Berat Buat PBB, Yusril Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen
Yusril Ihza Mahendra. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengaku tak setuju dengan usulan kenaikan ambang batas parlemen menjadi lima persen.
Yusril menilai, ambang batas parlemen saat ini yakni sebesar empat persen berat untuk dipenuhi.
Baca Juga:
"Ketika kemudian dinaikkan, lalu naik (lagi) menjadi 10 persen, itu nanti jadi partai tunggal lama-lama," ujar Yusril kepada wartawan, di Jakarta Pusat, Rabu (15/1).
Sementara saat disinggung tentang apakah PBB merasa dijegal dengan wacana ini, Yusril tidak menjawab tegas.
Dia hanya menegaskan berat bagi partainya jika ambang batas parlemen dinaikkan.
"Ya bagi kita berat lah ya. Bagi kita empat persen saja sesuatu yang enggak mudah dicapai," kata Yusril yang juga mantan Menteri Kehakiman ini.
Baca Juga:
PKB Tak Masalahkan Ambang Batas 'Parlementary Treshold' Ditingkatkan
Yusril menegaskan, ambang batas parlemen sebesar empat persen tidak perlu dinaikkan.
"Saya kira empat persen sudah cukup. Enggak perlu dinaikkan lagi," tegas dia. (Knu)
Baca Juga:
Gerindra Belum Bersikap Soal Ambang Batas 'Parliamentary Treshold'
Bagikan
Berita Terkait
Menko Yusril Targetkan RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Bulan, Bantah Ada Penolakan dari DPR
PBB Tegaskan Status Greenland Milik Kerajaan Denmark
Aturan Polisi Ditempatkan di Jabatan Sipil Segera Rampung, Jadi Solusi Sementara
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Profil Sidharto Suryodhipuro, Presiden Dewan HAM PBB Asal Indonesia
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Sidharto Suryodipuro Jadi Presiden
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat