MerahPutih Nasional- Pemikir politik Puspol Indonesia Ubedilah Badrun menilai penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto oleh penyidik Bareskrim mabes Polri adalah tindak lanjut perselisihan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan KPK.
Ubedilah menjelaskan, perseteruan antara PDIP dengan KPK dimulai dari penetapan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kepemilikan rekening gendut. Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, genderang perang makin kuat dan pertarungan semakin sengit.
"Saya katakan aktor utama dibalik kekisruhan ini adalah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri," kata Ubed saat dihubungi merahputih.com, Jakarta, Jumat (23/1).
Ubedilah yang juga mantan aktivis pergerakan 1998 menambahkan, meski Joko Widodo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ketujuh, namun peranan Ketua Umum DPP PDIP masih terlihat dominan.
Peran serta Megawati Soekarnoputri terlihat jelas saat Presiden Joko Widodo menyusun komposisi kabinet dalam Kabinet Kerja. Dalam konteks pemilihan Calon Kapolri, Megawati juga berperan dominan dengan mengajukan Komjen Budi Gunawan yang juga bekas ajudannya sebagai calon Kapolri tunggal.
Sebaliknya Presiden Joko Widodo tidak bisa menolak usulan yang diajukan Megawati. Meski Komjen Budi Gunawan sudah menyandang status sebagai tersangka, Presiden Joko Widodo tidak juga menunjuk calon Kapolri lain menggantikan Budi Gunawan.
"Ini kesalahan fatal yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Dalam hal ini DPR RI juga punya kontribusi dalam meloloskan Budi Gunawan karena meloloskan calon Kapolri bermasalah," tandas Ubed.
Sebelumnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap penyidik Bareskrim Polri. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, Bambang ditangkap karena terkait dugaan kasus mengarahkan saksi palsu dalam Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010 dalam sidang Pilkada di MK. Pelaporan dilakukan pada 15 Januari lalu oleh sekelompok masyarakat. (BHD)