MerahPutih.com - Film drama keluarga Jangan Buang Ibu siap menguras emosi penonton melalui kisah hangat sekaligus menyayat hati tentang hubungan ibu dan anak.
Dibintangi Nirina Zubir, Amanda Manopo, dan Refal Hady, film produksi Leo Pictures ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.
Disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu mengangkat kisah pengorbanan seorang ibu yang harus menghadapi kenyataan pahit di usia senjanya.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu
Ristiana (Nirina Zubir) adalah seorang ibu tunggal yang membesarkan ketiga anaknya, Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori), setelah ditinggal sang suami yang diperankan Dwi Sasono.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Ristiana bekerja keras demi memastikan anak-anaknya tumbuh dengan baik. Namun kehidupannya berubah ketika ia mengetahui bahwa mendiang suaminya meninggalkan utang dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut memicu berbagai persoalan dalam keluarga. Keputusan yang diambil Ristiana membuat Tama, Dewi, dan Tria berada dalam dilema. Hubungan yang sebelumnya hangat perlahan dipenuhi jarak dan kesalahpahaman.
Di tengah kerinduan seorang ibu terhadap anak-anaknya, ketiganya berusaha mencari cara untuk membalas kasih sayang serta pengorbanan yang telah diberikan selama ini.
Pertanyaannya, mampukah mereka mewujudkan bakti kepada sang ibu sebelum semuanya terlambat?
Baca juga:
Fakta Film Jangan Buang Ibu
1. Adaptasi Novel Best Seller
Jangan Buang Ibu merupakan adaptasi dari novel best seller karya Wahyu Derapriyangga yang pertama kali terbit pada 2014 melalui penerbit Wahyu Qolbu.
Novel tersebut dikenal luas karena kisahnya yang menyentuh hati. Ceritanya berpusat pada Ristiana, seorang ibu yang harus menerima kenyataan ketika dirinya dititipkan oleh anak-anak kandungnya ke panti jompo.
2. Mengangkat Isu Caregiver dan Lansia
Berbeda dari kebanyakan drama keluarga, film ini turut mengangkat isu caregiver atau perawatan orang tua di usia lanjut.
Jangan Buang Ibu tidak hanya menampilkan konflik antara anak dan orang tua, tetapi juga memperlihatkan berbagai pertimbangan emosional serta sosial yang melatarbelakangi keputusan menempatkan orang tua di panti jompo.
Penonton diajak melihat persoalan tersebut dari berbagai sudut pandang, termasuk dari sisi sang ibu yang menjadi pusat cerita.
3. Kolaborasi Perdana Nirina Zubir dan Amanda Manopo
Film ini menjadi proyek pertama yang mempertemukan Nirina Zubir dan Amanda Manopo dalam satu layar.
Keduanya membangun dinamika hubungan ibu dan anak yang kuat secara emosional. Konflik yang mereka tampilkan menghadirkan potret keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dirasakan oleh banyak penonton.
4. Mengajak Penonton Melihat Ulang Persepsi tentang Panti Jompo
Salah satu tema utama yang diangkat dalam film ini adalah stigma terhadap panti jompo.
Melalui perjalanan Ristiana dan anak-anaknya, penonton diajak memahami bahwa keputusan menitipkan orang tua ke panti jompo tidak selalu lahir dari ketidakpedulian.
Di balik keputusan tersebut sering kali terdapat berbagai pertimbangan, tekanan hidup, serta pergulatan batin yang kompleks.
Pada saat yang sama, film ini juga menyoroti kebutuhan emosional para lansia yang tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran keluarga, sebagaimana mereka dahulu merawat anak-anaknya dengan penuh cinta.
Baca juga:
Sinopsis dan 3 Fakta Menarik Film Horor 'Pemikat Jiwa', Kisah Pelet yang Berujung Petaka
Diproduseri Agung Saputra, Jangan Buang Ibu hadir sebagai drama keluarga yang mengangkat persoalan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat tayang di bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026. (Tka)