Bersihkan Citra Korup DPR Jadi Tugas Berat Puan Maharani Sebagai Ketua DPR
Puan Maharani saat memberikan keterangan di Ruang Fraksi PDI Perjuangan, Kompleks Parlemen, Senayan, (Selasa (1/10) siang. (Foto: MP/Kanu)
MerahPutih.Com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai pemilihan Puan Maharani sebagai Ketua DPR periode 2019-2024 bukan hal yang istimewa. Hal itu tidak terlepas dari posisi PDI Perjuangan selaku pemenang Pemilu 2019.
Selain itu, menurut UU MD3, pemenang Pemilu atau peraih kursi terbanyak berhak menempati posisi Ketua DPR.
Baca Juga:
Jadi Ketua DPR Perempuan Pertama, Puan Maharani: Pecah Telur
Nah, apa saja tugas dan peran Puan Maharani sebagai Ketua DPR? Menurut Wempy, tugas berat pertama yang harus diemban putri Megawati Soekarnoputri ini yakni mengembalikan citra DPR yang selama ini tercoreng kasus korupsi yang melibatkan sejumlah anggota DPR.
Yang kedua adalah, meningkatkan kinerja DPR. ada banyak sekali undang-undang yang harus dibahas.
"Tapi kenyataannya tidak banyak undang-undang yang dihasilkan oleh DPR sebelumnya. Selain itu perlu ada keterlibatan publik dalam setiap pembahasan undang-undang agar tidak menimbulkan polemik seperti yang terjadi saat ini," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Selasa (1/10).
Berdasarkan catatan Indonesia Corruption Watch (ICW), terdapat 22 anggota DPR periode 2014-2019 yang menjadi tersangka KPK. Dua di antaranya adalah eks Ketua DPR Setya Novanto dan eks Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Mereka terdiri atas Golkar 8 orang, disusul Demokrat dan PAN berjumlah 3 orang, kemudian PDIP 2 orang, Hanura 2 orang, NasDem 1 orang, PKB 1 orang, PKS 1 orang, dan PPP 1 orang. Sementara untuk anggota DPRD seluruh Indonesia, terdapat 232 orang yang menjadi tersangka.
Lebih lanjut, analis politik dari Indopoling Network ini juga mengungkapkan tak ada indikasi campur tangan Presiden Joko Widodo dalam penunjukkan Puan.
"Saya melihat bahwa Jokowi tidak terlalu masuk jauh dalam urusan internal partai. Dia selalu mengambil jarak dan membebaskan parpol untuk menentukan kadernya masuk dalam kekuasaan," imbuh dia.
Wempy berujar, dipilihnya Puan tentu ada pertimbangan sendiri PDIP, kalau secara pengalaman, Puan sudah banyak pengalaman baik di DPR maupun di kementrian.
"Selain itu, yang penting adalah kehadiran Puan sebagai ketua DPR RI untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh partai. Puan dianggap sebagai trah dari keluarga Soekarno sehingga bisa diterima oleh semua kelompok/kader PDIP," kata Direktur Indo Polling Network ini.
Menurut dia, kehadiran Puan sebagai ketua DPR RI tidak semata karena anak Megawati Soekarnoputri.
"Tapi lebih dari itu adalah untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh partai moncong putih tersebut," jelas Wempy.
Terkait dengan kemampuan Puan, Wempy melihat mantan Menko PMK itu mempunyai pengalaman dan kemampuan untuk memimpin DPR RI.
Sebab dia tidak sendirian, masih ada wakil ketua lain yang membantu dia dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ketua DPR.
"Apalagi kepemimpinan DPR adalah kepemimpinan kolektif kolegial. Artinya semua bisa berperan dengan maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pimpinan DPR," jelas Wempy.
Baca Juga:
Hari ini di kompleks parlemen sebanyak 575 anggota DPR akan mengucapkan sumpah jabatan sebagai wakil rakyat. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat setidaknya 56 persen dari 575 anggota dewan terpilih periode 2019-2024 merupakan petahana. Artinya, anggota dewan periode 2014-2019 masih mendominasi kursi dewan yang terhormat di DPR periode 2019-2024 ketimbang anggota yang baru.
Sementara, semua pimpinan DPR diisi wajah baru. Selain Puan di level Ketua, adapula Azis Syamsudin, Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel.(Knu)
Baca Juga:
Puan Maharani Ketua DPR, Sufmi Dasco dan Rachmat Gobel Jabat Wakil
Bagikan
Berita Terkait
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Maharani usul Pajak Dinaikan agar Uangnya Bisa Bantu Korban Bencana, Menkeu Purbaya Langsung Menolak
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Minta Rakyat Patungan Beli Hutan untuk Cegah Bencana Alam Terjadi akibat Kerusakan Alam
Puan-Dasco Kompak Enggan Bahas soal Usulan Koalisi Permanen
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Ketua DPR Puan Maharani Sampaikan Refleksi Akhir Tahun 2025