MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah memecat lima kadernya selama pelaksanan Pilkada serentak berlangsung. Pemecatan dilakukan karena membelot dari keputusan partai terkait rekomendasi di pilkada serentak.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan, pihaknya memberikan sanksi tegas pada kader yang tidak mematuhi keputusan terkait hasil rekomendasi partai. Sanksi berupa pemceatan tersebut diberikan pada lima kader dari sejumlah daerah.
"Sebanyak lima kader kami berikan sanksi pemecatan. Mereka dipecat karena tidak mematuhi kepoutusan partai terkait rekomendasi partai," kata Kusriyanto, Sabtu (24/10).
Baca Juga:
Menteri Tidak Loyal, Jokowi Diminta Segera Cari Pengganti
Kusriyanto mengatakan kelima kader PDIP yang dipecat tersebut berasal dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Klaten. Kelimanya, yakni Bupati Semarang Mundjirin dan anaknya, Biena Munawar Hatta (Kabupaten Semarang), Dwi Astutiningsih (Kabupateb Blora), Mugiyono (Kabupaten Demak), dan Harjanta (Kabupaten Klaten).
"Surat pemecatan para kader tersebut telah diturunkan DPP PDIP. Mereka sudah tidak lagi menjadi kader PDIP," katanya
Ia menegaskan, kelima kader ini dianggap tidak patuh dan tidak tegak lurus terhadap rekomendasi partai saat pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Para kader tersebut dipecat karena maju di Pilkada melawan pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP.
"Dua kader lainnya mendukung anggota keluarga maju sebagai calon bupati dari partai di luar PDIP," tutur dia.
Ia menjelaskan, Bupati Semarang Mundjirin disanksi karena dianggap mendukung istrinya, Bintang Narsasi maju di Pilkada Kabupaten Semarang. Demikian juga Biena Munawar Hatta, anak Mundjirin. Anggota DPRD Kabupaten Semarang tersebut dianggap memberi jalan kepada ibunya maju.
Sementara PDIP mengusung paslon Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada Kabupaten Semarang. Kemudian Dwi Astutiningsih dipecat karena maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Padahal PDIP telah mengusung Arif Rohman-Tri Yuli Setyowati.
Dikatakannya, Mugiyono juga maju sebagai Calon Bupati Demak dengan menggandeng Badarudin Ma'shum (Gus Bad). Mugiyono yang kini kader Gerindra memilih menyeberang setelah PDIP memberikan rekom pada Eistianah-Ali Makhsun.
Terakhir Harjanta dipecat karena maju Pilkada Klaten melalui partai lain. Dia melawan jagoan PDI Perjuangan, Sri Mulyani-Yoga Hardaya.
"Pemecatan lima kader PDIP sekaligus sebagai bentuk peringatan pada lainnya untuk tegak lurus menjalankan keputusan partai," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).
Baca Juga:
Hadapi Pilkada, PDIP Minta Kader Tidak Terlena Kemenangan Pemilu