BNPB Mulai Fokus Cari Jenazah Santri Tertimbun Bangunan Roboh Ponpes Al Khoziny, Tak Ada Lagi Tanda kehidupan
Sejumlah petugas Tim SAR gabungan berjaga di sekitar bangunan musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
MerahPutih.com - Data sementara per Jumat (3/10) pukul 11.45 WIB, jumlah korban bangunan roboh mencapai 166 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 111 orang telah ditemukan dengan rincian 14 orang masih dirawat inap, 89 orang pulang, dan sembilan orang meninggal dunia.
Korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD RT Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Sheila Medika, RS Unair, RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, serta RS Sakinah Mojokerto.
Dalam pencarian ini, lebih dari 400 personel gabungan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PMI, relawan, dan berbagai instansi terkait, bekerja siang dan malam selama 24 jam dalam operasi pencarian korban ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, operasi SAR dilaksanakan dengan sistem bergantian, melibatkan penggunaan teknologi pendeteksi korban hingga alat berat untuk evakuasi jenazah.
Baca juga:
Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Akibat Runtuhnya Bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny
Di hadapan puluhan pewarta di tenda media center darurat itu, dia menjelaskan bahwa tim lapangan menggunakan berbagai peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.
Seiring hasil asesmen terakhir yang tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, pencarian kini berfokus pada evakuasi jenazah.
BNPB mengerahkan dukungan logistik dan peralatan, termasuk 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta alat berat berupa crane, excavator breaker, dump truck, hingga mobil ambulans.
Menurut dia, anggaran operasional alat berat disiapkan untuk mendukung pencarian selama sepekan. Selain itu BNPB sudah menyalurkan insentif operasional bagi personel SAR gabungan agar misi berjalan optimal.
“Kami terus maksimalkan pencarian, setiap perkembangan hasil operasi akan disampaikan tiga kali sehari,” ujar Suharyanto. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
1.178 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya masih Hilang, Operasi Pencarian Korban Bencana Alam di Sumatra Diperpanjang
Pemerintah Anggarkan Rp 60 T untuk Darurat Bencana di 2026
147 Orang Masih Hilang, Kelanjutan Operasi SAR Korban Bencana Sumatera Dievaluasi Lusa
Duka Selimuti Awal 2026, 380 Ribu Korban Bencana Sumatra Berstatus sebagai Pengungsi
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
[HOAKS atau FAKTA]: Gempar! Keputusan PBB Langkahi Indonesia Tetapkan Status 'Bencana Internasional' di Sumatra
BNPB Jamin Logistik Korban Bencana Sumatra tak Mengendap Lebih daripada 2 Hari
BNPB: 1.137 Orang Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra
BNPB Percepat Bangun Huntara, Kerja 19 Jam Per Hari
Kabar Gembira! Dana Tunggu Korban Banjir Sumatera Rp 600 Ribu Per Bulan Segera Cair