Bikin Perkumpulan Grafik, Politisi Gerindra Janji Buat Boarding School di Jakarta

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Januari 2021
Bikin Perkumpulan Grafik, Politisi Gerindra Janji Buat Boarding School di Jakarta

Deklarasi Grafik oleh Politisi Gerindra M.Taufik. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah tokoh mendeklarasikan perkumpulan bernama Grafik (Gerakan Berfikir Kreatif dan Cerdas) di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (3/1). Grafik ini fokus pada kegiatan sosial bagi warga miskin di ibu kota.

Salah satu inisiator Grafik ialah Mohammad Taufik yang merupakan Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi Gerindra. Taufik menegaskan tujuan didirikan Grafik ini bukan sebagai alat politik, tapi kegiatan yang bersifat sosial.

Baca Juga:

Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

"Jadi grafik itu memang khusus untuk gerakan sosial untuk membantu masyarakat di bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan ini nggak ada urusannya dengan partai politik," ujar Taufik saat deklarasi Grafik di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (3/1).

Taufik menuturkan, untuk saat ini Grafik fokus di wilayah Jakarta dahulu lantaran masih banyak warga DKI berkalangan ekonomi ke bawah. Nantinya perkumpulan ini merambah ke seluruh pelosok Indonesia.

Untuk membuktikan keseriusan Grafik, dalam waktu dekat ini akan melaksanakan penanaman 1000 mangrove di Kepulauan Seribu. Rencananya kegiatan ini menggandeng Kementerian Pariwisata.

Grafik ini juga, kata Taufik, akan membuat Boarding School di ibu kota, dengan menggandeng Pemprov DKI. Siswa Boarding School nantinya dari warga DKI yang kurang mampu.

Politisi Gerindra M Taufik. (Foto: Asropih).
Politisi Gerindra M Taufik. (Foto: Asropih).

Tak cuma satu, rencana Taufik, pesantren modern ini juga dibangun di masing-masing kota madya administrasi Jakarta. Hal ini perlu koordinasi intensif dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan per wilayah DKI.

Ia mengajak semua pihak yang memiliki keahlian dan niat tulus untuk membantu masyarakat untuk bisa bergabung ke Grafik.

"Silahkan gabung dengan kita. Ketika mau melakukan gerakan sosial kita lepas baju partai itu," sambungnya.

Rencananya dalam waktu dekat ini, ujarnya, akan segera mendaftarkan Grafik kepada Notaris. Setelah resmi didaftarkan, Grafik segera tancap gas dengan sejumlah program yang sudah dirancang.

"Semoga Grafik ini bermanfaat," tutup Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta ini. (Asp)

Baca Juga:

Kematian Akibat COVID-19 Diprediksi Menurun di April Mendatang

#Gerindra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Indonesia
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada instruksi kepada kader partainya untuk membangun atau menguasai SPPG maupun dapur program MBG.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Indonesia
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Bagikan