MERAHPUTIH.COM - SUTRADARA Christopher Nolan melontarkan pandangannya mengenai fenomena kritik film di era media sosial. Menurutnya, banyak penonton saat ini terlalu fokus membongkar teknik bercerita sebuah film sampai lupa menikmati cerita itu sendiri.
Dalam sebuah wawancara di siniar yang dipandu Zhong Shu di Beijing, China, Nolan menilai kemunculan kritikus film amatir menjadi tantangan baru bagi dunia perfilman.
Menurut sutradara Oppenheimer, Interstellar, dan The Dark Knight ini, banyak kritik modern berangkat dari anggapan bahwa ketika penonton berhasil mengenali teknik atau mekanisme penceritaan yang digunakan pembuat film, cerita itu dianggap gagal.
"Kritik yang sering muncul yakni karakter dibuat terlalu simpatik sehingga terasa dimanipulasi. Itu kelemahan mendasar dalam kritik film maupun kritik terhadap penceritaan," kata Nolan.
Baca juga:
Di Tengah Kritik, Christopher Nolan Dipuji Perdana Menteri Yunani atas 'The Odyssey'
Ia menegaskan memahami cara sebuah cerita bekerja bukan berarti cerita tersebut kehilangan kualitasnya. Nolan menjelaskan setiap film dibangun melalui mekanisme tertentu agar mampu membangkitkan emosi penonton.
Ketika seorang sutradara menciptakan tokoh utama yang heroik, misalnya, ia memang sengaja merancang interaksi antara karakter dan emosi penonton agar cerita terasa hidup.
"Orang-orang berpikir, 'Karena saya tahu mengapa cerita itu memengaruhi saya, berarti cerita itu tidak berhasil'. Padahal, bukan seperti itu cara kerja sebuah cerita," ujarnya.
Menurut Nolan, kemampuan penonton mengenali teknik bercerita justru tidak menghilangkan fungsi teknik tersebut. Ia berharap para kritikus film, terutama yang aktif di media sosial, dapat memahami bahwa unsur-unsur tersebut merupakan bagian penting dari proses membangun sebuah narasi.
Kritik di Tengah Kesuksesan The Odyssey
Komentar Nolan muncul ketika film terbarunya, The Odyssey, terus mencatatkan performa impresif di box office dunia. Film epik yang diadaptasi dari karya klasik Homer itu berhasil meraup pendapatan global sekitar USD 264,1 juta, atau setara sekitar Rp 4,3 triliun (dengan asumsi kurs sekitar Rp 16.300 per dolar AS), dari penayangan di 73 wilayah di seluruh dunia.
Sebelumnya, film tersebut membuka penayangan global dengan pendapatan sekitar USD 257,8 juta, sebelum terus bertambah dalam pekan-pekan berikutnya.
Keberhasilan The Odyssey kembali menunjukkan pendekatan penceritaan khas Christopher Nolan masih mampu menarik perhatian penonton dunia, meski di tengah berkembangnya budaya kritik instan di media sosial.(Tka)
Baca juga:
Christopher Nolan Ogah Garap Film Komedi Romantis, Disebut Genre Paling Susah

