MerahPutih.com - Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung internasional. Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea berhasil menembus ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) ke-30, salah satu festival film genre terbesar dan paling bergengsi di Asia.
Film produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara, dengan naskah yang ditulis oleh Lele Laila.
402 Rumah Sakit Angker Korea atau yang menggunakan judul internasional Korean Haunted Hospital dijadwalkan melakukan debut internasionalnya di BiFan pada 9 Juli 2026.
Setelah penayangan perdananya di festival tersebut, film horor ini akan melanjutkan perjalanannya ke bioskop Indonesia dengan judul baru, 402: Rumah Sakit Angker Korea.
Keikutsertaan film ini di BiFan menjadi pencapaian tersendiri bagi perfilman Indonesia, sekaligus memperluas eksposur karya sineas Tanah Air di pasar internasional.
Baca juga:
Film 'Jangan Buang Ibu' Siap Kuras Emosi Penonton, Simak Sinopsis hingga Fakta Menariknya
Film Remake dengan Sentuhan Lokal
Film ini merupakan remake dari film horor found-footage Korea Selatan tahun 2018, Gonjiam: Haunted Asylum.
Meski mengadaptasi karya yang telah dikenal luas, 402 Rumah Sakit Angker Korea tetap mempertahankan identitasnya sendiri. Film ini mengusung konsep ketegangan khas found-footage yang dikemas layaknya rekaman dokumenter, namun dengan pendekatan lokal yang disesuaikan untuk penonton Indonesia.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dekat sekaligus tetap mempertahankan nuansa mencekam yang menjadi ciri khas film aslinya.
Baca juga:
Tiga Film Sineas Indonesia Raih Penghargaan Ajang Golden FEMI Film Festival 2026 Bulgaria
Anggy Umbara mengungkapkan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan dunia perfilman sejak usia muda. Tumbuh di lingkungan keluarga pembuat film membuatnya akrab dengan proses kreatif sejak kecil.
Menurutnya, genre found-footage memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan pengalaman yang terasa lebih nyata dan imersif bagi penonton.
Ketertarikannya terhadap genre tersebut turut dipengaruhi oleh sejumlah film yang dianggap ikonik, mulai dari The Blair Witch Project, Cloverfield, Chronicle, hingga Gonjiam: Haunted Asylum. Deretan film tersebut menjadi inspirasi penting dalam membentuk gaya penyutradaraannya.
Rekam Jejak Anggy Umbara di Industri Film Indonesia
Nama Anggy Umbara bukan sosok baru di industri perfilman Tanah Air. Sutradara ini dikenal melalui sejumlah film yang meraih perhatian luas penonton Indonesia.
Beberapa karya populernya antara lain Vina: Before 7 Days, Suzzanna: Buried Alive, Comic 8, hingga Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. (Tka)