Bertarung Lawan Calon Usungan PDIP, 5 Kader Jateng Dipecat Partai

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 24 Oktober 2020
Bertarung Lawan Calon Usungan PDIP, 5 Kader Jateng Dipecat Partai

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto memberikan surat rekomendasi pada pasangan Gibran-Teguh di Pilwakot Solo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah memecat lima kadernya selama pelaksanan Pilkada serentak berlangsung. Pemecatan dilakukan karena membelot dari keputusan partai terkait rekomendasi di pilkada serentak.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, pihaknya memberikan sanksi tegas pada kader yang tidak mematuhi keputusan terkait hasil rekomendasi partai. Sanksi berupa pemceatan tersebut diberikan pada lima kader dari sejumlah daerah.

"Sebanyak lima kader kami berikan sanksi pemecatan. Mereka dipecat karena tidak mematuhi kepoutusan partai terkait rekomendasi partai," kata Kusriyanto, Sabtu (24/10).

Baca Juga:

Menteri Tidak Loyal, Jokowi Diminta Segera Cari Pengganti

Kusriyanto mengatakan kelima kader PDIP yang dipecat tersebut berasal dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Klaten. Kelimanya, yakni Bupati Semarang Mundjirin dan anaknya, Biena Munawar Hatta (Kabupaten Semarang), Dwi Astutiningsih (Kabupateb Blora), Mugiyono (Kabupaten Demak), dan Harjanta (Kabupaten Klaten).

"Surat pemecatan para kader tersebut telah diturunkan DPP PDIP. Mereka sudah tidak lagi menjadi kader PDIP," katanya

Ia menegaskan, kelima kader ini dianggap tidak patuh dan tidak tegak lurus terhadap rekomendasi partai saat pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Para kader tersebut dipecat karena maju di Pilkada melawan pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP.

"Dua kader lainnya mendukung anggota keluarga maju sebagai calon bupati dari partai di luar PDIP," tutur dia.

Ia menjelaskan, Bupati Semarang Mundjirin disanksi karena dianggap mendukung istrinya, Bintang Narsasi maju di Pilkada Kabupaten Semarang. Demikian juga Biena Munawar Hatta, anak Mundjirin. Anggota DPRD Kabupaten Semarang tersebut dianggap memberi jalan kepada ibunya maju.

Sekretaris PDIP Jateng
Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto. (MP/Ismail)

Sementara PDIP mengusung paslon Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada Kabupaten Semarang. Kemudian Dwi Astutiningsih dipecat karena maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Padahal PDIP telah mengusung Arif Rohman-Tri Yuli Setyowati.

Dikatakannya, Mugiyono juga maju sebagai Calon Bupati Demak dengan menggandeng Badarudin Ma'shum (Gus Bad). Mugiyono yang kini kader Gerindra memilih menyeberang setelah PDIP memberikan rekom pada Eistianah-Ali Makhsun.

Terakhir Harjanta dipecat karena maju Pilkada Klaten melalui partai lain. Dia melawan jagoan PDI Perjuangan, Sri Mulyani-Yoga Hardaya.

"Pemecatan lima kader PDIP sekaligus sebagai bentuk peringatan pada lainnya untuk tegak lurus menjalankan keputusan partai," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga:

Hadapi Pilkada, PDIP Minta Kader Tidak Terlena Kemenangan Pemilu

#Pilkada Serentak #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan