Kesehatan

Berbagai Jenis Tanaman Pengusir Nyamuk

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 09 Desember 2023
Berbagai Jenis Tanaman Pengusir Nyamuk

Tanaman ini bisa menjadi alternatif yang lebih bersahabat bagi kesehatan daripada obat pengusir nyamuk.(foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSIM pancaroba datang, nyamuk menyerang. Selain memakai obat semprot pengusir nyamuk, kamu juga bisa loh memakai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini bisa menjadi alternatif yang lebih bersahabat bagi kesehatan daripada obat pengusir nyamuk. Bahan aktif diethyl-meta-toluamide (DEET) dalam obat pengusir nyamuk berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Selain itu, losion atau pengusir nyamuk berbentuk spray juga biasanya ditambahkan zat DEET dengan kadar 5 persen–99 persen. Di satu sisi, bahan kimia ini menawarkan perlindungan terhadap nyamuk hingga 12 jam. Di sisi lain, penggunaan bahan kimia berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan.

Seperti dikabarkan Healthline, DEET dapat mengiritasi kulit, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi kulit yang parah. Ada beberapa laporan bahwa paparan DEET dosis tinggi juga berpotensi menyebabkan insomnia, gangguan fungsi kognitif, dan gangguan suasana hati. Namun, losion atau semprotan nyamuk dengan kadar DEET 10 persen–30 persen tergolong aman digunakan pada anak kecil usia 2 bulan lebih hingga orang dewasa.

BACA JUGA:

Nyamuk tak Asal Gigit

Tanaman Pengusir Nyamuk

sereh

Wangi sereh atau citronella ini segar bagi manusia tapi tidak disukai nyamuk.(foto: freepik/jcomp)

Cobalah kembali memakai bahan alami, salah satunya yaitu menggunakan tanaman. Merahputih.com merangkum beberapa tanaman yang diyakini dapat membantu mengusir nyamuk, yaitu:

Serai wangi

Serai wangi atau citronella sudah lama dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Wangi tanaman ini segar bagi manusia tapi tidak disukai oleh nyamuk. Kamu bisa menanam serai wangi di pekarangan rumah atau di dalam pot di dalam rumah untuk mencegah datangnya nyamuk.

Kayu manis

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minyak kayu manis dapat membunuh telur nyamuk. Tak hanya itu, menyemprotkan minyak kayu manis ke kulit atau sekitar rumah juga dapat mengusir nyamuk dewasa.

Thyme

Minyak dari ekstrak thyme juga bisa memberi perlindungan dari gigitan nyamuk. Jika kamu ingin membuat sendiri obat nyamuk dari tanaman pengusir nyamuk ini, cobalah campurkan 60 mililiter air dengan 5 tetes minyak thyme. Semprotkan ke bagian tubuh atau tempat-tempat yang ingin kamu hindarkan dari nyamuk.

Mint

Daun mint yang wangi dan menyegarkan ternyata juga merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang ampuh. Penelitian mengungkap bahwa ekstrak daun mint dalam bentuk minyak, efektif dalam mencegah nyamuk Anopheles hinggap di tubuh.

BACA JUGA:

Tanaman untuk Mengusir Nyamuk

Lavender

Bunga lavender yang telah dilumat akan menghasilkan minyak. Minyak itulah yang berguna untuk mengusir nyamuk. Oleskan minyak dari tanaman mengusir nyamuk tersebut pada anggota tubuh agar kamu terhindar dari gigitan nyamuk.

Lemon eukaliptus

Minyak lemon eukaliptus dapat membantu mencegah gigitan nyamuk dan dapat bekerja hingga 2 jam. Obat nyamuk yang mengandung minyak lemon eukaliptus dapat bekerja seefektif obat nyamuk yang mengandung DEET 6,65%. Namun, minyak ini tidak cocok digunakan pada anak berusia di bawah 3 tahun.

Jangan salah ketika ingin membeli. Pilihlah minyak lemon eukaliptus yang dibuat sebagai pengusir nyamuk dan bukan dalam bentuk minyak esensial.

Kedelai

lavender

Oleskan minyak dari tanaman bunga lavender pada anggota tubuh agar kamu terhindar dari gigitan nyamuk.(foto: freepik/fabrikasimf)

Kedelai dapat diolah menjadi minyak kedelai untuk menghindari gigitan nyamuk. Agar efeknya optimal, campurkan minyak kedelai dengan minyak serai. Penelitian mengungkapkan bahwa campuran kedua formula ini ampuh untuk membasmi lebih dari satu jenis nyamuk.

Tanaman pengusir nyamuk ini memang alami, namun kamu juga harus tetap berhati-hati menggunakannya, terutama jika dalam bentuk minyak, sebab ada kemungkinan kamu alergi terhadap bahan-bahan tersebut.(dgs)

BACA JUGA:

Sabun Mandimu Bisa Jadi Penarik Nyamuk

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan