BNPB Nilai Wilayah Kalimantan Aman Jadi Ibu Kota Baru
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Foto: MP/Asropih
MerahPutih.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menilai wilayah Kalimantan bisa menjadi salah satu daerah yang tepat untuk dijadikan ibu kota. Pasalnya, wilayah tersebut tidak rawan bencana dan aman.
"Dari tahun 1960 sampai dengan sekarang, Kalimantan memang paling aman," ujar Sutopo kepada wartawan di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa.
Sutopo menambahkan, dari sisi kebencanaan, wilayah Kalimantan mudah untuk dikendalikan, mulai dari banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Namun demikian, hingga kini Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih mengkaji hal tersebut.
BNPB, lanjutnya, juga berperan dalam memberikan masukan dan kajian kebencanaan kepada Bappenas terkait pemindahan Ibu Kota. Kalimantan Tengah, Timur, dan Barat bisa menjadi pilihan bagi pemerintah.
"Kalimantan Tengah, Timur, dan Barat bisa jadi opsi pemerintah karena rawan bencana. Dalam melihat kebencanaanya, BNPB juga memberikan sumbangsih kajian kebencanaan kepada Bappenas," paparnya. (Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
1.178 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya masih Hilang, Operasi Pencarian Korban Bencana Alam di Sumatra Diperpanjang
Pemerintah Anggarkan Rp 60 T untuk Darurat Bencana di 2026
147 Orang Masih Hilang, Kelanjutan Operasi SAR Korban Bencana Sumatera Dievaluasi Lusa
Duka Selimuti Awal 2026, 380 Ribu Korban Bencana Sumatra Berstatus sebagai Pengungsi