata Suharyanto.

Baca Juga:

Rumah Warga Tanimbar Rusak akibat Gempa Magnitudo 7,5 Terus Bertambah

Ia mengatakan, terkait satu korban meninggal saat menyelam, belum bisa dipastikan apakah akibat gempa atau tidak. Namun, akan tetap menjadi perhatian.

“Saya monitor, nanti dari pemerintah provinsi dan kabupaten memberikan santunan," katanya.

Suharyanto memastikan proses rekonstruksi pascagempa di Tanimbar akan dilakukan secepatnya. Ia meminta aparat kepolisian dan TNI di daerah untuk membantu pemerintah daerah sehingga prosesnya berjalan tepat waktu yang ditargetkan.

"Berulang kali saya sampaikan kepada pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk membantu melakukan pendataan. Di tempat-tempat lain itu kadang lambatnya karena pendataan. Saya sampaikan ke bupati dan jajaran segera dilaporkan data yang ada, kalaupun nanti harus dua tahap tidak apa-apa, yang penting sudah pasti sehingga masyarakat yang terdampak ini tidak terlalu lama menunggu bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat," katanya.

Suharyanto dan rombongan dari Jakarta serta rombongan pimpinan TNI dan Polri di Maluku tiba di Saumlaki, Kamis siang, dan langsung meninjau sejumlah rumah warga yang rusak di Saumlaki dan sekitarnya.

Selain itu, mereka juga meninjau fasilitas pelayanan publik yang rusak akibat gempa seperti lapangan upacara Mandriak dan Puskesmas Saumlaki.

Usai melakukan pemantauan langsung, Suharyanto dan rombongan yang didampingi forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kepulauan Tanimbar itu mengunjungi gabungan posko bencana di markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1507/Saumlaki dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar Daniel Edward Indey. (*)

Baca Juga:

Gempa Magnitudo 7,9 Rusak Rumah hingga Sekolah di Tanimbar Maluku

#Gempa #Gempa Bumi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Berdasarkan hasil evaluasi alat pemantau muka air laut, gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa stasiun pemantau pantai.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Indonesia
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Meskipun bersumber dari zona non-megathrust, kekuatan guncangan raksasa tersebut tetap menyebabkan deformasi batuan bawah laut secara signifikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Gempa 7,7 SR di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, memicu kepanikan warga Kepulauan Sangihe.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Indonesia
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa 7,7 SR mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) memicu peringatan tsunami. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dengan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Indonesia
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Episenter gempa berada di laut lepas timur Pulau Sangihe, berbatasan langsung dengan Filipina, pada kedalaman 105 km. Lokasi episenter tercatat di koordinat 5,69° LU dan 125,05° BT.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Indonesia
Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa itu terjadi pada Senin (8/6) pukul 06.37 WIB.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Bagikan