Pilpres 2019

Benarkah Elektabilitas Jokowi Tidak Bisa Terbendung Lagi?

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 05 Mei 2018
Benarkah Elektabilitas Jokowi Tidak Bisa Terbendung Lagi?

Pertemuan dan makan siang bersama Prabowo dan Jokowi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hasil perhitungan sejumlah lembaga survei belakangan ini menunjukkan keperkasaan elektabilitas capres petahana Jokowi. Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Jokowi selalu berada dua digit di atas pesaing terdekatnya Prabowo Subianto.

Apakah hasil survei tersebut menandakan elektabilitas Jokowi tak terbendung? Atau rakyat sudah mantap menginginkan Jokowi melanjutkan pekerjaannya untuk periode kedua? Dalam politik semua bisa terjadi. Bisa saja, dalam waktu yang singkat jelang Pilpres 2019, elektabilitas Jokowi bisa anjlok tajam.

Menilik hasil survei sebelumnya, merahputih.com hadirkan rangkumannya.

Pemaparan hasil survei
Peta persaingan Jokowi vs Prabowo (MP/Fadhli)

1. Survei Populi Center

Hasil survei Populi Center yang digelar Februari 2018, elektabilitas Jokowi berada pada angka 52 persen dan Prabowo Subianto pada angka 15 persen

Hasil ini diklaim mengalami penurunan jika dibandingkan periode 2017 lalu.

Survei nasional Populi Center dilakukan di 120 kecamatan yang tersebar di 34 provinsi pada 7-18 Februari 2018. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

2. Survei Median

Dari hasil survei Median pada April 2018 menunjukan, presentase elektabilitas Jokowi berada pada angka 35 persen. Sedangkan, Prabowo Subianto berada diangka 21,2 persen.

Metode yang digunakan multistage random sampling wawancara tatap muka terhadap 1000 lebih responden dengan margin of error sekitar 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Ilustrasi hasil survei
Ilustrasi pemaparan hasil survei pilkada (MP/Fadhli)

3. Survei Litbang Kompas

Dari hasil survei Litbang Kompas yang digelar 21 Maret- 1 April 2018, responden yang memilih Jokowi 55,9 persen. Sementara Prabowo Subianto 14,1 persen.

Survei digelar secara tatap muka kepada 1.200 responden secara periodik.

4. Survei Indikator

Hasil survei Indikator Politik Indonesia juga menempatkan Jokowi dengan elektabilitas tertinggi dengan top of mind sebesar 39,9 persen. Sedangkan Prabowo Subianto sebesar 12.1 Persen.

Survei digelar akhir Maret 2018 dengan metode multistage random sampling tatap muka dan wawancara terhadap 1200 responden.

Burhanuddin Muhtadi
Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

5. Survei SMRC

Hasil survei SMRC yang digelar akhir tahun 2017 juga menempatkan elektabilitas Jokowi tertinggi, pada angka 38,9 persen dan Prabowo Subianto pada angka 10,5 persen.

Survei dilakukan pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 responden lewat wawancara tatap muka.

Hasil Survei Bisa Berbalik, Jika....

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Indonesian Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai wajar jika Jokowi mendominasi hasil survei belakangan ini.

Hanya saja, kata dia, bukan tidak mungkin Prabowo bisa membalikkan keadaan menjelang Pilpres 2019.

Ujang Komarudin
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Screenshot youtube/soksitv)

"Wajar jika Jokowi masih di atas. Karena Jokowi incumbent. Dan memiliki banyak sumber daya. Prabowo bisa saja mendominasi survei, jika Jokowi turun elektabilitasnya," kata Ujang saat dimintai keterangannya, Jumat (4/5).

Menurut Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu posisi bisa saja berbalik, jika kinerja Jokowi jeblok. Dia pun mengibaratkan seperti dua bejana berbeda, kalau yang satu terisi air maka bejana yang lain kosong. Jika Jokowi di atas maka Prabowo di bawah atau sebaliknya.

Lebih lanjut, kata dia, jika tidak ada gonjang-ganjing jelang Pilpres mendatang, maka Jokowi otomatis terus ungguli Prabowo.

"Jika ekonomi gonjang ganjing. Dolar terus naik. Bisa jadi Elektabilitas Jokowi Jeblok," terangnya.

Kondisi tersebut justru bisa berbalik jika Prabowo pandai memainkan dan membaca arah politik. "Menyapa rakyat. Dan membesarkan gerakan dan kampanye ganti presiden di 2019, itu bisa naikkan Elektabilitas Prabowo," kata dia. (Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mewaspadai Penggiringan Opini dalam Jebakan Survei

#Pilpres 2019 #Presiden Jokowi #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Indonesia harus mendorong langkah-langkah konkret yang terukur, seperti gencatan senjata berkelanjutan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Indonesia
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Presiden RI, Prabowo Subianto, menandatangani piagam Board of Peace di Davos, Swiss. Indonesia akan mengawal perdamaian di Gaza, Palestina.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Indonesia
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Presiden RI, Prabowo Subianto, mencabut izin 28 perusahaan penyebab banjir di Sumatra. Berikut adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Partai Gerindra membantah Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Presiden Prabowo Subianto tiba di London, Inggris, Minggu (18/1/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Bagikan