Benarkah Elektabilitas Jokowi Tidak Bisa Terbendung Lagi?
Pertemuan dan makan siang bersama Prabowo dan Jokowi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
MerahPutih.Com - Hasil perhitungan sejumlah lembaga survei belakangan ini menunjukkan keperkasaan elektabilitas capres petahana Jokowi. Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Jokowi selalu berada dua digit di atas pesaing terdekatnya Prabowo Subianto.
Apakah hasil survei tersebut menandakan elektabilitas Jokowi tak terbendung? Atau rakyat sudah mantap menginginkan Jokowi melanjutkan pekerjaannya untuk periode kedua? Dalam politik semua bisa terjadi. Bisa saja, dalam waktu yang singkat jelang Pilpres 2019, elektabilitas Jokowi bisa anjlok tajam.
Menilik hasil survei sebelumnya, merahputih.com hadirkan rangkumannya.
1. Survei Populi Center
Hasil survei Populi Center yang digelar Februari 2018, elektabilitas Jokowi berada pada angka 52 persen dan Prabowo Subianto pada angka 15 persen
Hasil ini diklaim mengalami penurunan jika dibandingkan periode 2017 lalu.
Survei nasional Populi Center dilakukan di 120 kecamatan yang tersebar di 34 provinsi pada 7-18 Februari 2018. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
2. Survei Median
Dari hasil survei Median pada April 2018 menunjukan, presentase elektabilitas Jokowi berada pada angka 35 persen. Sedangkan, Prabowo Subianto berada diangka 21,2 persen.
Metode yang digunakan multistage random sampling wawancara tatap muka terhadap 1000 lebih responden dengan margin of error sekitar 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
3. Survei Litbang Kompas
Dari hasil survei Litbang Kompas yang digelar 21 Maret- 1 April 2018, responden yang memilih Jokowi 55,9 persen. Sementara Prabowo Subianto 14,1 persen.
Survei digelar secara tatap muka kepada 1.200 responden secara periodik.
4. Survei Indikator
Hasil survei Indikator Politik Indonesia juga menempatkan Jokowi dengan elektabilitas tertinggi dengan top of mind sebesar 39,9 persen. Sedangkan Prabowo Subianto sebesar 12.1 Persen.
Survei digelar akhir Maret 2018 dengan metode multistage random sampling tatap muka dan wawancara terhadap 1200 responden.
5. Survei SMRC
Hasil survei SMRC yang digelar akhir tahun 2017 juga menempatkan elektabilitas Jokowi tertinggi, pada angka 38,9 persen dan Prabowo Subianto pada angka 10,5 persen.
Survei dilakukan pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 responden lewat wawancara tatap muka.
Hasil Survei Bisa Berbalik, Jika....
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Indonesian Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai wajar jika Jokowi mendominasi hasil survei belakangan ini.
Hanya saja, kata dia, bukan tidak mungkin Prabowo bisa membalikkan keadaan menjelang Pilpres 2019.
"Wajar jika Jokowi masih di atas. Karena Jokowi incumbent. Dan memiliki banyak sumber daya. Prabowo bisa saja mendominasi survei, jika Jokowi turun elektabilitasnya," kata Ujang saat dimintai keterangannya, Jumat (4/5).
Menurut Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu posisi bisa saja berbalik, jika kinerja Jokowi jeblok. Dia pun mengibaratkan seperti dua bejana berbeda, kalau yang satu terisi air maka bejana yang lain kosong. Jika Jokowi di atas maka Prabowo di bawah atau sebaliknya.
Lebih lanjut, kata dia, jika tidak ada gonjang-ganjing jelang Pilpres mendatang, maka Jokowi otomatis terus ungguli Prabowo.
"Jika ekonomi gonjang ganjing. Dolar terus naik. Bisa jadi Elektabilitas Jokowi Jeblok," terangnya.
Kondisi tersebut justru bisa berbalik jika Prabowo pandai memainkan dan membaca arah politik. "Menyapa rakyat. Dan membesarkan gerakan dan kampanye ganti presiden di 2019, itu bisa naikkan Elektabilitas Prabowo," kata dia. (Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mewaspadai Penggiringan Opini dalam Jebakan Survei
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan