Benarkah Kerusuhan di Mako Brimob Hanya Persoalan Makanan?

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 10 Mei 2018
Benarkah Kerusuhan di Mako Brimob Hanya Persoalan Makanan?

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/Humas Mabes Polri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kerusuhan pecah di Mako Brimob pada Rabu (8/5) malam WIB. Kericuhan tersebut berawal dari napi terorisme yang tidak senang dengan napi lainnya.

Nahas, dalam peristiwa berdarah tersebut, lima anggota polisi dan seorang narapidana terorisme meninggal dunia. Beruntung, satu polisi berhasil diselamatkan dari penyanderaan.

Menanggapi kejadian mengenaskan tersebut, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) Azmi Syahputra menilai kerusuhan di Rutan Mako Brimob bukan semata masalah makanan melainkan ada masalah besar yang harus diungkap.

"Tema gara gara makanan hanyalah menjadi pemicunya saja, pasti ada persoalan besar yang terjadi. Penyidik harus meneliti dan mengungkap lebih komprehensif agar ditemukan masalah utamanya," kata Azmi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (10/5)

Polisi berjaga di Mako Brimob, Rabu (9/5). Foto: ANTARA

Ia menyebutkan tindakan para tahanan itu merupakan bentuk kesengajaan dan sudah ada persiapan untuk melihat keadaan dan waktu yang tepat. Sehingga dipilihlah waktu petugas atau penjagaan lebih kendor dalam hal ini jam waktu makan atau istirahat.

"Waktu itulah dianggap napi adalah waktu yang tepat untuk melakukan perlawanan dalam rutan," katanya.

Ia menambahkan pelaku sangat tahu kondisi dan sudah tahu apa risiko dan konsekuensi dari apa yang mereka perbuat, sampai menimbulkan korban bagi petugas kepolisian yang harus meninggal dunia

"Jadi pelaku menyadari risiko terburuk dari apa yang dilakukannya," ujar Azmi yang juga dosen di Universitas Bung Karno (UBK) ini

Dari kejadian dan tindakan yang diperbuat tersebut terlihat para pelaku masih mengganggap bahwa perbuatannya atau tindakan sebagai pelaku teroris adalah benar. Dan menganggap simbol "polisi" adalah musuh bagi pelaku. Ini yang jadi bagian masalah, selanjutnya masalah lain adalah pembinaan dan penempatan napi ini juga menjadi masalah utama.

"Maka Kementrian Hukum dan HAM harus memiliki formulasi yang berbeda untuk melakukan pembinaan bagi tahanan atau napi teroris. Penempatan tahanan di Mako Brimob tidak efektif dan pembinaan napi masih belum maksimal. Karena para napi belum memiliki kesadaran atau rasa bersalah atas perbuatan yang dilakukannya, di sini perlu polesan sentuhan kemanusiaan,dan tentunya wujud perlindungan hak asasi itu teroperasional agar pelaku merasa masih ada kesempatan dan manfaat dalam hidupnya serta dapat sadar," paparnya.

Napi kasus terorisme keluar dari rutan Brimob saat menyerahkan diri di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/Humas Mabes Polri

Persoalannya, kata dia, polisi yang masih "dianggap" sebagai musuh oleh para pelaku akan sulit untuk memberikan nutrisi penyadaran kepada para napi sehingga Kementerian Hukum dan HAM melalui Dirjen Lapas harus bergerak cepat dan kembali pada tupoksi sebenarnya untuk melakukan pembinaaan kepada para napi.

"Bukan mengalihkan atau menempatkan para napi dengan karakteristik khusus ini kepada pihak kepolisian," pungkasnya. (*)

#Mako Brimob #Napi Teroris
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Apel Kasatwil 2025 Digelar 3 Hari, Lebih dari 600 Pejabat Kepolisian Hadir di Mako Brimob
Mabes Polri menggelar Apel Kasatwil 2025 di Mako Korbrimob Cikeas dengan 607 peserta dari seluruh Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Apel Kasatwil 2025 Digelar 3 Hari, Lebih dari 600 Pejabat Kepolisian Hadir di Mako Brimob
Indonesia
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Yusril menyebut pemerintah tidak menetapkan target waktu penyelesaian, karena hal ini tidak termasuk prioritas yang harus segera dirampungkan.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Oktober 2025
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Indonesia
Perwira di Rantis yang Lindas Affan Kurniawan Dijatuhi Sanksi Permintaan Maaf
Aipda MR yang saat itu berstatus penumpang, dinilai lalai karena tidak menjalankan tanggung jawab etika profesinya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 September 2025
Perwira di Rantis yang Lindas Affan Kurniawan Dijatuhi Sanksi Permintaan Maaf
Indonesia
Kondisi Terkini di Sekitar Mako Brimob Kwitang: Lalu Lintas Lancar, Aparat TNI dan Brimob Masih Siaga
Petugas membersihkan sisa-sisa kerusuhan
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 September 2025
Kondisi Terkini di Sekitar Mako Brimob Kwitang: Lalu Lintas Lancar, Aparat TNI dan Brimob Masih Siaga
Indonesia
Pasukan Oranye dan TNI Bersihkan Sisa Demo di Mako Brimob Kwitang, Lalu Lintas Sudah Normal
Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun di depan Mako Brimob Kwitang sendiri sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Agustus 2025
Pasukan Oranye dan TNI Bersihkan Sisa Demo di Mako Brimob Kwitang, Lalu Lintas Sudah Normal
Berita
Situasi Demo Terkini: Halte Transjakarta dan Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa
Situasi Terkini Demo Rusuh: Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung di depan gedung DPR/MPR RI berubah menjadi kerusuhan yang meluas ke berbagai wilayah
ImanK - Sabtu, 30 Agustus 2025
Situasi Demo Terkini: Halte Transjakarta dan Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa
Berita Foto
Aksi Bentrok Massa dengan Aparat kepolisian di Mako Brimob Kwitang Jakarta
Suasana pengunjuk rasa bentrok dengan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Agustus 2025
Aksi Bentrok Massa dengan Aparat kepolisian di Mako Brimob Kwitang Jakarta
Berita Foto
Suasana Aksi Demo Geruduk Mako Brimob Kwitang Jakarta Memanas
Sebuah mobil dengan kondisi terbakar di Kawasan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Agustus 2025
Suasana Aksi Demo Geruduk Mako Brimob Kwitang Jakarta Memanas
Berita Foto
Aksi Massa Driver Ojol Geruduk Mako Brimob Kwitang Jakarta
Suasana pengunjuk rasa menggeruduk Mako Brimob saat aksi di depan Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Agustus 2025
Aksi Massa Driver Ojol Geruduk Mako Brimob Kwitang Jakarta
Indonesia
Gas Air Mata Meluncur Keluar dari Dalam Mako Brimob, Massa Bakar Mobil dan Motor Hingga Asap Membubung ke Langit
Kobaran api yang besar membuat upaya pemadaman sulit dilakukan, dan asap hitam tebal terus membubung tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 29 Agustus 2025
Gas Air Mata Meluncur Keluar dari Dalam Mako Brimob, Massa Bakar Mobil dan Motor Hingga Asap Membubung ke Langit
Bagikan