MerahPutih.com - Presiden terpilih, Prabowo Subianto, memiliki tugas untuk menyelamatkan kelompok petani. Salah satunya terkait kesehjateraan mereka.
Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon mengatakan, kesejahteraan petani ini memang tak akan pernah usang. Sebab, kunci ketersediaan pangan memang adalah kesejahteraan petani.
Baca juga:
Anies Ogah Berandai-Andai Dijadikan Menteri di kabinet Prabowo
Jika petani tak sejahtera, mereka akan pindah ke profesi lain dan mengubah lahan pertaniannya menjadi lahan non-pertanian.
“Ketika itu terjadi, maka masa depan pangan kita akan terancam,” ujar Fadli di Jakarta, Sabtu (27/4).
Menurut Fadli, meski jumlah petani padi Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia, tetapi produksi beras di Tanah Air terus-menerus tak pernah bisa memenuhi jumlah permintaan.
Jumlah produksi dan konsumsi beras berada di posisi perlombaan yang tak sehat. Dengan jumlah penduduk 280 juta dan angka pertumbuhan penduduk sekitar 1,1-1,4 persen per tahun, produksi beras sulit untuk bisa mengimbangi kenaikan pertumbuhan tersebut.
“Jika tak segera melakukan perubahan drastis, kita rawan terhadap krisis pangan,” ujar Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.
Demi mengatasi masalah-masalah tersebut, ia telah memberikan masukan kepada Presiden terpilih mengenai sejumlah isu krusial. Pertama, adalah soal produktivitas.
“Kami melihat bahwa agenda reforma agraria harus dilakukan lebih masif dan sistematis, karena angka kepemilikan lahan petani kita sangat kecil,” urai Politikus Gerindra ini.
Kedua, soal subsidi dan pemberian insentif bagi petani. “Tanpa insentif, orang tentu enggan mempertahankan profesi dalam bidang usaha tani,” jelas Fadli yang juga Ketua HKTI ini.
Baca juga:
Ketua DPRD Kritik Pj Heru Belum Berhasil Tuntaskan Macet dan Banjir
Selain itu, masih terkait soal insentif, Fadli juga menilai, kebijakan harga dasar dan harga tertinggi untuk gabah perlu diefektifkan.
Kebijakan tersebut harus berlaku untuk semua jenis usaha perberasan, baik swasta maupun BUMN. Harus ada sanksi bagi pelaku usaha yang membeli di bawah harga dasar.
“Tujuannya adalah melindungi para petani produsen, khususnya pada saat panen, agar harga produk mereka tidak jatuh,” ungkap Fadli.
Fadli yakin, program makan siang gratis pemerintahan Prabowo bisa menyerap produk petani dan pertanian domestik, mulai dari beras, sayur, susu, daging, ikan, dan sejenisnya.
Program tersebut harus berjalan beriringan dengan program perbaikan produktivitas pertanian.
“Program ini harus menggerakkan ekonomi rakyat, sebagaimana selama ini identik dengan kampanye Pak Prabowo,” tutup Fadli Zon. (knu)
Baca juga:
Program Makan Siang Gratis Prabowo Harus Perhatikan Kondisi Stok Beras Nasional