BEM UI Turun ke Bundaran HI, Bawa Spanduk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
BEM UI Turun ke Bundaran HI, Bawa Spanduk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Bawa Spanduk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ .(foto: Merahputih.com/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut' di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6). Aksi itu digelar sebagai bentuk kritik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang menghadapi tekanan serius.

Sejak pagi, mahasiswa berkumpul di Lapangan FISIP UI, Depok, untuk melakukan konsolidasi sebelum bergerak menuju pusat Ibu Kota. Sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap pemerintah telah dipersiapkan untuk dibawa dalam aksi.

Salah satu spanduk yang menjadi sorotan bertuliskan, 'Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?'.

Sekitar 1.000 mahasiswa diperkirakan terlibat dalam aksi tersebut. Massa dijadwalkan berangkat menuju Bundaran HI sekitar pukul 10.00 WIB.

Albani Ilmi, Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI



Meski demikian, pelaksanaan aksi utama dilakukan setelah salat Jumat guna menghormati peserta yang menjalankan ibadah. “Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi,” kata Albani.

Baca juga:

Ada Demo BEM UI di Bundaran HI Hari ini, Polisi Imbau Pengendara Cari Jalur Alternatif



Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menunjukkan sejumlah indikator yang mengarah pada situasi berbahaya. Oleh karena itu, mahasiswa mendesak pemerintah segera mengakui berbagai persoalan yang terjadi dan mengambil langkah perbaikan.

Demonstrasi ini bukan merupakan titik akhir dari gerakan mahasiswa. Aksi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran publik mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan pemerintah.

Albani Ilmi, Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI



“Kami ingin memantik semangat perjuangan dan pergerakan mahasiswa serta menyadarkan masyarakat terhadap kondisi bangsa saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo menjelaskan seluruh tuntutan yang dibawa dalam aksi merupakan hasil konsolidasi mahasiswa dari berbagai fakultas di UI.

Ia menyebut terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut disusun berdasarkan hasil pembahasan bersama seluruh elemen BEM di kampus.

“Ada lima tuntutan utama yang akan kami suarakan. Semua poin tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dari konsolidasi BEM se-UI,” kata Dimas.

Lima tuntutan dalam aksi BEM UI pada Jumat (12/6):

1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan pokok masyarakat.

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

4. Menolak praktik militerisme dalam ranah sipil.

5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.(Pon)

Baca juga:

4.151 Aparat Siap Antisipasi Gangguan Keamanan saat Demo BEM UI di Bundaran HI

#Demonstrasi #BEM UI #Bundaran HI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Amnesty International menyoroti program bela negara bagi warga dan pelajar yang ditangkap saat demo DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Indonesia
SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil
SETARA Institute meminta Kepolisian mengusut kekerasan terhadap demonstran dan menelusuri pihak yang menggerakkan, membiayai hingga memprovokasi aksi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil
Indonesia
Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Polda Metro Jaya mendalami dugaan aktor intelektual, penyedia dana, dan penggerak massa di balik kerusuhan DPR 27 Agustus. Polisi tegaskan kerusuhan bukan dilakukan pengunjuk rasa.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
 Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Indonesia
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Polda Metro Jaya menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan ormas dalam kasus kematian Bambang Setiyawan di Pejompongan dan minta publik setop beropini.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Bantah Ormas Terlibat kasus Warga Pejompongan Tewas Pas Demo, Polda Minta Publik Setop Beropini
Indonesia
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah CCTV dimatikan saat demo 27 Agustus 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Indonesia
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Secara total 152 anak ditangkap, 149 di antaranya merupakan laki-laki dan 3 lainnya merupakan perempuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Indonesia
153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Sebanyak 153 anak diamankan saat kerusuhan demo di DPR. Polisi pun mendalami dugaan eksploitasi anak.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Indonesia
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Aktivitas warga, termasuk pengguna jalan dan kegiatan masyarakat lainnya, juga berlangsung seperti biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Indonesia
Demo di DPR/MPR Ricuh, Pramono Anung Soroti Perusakan Fasum dan CCTV
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan perusakan fasum dan CCTV saat demo di DPR/MPR. Ia menegaskan aksi unjuk rasa tetap diperbolehkan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Demo di DPR/MPR Ricuh, Pramono Anung Soroti Perusakan Fasum dan CCTV
Indonesia
Subuh Masih Bakar-bakaran. Tol Dalam Kota Ditutup Sejak Pagi, Polisi Catat Fasilitas Rusak
Kendaraan yang hendak masuk Tol Dalam Kota diarahkan menggunakan jalur alternatif Jalan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Subuh Masih Bakar-bakaran. Tol Dalam Kota Ditutup Sejak Pagi, Polisi Catat Fasilitas Rusak
Bagikan