Headline

Bertemu Mahathir Mohamad, Megawati Tawarkan Kerja Sama Politik Regional

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 30 Juni 2018
Bertemu Mahathir Mohamad, Megawati Tawarkan Kerja Sama Politik Regional

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke Indonesia dimanfaatkan sejumlah tokoh politik di Tanah Air untuk bertemu sekaligus mengucapkan selamat secara langsung.

Tokoh politik sekaligus Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri berkesempatan melakukan pertemuan dengan Mahathir Mohamad.

Dalam pertemuan tertutup selama 30 menit di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (29/6) Ketua Umum PDI Perjuangan itu menawarkan kerja sama partai politik dan hal-hal strategis dinamika politik regional.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pertemuan antara Megawati dan Mahatir tersebut membicarakan sejumlah hal dan dalam suasana santai.

Presiden Jokowi dan PM Mahathir Mohamad
Presiden Jokowi (kedua kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Ibu Siti Hasmah (kanan) melambaikan tangan di beranda Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Pembicaraan tersebut, kata dia, juga membicarakan soal kerja sama penanganan hal-hal strategis dinamika politik regional antara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pada pertemuan itu, Megawati juga sempat bertanya kepada Mahatir dengan nada bergurau, bagaimana strategi Mahatir dapat memenangi pemilu sehingga terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia.

"Saya juga punya tanggung jawab untuk memenangkan Jokowi pada Pemilu Presiden tahun 2019," kata Hasto yang saat itu mendampingi Megawati.

Pada pertemuan yang cukup singkat tersebut, Megawati juga sebagaimana dilansir Antara sempat membawakan oleh-oleh salak Bali untuk Mahatir.

Menurut Hasto, salak bali adalah buah favorit pada persahabatan Megawati dan Mahatir.

"Ketika Megawati menjadi Presiden, beliau sering mengirim salak bali kepada Mahatir," katanya.

Hasto menambahkan, saat menjabat sebagai Presiden, Megawati sering mengadakan pertemuan bilateral Indonesia dan Malaysia.

"Pertemuan berjalan sangat akrab. Pertemuan di masa lalu itu dapat dilihat dari gambaran yang ada di saat ini," kata Hasto.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dampak Konflik Suriah 66 Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal

#Hasto Kristiyanto #Megawati Soekarnoputri #PM Malaysia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kopilot Bawa Narkoba ke Indonesia, Pemerintah Malaysia Bakal Tempatkan Polisi di Bandara KLIA
Malaysia mempertimbangkan penugasan anggota kepolisian di dalam Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) untuk mencegah hal serupa terjadi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Kopilot Bawa Narkoba ke Indonesia, Pemerintah Malaysia Bakal Tempatkan Polisi di Bandara KLIA
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Bagikan