MerahPutih.com - Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi memperkenalkan tema penyelenggaraan tahun ini, yakni 'Askala Karya Sinema Indonesia'.
Tema tersebut menjadi simbol cahaya yang terus hidup, tumbuh, dan bergerak melalui karya-karya para insan perfilman Tanah Air dari generasi ke generasi.
Melalui akun Instagram resminya, FFI membagikan narasi puitis yang menggambarkan perjalanan sinema Indonesia sebagai cahaya yang selalu menemukan jalannya dalam berbagai zaman.
"Cahaya selalu menemukan jalannya. Dari bayangan menjadi cerita. Dari layar menjadi ingatan. Dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cahaya selalu menemukan jalannya. Bahkan di tengah kegelapan. Karena terkadang dalam gelap, sebuah cerita dapat bersinar paling terang," tulis akun Instagram @festivalfilmid, dikutip Minggu (14/6).
Baca juga:
Film Besutan Joko Anwar 'Ghost in the Cell' Laris Manis Dinanti di Luar Negeri, Terjual ke 68 Negara
Simbol Warisan dan Identitas Sinema Indonesia
Tema Askala Karya Sinema Indonesia merepresentasikan peran film yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium yang menyimpan ingatan kolektif, gagasan, budaya, serta identitas bangsa.
Melalui layar lebar, berbagai nilai dan cerita terus diwariskan, membentuk jejak perjalanan perfilman nasional yang terus berkembang dari masa ke masa.
Karena itu, tema tahun ini dinilai sejalan dengan semangat FFI sebagai ajang apresiasi tertinggi bagi karya dan insan perfilman Indonesia.
Baca juga:
Sinopsis hingga Fakta 'Para Perasuk', Film Indonesia yang Sempat Gegerkan Festival Sundance 2026
Jadwal FFI 2026 Masih Dinantikan
Meski tema resmi telah diumumkan, hingga saat ini panitia FFI 2026 belum mengungkap jadwal pelaksanaan rangkaian acara maupun Malam Anugerah Piala Citra.
Namun, proses persiapan penyelenggaraan dan tahapan penjurian diketahui mulai berjalan untuk menyambut ajang penghargaan film paling bergengsi di Indonesia tersebut.
Berdasarkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, FFI biasanya diawali dengan pembukaan pendaftaran film yang berlangsung pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli.
Selanjutnya, karya-karya yang memenuhi persyaratan akan memasuki tahap seleksi dan penjurian oleh dewan juri sebelum diumumkan nominasi terbaik.
Sementara itu, Malam Anugerah Piala Citra sebagai puncak acara umumnya diselenggarakan menjelang akhir tahun, biasanya pada bulan November.
Baca juga:
Tiga Film Sineas Indonesia Raih Penghargaan Ajang Golden FEMI Film Festival 2026 Bulgaria
Melanjutkan Semangat Kebangkitan Perfilman Indonesia
Sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi industri perfilman nasional, Festival Film Indonesia selalu menjadi momentum penting untuk mengapresiasi karya-karya terbaik sineas Tanah Air sekaligus mencatat perkembangan industri film Indonesia dari tahun ke tahun.
Hadirnya tema Askala Karya Sinema Indonesia diharapkan kembali menjadi ruang bagi para pembuat film untuk melahirkan karya-karya yang mampu bersinar, menginspirasi, dan meninggalkan jejak bagi generasi berikutnya.
Harapan tersebut semakin relevan mengingat penyelenggaraan FFI tahun sebelumnya menghadirkan banyak wajah baru yang berhasil mencuri perhatian industri.
Salah satunya adalah Ryan Adriandhy yang sukses melakukan debut sebagai sutradara film panjang animasi melalui Jumbo.
Selain itu, Reza Rahadian yang menjalani debut sebagai sutradara lewat Pangku juga berhasil mencatat prestasi dengan meraih empat Piala Citra pada perhelatan FFI 2025. (Tka)