Wisata

Berkawan dengan Warga Lokal Bikin Traveling makin Berkesan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 September 2018
Berkawan dengan Warga Lokal Bikin Traveling makin Berkesan

Berkawan dengan warga lokal memberi banyak keuntungan. (foto: Pixabay/igorovsyannykov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK cara membuat liburanmu terasa bermaknsa. Salah satunya dengan menjalin pertemanan dengan warga lokal. Berteman dengan warga sekitar tempat melancong memberi beberapa keuntungan, semisal memperluas jaringan, menambah wawasan, hingga mendapatkan informasi penting yang jarang diketahui turis lain.

Menjalin keakraban dengan warga lokal juga memungkinkan kamu mendapatkan penginapan gratis apabila sewaktu-waktu kembali ke destinasi tersebut. Supaya penduduk lokal terbuka dan akrab dengan kamu, tentunya kamu harus membuat mereka nyaman. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan supaya warga lokal senang dengan keberadaan kamu.


1. Belajar Bahasa Setempat

Pelajari beberapa kosakata dalam bahasa setempat. (foto: Pixabay/pexels)

Secara psikologis, seseorang lebih nyaman berbicara dengan orang yang memiliki bahasa yang sama dengan mereka. Ketika kamu berbicara bahasa daerah, penduduk lokal merasa memiliki kedekatan emosional dengan kamu. Mereka pun akan bersikap lebih terbuka dan hangat dengan kamu. Keakraban pun lebih mudah terjalin saat kamu mengobrol daerah bahasa setempat.

Jadi saat kamu yang datang ke tempat asing, pelajarilah sedikit bahasa setempat. Hafalkan beberapa kalimat yang kerap digunakan sehari-hari, misalnya nama, terima kasih, maaf, tolong, hingga menanyakan waktu dan nama orang lain. Jangan pernah takut apabila penguasaan bahasa kamu masih kurang fasih dan terbata-bata. Warga sekitar akan memaklumi dan mengapresiasi kesediaan kamu mempelajari bahasa mereka.


2. Membeli Produk Lokal

Beli suvenir dari perajin lokal saja. (foto: Pixabay/pexels)

Warga lokal memberdayakan kemampuan mereka dalam menghasilkan kerajinan tangan. Mulai dari mutiara, gelang, pajangan, kotak tissue, hingga alas gelas. Belilah produk lokal yang dijual para perajin rumahan. Cara tersebut membuat kamu berpartisipasi dalam perekonomian lokal. Mereka pun akan berterima kasih dan bersikap hangat dengan kamu. Sikap yang hangat dan bersahabat menjadi awal persahabatan kamu dengan warga lokal. Selain itu, barang yang dijajakan pedagang lokal biasanya lebih murah ketimbang yang dijual di toko-toko besar.

3. Kurangi Penggunaan Plastik

Hindari penggunaan plastik yang bisa jadi sampah. (foto: Pixabay/tookapic)

Salah satu stigma yang menempel di turis domestik ialah sampah. Sejumlah tempat rekreasi yang ada di daerah dihiasi sampah. Sampah-sampah tersebut sebagian besar dihasilkan para turis dalam negeri. Hal tersebut tentu membuat warga lokal gusar. Mereka tak ingin tempat tinggal mereka dibanjiri sampah yang dibawa turis. Dengan mengurangi penggunaan plastik, kamu telah berpartisipasi meminimalisasi sampah yang dihasilkan. Apabila warga lokal melihat usaha kamu menjaga lingkungan, stigma mereka perlahan-lahan akan memudar. Mereka pun akan nyaman dan bersahabat dengan kamu.

4. Menginap di Rumah Penduduk

Menginap dan ikuti aktivitas warga setempat. (foto: Pixabay/hong_kim)

Lupakan hotel. Kamu bisa menginap di rumah warga. Menginap di rumah masyarakat lokal membuat kamu irit ongkos penginapan. Selain itu, kamu bisa merasakan kehidupan pedesaan yang sesungguhnya. Supaya mereka nyaman dan senang dengan keberadaan kamu, bantu mereka dalam beraktivitas sehari-hari, misalnya bantu mencuci piring, memasak, atau membantu di sawah. Dengan demikian, tak hanya nyaman, mereka pun akan menganggap kamu sebagai bagian dari keluarga mereka.

5. Bersikap Ramah kepada Warga Lokal

Selalu tersenyum dan ramah bikin banyak teman.(foto: Pixabay/free-photos)

Jangan ragu dan malu untuk bersikap ramah dengan semua penduduk lokal yang kamu temui kala berlibur. Biasanya penduduk lokal cenderung segan dan malu untuk mengajak turis mengobrol. Untuk itu, kamu harus berinisiatif terlebih dahulu. Buka obrolan secara ramah dengan orang-orang sekitar mulai dari pedagang asongan, supir, penjual suvenir, atau pemilik tempat makan. Dari perbincangan singkat tersebut, mungkin saja kamu bertemu orang-orang yang cocok dan bersikap ramah. Pertemanan baik pun dapat terjalin. Meskipun bersikap ramah, kamu tetap harus waspada terhadap orang-orang yang mungkin berniat buruk. (avia)

#Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Jumlah penumpang Whoosh WNA mencapai 401.282 orang, naik 60 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 251.525 penumpang.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Bagikan