Film

Bintangi Film Tentang Toleransi Antar Umat Beragama, Rayn Wijaya Luncurkan Komentar Mengejutkan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 03 April 2019
Bintangi Film Tentang Toleransi Antar Umat Beragama, Rayn Wijaya Luncurkan Komentar Mengejutkan

Rayn Wijaya, pemeran utama pada film Bumi itu Bulat (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BINTANG muda berbakat Rayn Wijaya, menjadi salah satu pemeran utama di film 'Bumi Itu Bulat'. Dalam film yang mengangkat soal isu Toleransi Umat Beragama di kalangan milenial, aktor berusia 23 tahun itu berperan sebagai karakter Rahabi.

Karakter Rahabi merupakan karakter pria yang memiliki tanggung jawab besar dengan keluarga serta lingkungan persahabatan. Rahabi merupakan leader dari grup Acapella yang mempunyai mimpi besar. Karakternya sangat keras kepala namun berprinsip.

Seperti yang diketahui, Rayn biasanya membintangi film-film dengan genre horor, komedi ataupun drama. Hal itu terlihat dari beberapa daftar film layar lebar yang dibintanginya. antara lain yaitu 17 Tahun Ke Atas (2014), After School Horor (2016), Dear Nathan (2017), Tumbal The Ritual (2018), Tabu (2018).

Poster film Bumi Itu Bulat (Foto: instagram @boxofficemovie_)

Namun kali ini Rayn dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat. Karena pada film 'Bumi Itu Bulat', mengangkat kisah tentang toleransi antar umat beragama. Tapi, Rayn tak lantas pesimis, justru dirinya makin bersamangat lantaran mendapat tantangan baru.

"Awalnya aku gatau film ini ada toleransinya, Film seberat ini belum masuk daftar list atau tujuan aku sebelumnya, soalnya biasanya kan horor atau drama, tapi setelah aku pikirin dan pertimbangkan, ini menjadi tantangan buat aku" ucap Rayn Wijaya saat ditemui merahputih.com di kawasan Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (2/4).

Baca juga:

Demi Totalitas Berbahasa India di Film 'Kuambil Lagi Hatiku', Lala Karmela Rela Lakukan Ini

Pesan dalam film sangat bagus, hingga Rayn tertarik membitanginya (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Pada kehidupan nyata, Rayn pun tak menampik jika banyak sekali isu-isu politik serta isu intoleran tengah marak di Indonesia. Karena itulah dirinya pun tergerak untuk melakukan sesuatu demi kebaikan bangsa ini. Salah satunya berkontribusi lewat bermain dalam film 'Bumi itu Bulat'.

"Aku liat isu-isu politik, isu toleransi dan sebagainya. Aku orangnya gamau diem aja, aku mau berkontribusi. supaya bangsa kita itu sadar, aku peduli sama bangsa kita. itu kenapa aku tertarik dengan film ini" jelas Rayn.

Selain itu Rayn juga menambahkan, jika alasan ketertarikannya dengan film 'Bumi itu Bulat', karena pesan yang disampaikan sangat bagus. Khususnya untuk para generasi milenial di zaman sekarang.

Saat ditanya soal toleransi itu seperti apa di mata Rayn. Aktor kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1995 ini menjawabnya dengan santai. Rayn pun memberikan contoh kecilnya sebuah toleransi.

Baca juga:

Tapak Tilas Kebangkitan Produksi Film Negara Setelah Lama "Tertidur Lelap"

"Toleransi itu contoh simpelnya: misalnya aku bukan muslim, aku mempekerjakan orang muslim, misal pas waktunya solat jumat malah aku yang ingetin dia kaya 'solat jumat lu, ini hari jumat' gitu sih" tutur Ryan.

Rayn juga menuturkan, baginya toleransi ialah bagaimana kita bersikap dengan baik dengan seseorang. Karena sebagai manusia seharusnya tau mana yang baik dan mana yang tidak. (ryn)

#Film Nasional #FIlm Bumi Itu Bulat #Film Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Sinopsis Film 'Dua Nafas', Drama Keluarga tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu
Film Dua Nafas tayang 2 Juli 2026. Simak sinopsis drama keluarga yang dibintangi Aty Cancer, Adelia Rasya, dan Auzan Noh Karepesina tentang cinta, pengorbanan, dan arti keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 34 menit lalu
Sinopsis Film 'Dua Nafas', Drama Keluarga tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu
ShowBiz
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Festival Film Indonesia 2026 menghadirkan Nomination Week untuk pertama kalinya. Program ini memungkinkan masyarakat menonton film-film yang masuk nominasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
ShowBiz
Film '5 CM: Revolusi Hati' Mulai Syuting, Bawa Nostalgia Persahabatan ke Layar Lebar
Kali ini, kisah mereka tidak lagi sekadar tentang pendakian, tetapi juga tentang realitas kehidupan orang dewasa.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Film '5 CM: Revolusi Hati' Mulai Syuting, Bawa Nostalgia Persahabatan ke Layar Lebar
ShowBiz
Rocky Gerung Debut di Perfilman Nasional Lewat Peran Chef di Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Simak Sinopsisnya
Pengamat politik berlatar belakang akademisi Rocky Gerung debut di perfilman nasional melalui peran sebagai chef dalam film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
Rocky Gerung Debut di Perfilman Nasional Lewat Peran Chef di Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Simak Sinopsisnya
Fun
Setelah Piala Citra dan Busan, Pangku Menang Film Terbaik Bishkek Festival 2026
Film Indonesia Pangku (On Your Lap) meraih Grand Prix di Bishkek International Film Festival 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Setelah Piala Citra dan Busan, Pangku Menang Film Terbaik Bishkek Festival 2026
ShowBiz
FFI 2026 Usung Tema 'Askala Karya Sinema Indonesia', Simbol Cahaya Perfilman Nasional
FFI 2026 resmi mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia. Tema ini menjadi simbol cahaya yang merepresentasikan perjalanan, warisan, dan identitas perfilman nasional
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
FFI 2026 Usung Tema 'Askala Karya Sinema Indonesia', Simbol Cahaya Perfilman Nasional
ShowBiz
Sinopsis Film Horor 'Perumahan Laddaland', Teror Mencekam di Kompleks Mewah yang Menyimpan Rahasia Kelam
Film horor Perumahan Laddaland dijadwalkan tayang 13 Agustus 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan fakta menarik adaptasi film Thailand Ladda Land.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Sinopsis Film Horor 'Perumahan Laddaland', Teror Mencekam di Kompleks Mewah yang Menyimpan Rahasia Kelam
ShowBiz
Film Horor Indonesia '402: Rumah Sakit Angker Korea' Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival 2026
Film horor Indonesia 402: Rumah Sakit Angker Korea karya Anggy Umbara debut di Bucheon International Fantastic Film Festival ke-30. Simak fakta dan latar belakang filmnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Film Horor Indonesia '402: Rumah Sakit Angker Korea' Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival 2026
ShowBiz
Film 'Jangan Buang Ibu' Siap Kuras Emosi Penonton, Simak Sinopsis hingga Fakta Menariknya
Simak sinopsis dan fakta menarik film Jangan Buang Ibu yang dibintangi Nirina Zubir, Amanda Manopo, dan Refal Hady. Tayang di bioskop mulai 25 Juni 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Film 'Jangan Buang Ibu' Siap Kuras Emosi Penonton, Simak Sinopsis hingga Fakta Menariknya
Bagikan