Berawal Hobi, Kerajinan Naditha Creation Tembus Pasar Asia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 25 April 2016
Berawal Hobi, Kerajinan Naditha Creation Tembus Pasar Asia

Pemilik Naditha Creation Ellies E Chusnadi saat ditemui di Pameran Inacraft, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/4). (Foto: MerahPutih/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Berangkat dari hobi membuat membuat gift atau hadiah, mendorong Ellies E Chusnadi menekuni usaha produk craft box, hantaran natal, dan lain sebagainya. Berkat kerja kerasnya, produk buatannya mampu menembus pasar Asia, seperti Malaysia, Dubai, dan Singapura.

Pemilik Naditha Creation Ellies E Chusnadi mengatakan bahwa pembuatan produk kerajinan atau craft memang sudah lama ditekuni sejak masih duduk dibangku sekolah dasar. Ia mulai membuat kerajinan yang unik dalam bentuk boks, kotak seserahan, tempat surat.

"Bakat saya membuat produk kreatif ini, saya belajar sendiri, dan memang menyukai membuat produk-produk kreatif. Hal ini yang mendorong saya terus menjajal bisnis ini," tutur wanita yang kerap disapa Ellies saat ditemui merahputih.com di pameran INACRAFT, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/4).

Ketika itu, Ellies belum sepenuhnya menekuni bisnis, ia masih menyambi profesi menjadi seorang guru sekolah dasar di Sekolah Penyelenggara Ilahi. Melihat potensi usaha bagus di bidan craft, tahun 1996, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai guru.

Ia mengaku, saat itu, modal yang dikeluarkannya diperoleh dari hasil jatah uang belanja dari sang suami sebesar Rp2 juta. Kemudian, ia gunakan untuk membeli bahan baku seperti pandan, bambu, mendong, dan sebagainya.

"Modal tersebut kemudian saya gunakan untuk membeli bahan baku membuat boks unik dan cantik," terangnya.

Dua tahun berjalan, usaha Ellies mulai dikenal oleh banyak orang dan mengikuti ajang pameran produk ekspor. Akhirnya, ia mendapatkan pembeli asal Dubai tapi melalui seorang pelantara.

"Saya mendapat pesanan dari Dubai untuk mengirim beberapa produk cratf. Dari situlah pasar kami menembus pasar luar negeri," tuturnya. (Abi)


BACA JUGA:

  1. Mahasiswa Jogja Raup Omzet Rp130 Juta per Bulan dari Bisnis Roti
  2. Kembangkan Bisnis Games Karena Hobi
  3. Bisnis Wedang Uwuh, Jumiati Raup Omzet Rp750 Ribu per Hari
  4. Mooryati Soedibyo, Sosok Pebisnis Wanita Sukses yang Menginspirasi
  5. Pemilik Warung Bu Kun Mulai Bisnis Kuliner dengan Eksperimen
#Ekspor Indonesia #Industri Kreatif #Naditha Creation
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

ShowBiz
IdeaFest 2026 Kembali Digelar, Angkat Tema 'ReHumanize' di Tengah Era AI
IdeaFest 2026 akan kembali digelar pada 4-6 September. Festival kreatif ini akan mempertemukan berbagai tokoh dari industri.
Soffi Amira - Kamis, 14 Mei 2026
IdeaFest 2026 Kembali Digelar, Angkat Tema 'ReHumanize' di Tengah Era AI
Indonesia
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Komisi III DPR mengapresiasi vonis bebas Amsal Sitepu oleh Pengadilan Negeri Medan. Putusan itu mencerminkan rasa keadilan di masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Indonesia
Kasus Videografer Amsal Sitepu, Cak Imin: Kreativitas Tidak Boleh Dihargai Nol
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti kasus videografer Amsal Sitepu. Ia meminta kreativitas dihargai.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Kasus Videografer Amsal Sitepu, Cak Imin: Kreativitas Tidak Boleh Dihargai Nol
Indonesia
Jaksa Nilai Ide Kreatif Rp 0, Cak Imin: Kekeliruan Serius Rusak Fondasi Ekonomi Kreatif
Cak Imin mengingatkan bahwa arah kebijakan hari ini akan menentukan masa depan ekosistem kreatif Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026
Jaksa Nilai Ide Kreatif Rp 0, Cak Imin: Kekeliruan Serius Rusak Fondasi Ekonomi Kreatif
Indonesia
Awal Mula Kerja Kreatif Amsal Bikin Profil Desa Berujung Pidana
Kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan ketakutan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk bekerja sama dengan pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Awal Mula Kerja Kreatif Amsal Bikin Profil Desa Berujung Pidana
Indonesia
Komisi III DPR Soroti Praktik Penentuan Harga Dalam Industri Kreatif di Kasus Videografer Amsal
Sejumlah pihak lain turut diundang, termasuk perwakilan dari komunitas ekonomi kreatif yang memberikan advokasi kepada Amsal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Komisi III DPR Soroti Praktik Penentuan Harga Dalam Industri Kreatif di Kasus Videografer Amsal
Indonesia
Curhat Videografer Amsal Dituduh Mark Up Anggaran dan Diadili Karena Jual Jasa Kreatif
Total biaya jasa kreatif yang diajukan mencapai sekitar Rp 5,9 juta. Namun, seluruh komponen tersebut tidak diakui nilainya oleh auditor dan kemudian dimasukkan dalam pertimbangan jaksa penuntut umum.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Curhat Videografer Amsal Dituduh Mark Up Anggaran dan Diadili Karena Jual Jasa Kreatif
Indonesia
Pagi Ini, Komisi III DPR Panggil Jaksa di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Proses hukum ini telah menyedot perhatian publik, karena dinilai sebagai bagian kriminalisasi pekerja kreatif.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 30 Maret 2026
Pagi Ini, Komisi III DPR Panggil Jaksa di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Fun
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Lawless Jakarta dan Magnumotion menggelar kompetisi seni Scream of The Sirens dengan total hadiah Rp50 juta, iPad Pro, dan peluang magang bagi peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Ajang Artwork 'Scream of The Sirens' Ajak Seniman Suarakan Ekspresi Lewat Karya
Berita
Aditya Triantoro Tegaskan Serial Animasi 'Nussa' Karya Ratusan Anak Bangsa, Bukan Milik Individu
Aditya Triantoro buka suara soal polemik serial Nussa. Ia mengungkapkan hal itu dalam podcast bersama Denny Sumargo.
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
Aditya Triantoro Tegaskan Serial Animasi 'Nussa' Karya Ratusan Anak Bangsa, Bukan Milik Individu
Bagikan