BIN Ungkap Cara Kelompok Teroris Rekrut Generasi Milenial
Ilustrasi terorisme. ANTARA/HO
MerahPutih.com - Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menduga, aksi bom bunuh di Gereja Katedral Makassar dan teror di Mabes Polri adalah pelaku sel lama.
Menurut Wawan, cara perekrutan kelompok ini yang baru dengan menggunakan di media sosial.
Baca Juga
"Ini rekrutmen baru, dengan memposting bisa melakukan tanya jawab, pola lama tapi caranya rekrutmen orang baru,” kata Wawan, Minggu (4/4).
Dia menjelaskan, sasaran kelompok ini generasi milenial yang tidak memiliki tanggungan. Serta lebih mudah diiming-iming untuk mati masuk surga.
“Lebih berpikir ada iming-iming daripada susah-susah kita mati masuk surga,” kata Deputi VII BIN itu.
Hal senada dikatakan mantan narapidana terorisme (napiter), Haris Amir Falah.
Dia mengatakan kejadian teror bom kali ini adalah sel lama yang rutin melakukan kajian di Makassar.
Haris menduga terdapat dua tempat yang jadi tempat dijadikan pembinaan.
“Ada dua tempat yang memang rutin dijadikan tempat oleh mereka untuk dijadikan pembinaan, dan pada saat yang tepat mereka melakukan aksi,” kata dia.
Dia mengatakan kejadian tersebut bukan hanya di Makassar. Tetapi juga sudah menjamur keseluruh penjuru Indonesia. Sebab, hal tersebut adalah jaringan, walaupun sudah terputus mereka memiliki akar.
“Mereka punya satu akar, akar pemikiran yang ekstream kemudian di bawah pembinaan yang terus menerus yang mestinya harus masif melawan itu,” tandasnya. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme