Berselang 50 Tahun, Kalender 1971 Bisa Dipakai Lagi di 2021

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 05 Januari 2021
Berselang 50 Tahun, Kalender 1971 Bisa Dipakai Lagi di 2021

Meski berselang 50 tahun, kalender 1971 dan 2021 ternyata sama. (Foto: Pexels/@Olya Kobruseva)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SATU benda yang biasanya selalu dibeli di awal tahun: kalender. Walau sudah ada penanggalan di telepon pintar, banyak orang masih mengandalkan kalender konvensional untuk diletakkan di atas meja maupun dipaku di dinding. Tujuannya untuk lebih memudahkan melihat tanggal hari ini tanpa perlu repot membuka gawai.

Setiap tahunnya, kita akan selalu disuguhi dengan kalender baru karena di tahun yang baru seharusnya hari dan tanggal pun akan ikut berubah. Namun, tahukah kamu kalau kalender yang dibuat setengah abad lalu ternyata dapat digunakan tahun ini?

Baca juga:

Kabar Baik, Ini Arti 2021 dalam Numerologi

Berselang Setengah Abad, Kalender 1971 Bisa Dipakai di 2021
Kalender 1971 hari dan penanggalannya sama persis dengan tahun 2021 namun tetap memiliki perbedaan. (Foto: Twitter/@arbainrambey)

Memulai 2021, fotografer senior Arbain Rambey mengunggah foto kalender dari tahun 1971 yang ternyata sama persis dengan tahun 2021. "Kalender 1971 bisa dipakai lagi. Persis, hemat," cicitnya dalam akun Twitter pribadinya.

Meskipun masih meggunakan ejaan lama seperti 'Djanuari' dan 'Djum'at', hari dan tanggal yang tertera dalam kalender itu sama dengan yang sedang kita jalani saat ini.

Serupa tapi tak sama. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kalender dari Toko Buku & Alat-Alat Tulis Linawan itu. Sebab meski hari dan tanggalnya tepat, sistem Pancawara yang ada dalam budaya Jawa dan Balinya berbeda.

Misalnya, pada 1 Januari 1971 adalah Jumat Wage, sementara 1 Januari tahun ini merupakan Jumat Pahing. Tak hanya itu, sejumlah tanggal merah yang berisi hari-hari besar dan hari raya juga berbeda. Sehingga tidak bisa dikatakan sama persis.

Baca juga:

Survive di 2020, Optimalkan Resolusi untuk Tahun Baru 2021

Berselang Setengah Abad, Kalender 1971 Bisa Dipakai di 2021
Kalender 2021 bisa kembali dipakai bertahu-tahun lalu dan tahun-tahun yang akan datang. (Foto: When Can I Reuse This Calendar)

Menanggapi tweet Rambey, seorang warganet dengan akun @mutiaashmars membalasnya dengan sembuah gambar yang diambil dari mesin pencarian Google. Ternyata tidak hanya kalender 1971 saja yang bisa dipakai untuk tahun 2021.

Tampaknya berdasarkan perhitungan, ada sejumlah tahun lain yang kalendernya bisa dipakai ulang tahun ini. Di antaranya ialah 1926, 1937, 1943, 1954, 1965, 1971, 1982, 1993, 1999, dan 2010. Jika diperhatikan, setiap tahunnya berselang 11 tahun, enam tahum, 11 tahun, 11 tahun, dan kembali menjadi enam tahun.

Oleh sebab itu, untuk ke depannya kalender tahun ini dapat kamu gunakan lagi untuk tahun 2027, 2038, 2049, 2055, 2066, 2077, 2083, 2094, 2100, 2106, dan 2117. Sayangnya jika kamu masih menganut sistem penanggalan Jawa, kalender ini tidak akan lagi berguna.

Lebih lanjut, hari besar dan hari raya tetap akan berubah meskipun hari tanggalnya persis sama. Jadi mau tak mau kamu tetap harus membeli kalender setiap tahun deh. (sam)

Baca juga:

2021 Disambut dengan Lagu 'I Will Survive' dari Gloria Gaynor

#2021 #Tahun Baru
Bagikan
Ditulis Oleh

Samantha Samsuddin

Be the one who brings happiness

Berita Terkait

Dunia
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Inspeksi berkala tidak dilakukan antara 2020 dan 2025. Otoritas setempat sangat menyesalkan hal ini
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Dunia
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Para manajer Le Constellation diduga telah melakukan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan luka fisik karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian.
Dwi Astarini - Minggu, 04 Januari 2026
 Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Dunia
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Pihak berwenang menyebut botol-botol sampanye yang dipasangi kembang api tangan itu berada terlalu dekat dengan langit-langit.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Indonesia
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Pengembangan kawasan inklusif di sekitar stasiun terbukti menjadi daya tarik kuat bagi warga
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Indonesia
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan yakni sampah plastik, styrofoam, serta sisa-sisa makanan, dan sampah rumah tangga lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton
Indonesia
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Seribu lilin dinyalakan sebagai simbol refleksi sekaligus empati bagi warga di Sumatra dan Kalimantan yang tengah dilanda bencana, Rabu (31/12/2025).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Indonesia
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Konsentrasi sampah terlihat paling padat di area alun-alun Museum Fatahillah dan sekitar pintu masuk Stasiun Kota, yang merupakan titik kumpul utama ribuan pengunjung saat merayakan malam tahun baru.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Indonesia
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Dalam upaya memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, Pemprov DKI menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra penyalur bantuan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Indonesia
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Kapolri mengatakan masyarakat umumnya mengikuti aturan tersebut karena merupakan bagian dari empati kepada korban bencana di Pulau Sumatra.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Dunia
Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026
Pulau Kiribati menjadi lokasi pertama di dunia yang menyambut tahun baru pada pukul 17.00 WIB.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
  Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026
Bagikan