Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban

Soffi AmiraSoffi Amira - 2 jam, 23 menit lalu
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban

Greenpeace pasang spanduk raksasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Foto: Threads/haloirfandisana

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara terkait aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan dua spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10) pagi WIB.

Spanduk raksasa itu merupakan bentuk kritik terhadap penanganan krisis iklim dan kenaikan biaya hidup.

Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan mengganggu ketertiban umum.

kata Pramono, Selasa (20/10)

Pramono pun berharap, spanduk tersebut bisa diturunkan karena dapat mengganggu ketertiban di Jakarta.

“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan untuk turunkan (spanduknya). Jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ungkap Pramono.

Baca juga:

Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta

Spanduk Raksasa Greenpeace Diturunkan Polisi

Diketahui, spanduk yang dipasang oleh aktivis Greenpeace Indonesia itu telah diturunkan oleh petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.

Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Pada hari yang sama, mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil juga dijadwalkan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Baca juga:

Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang

Aksi yang melibatkan BEM Universitas Indonesia, BEM Seluruh Indonesia, serta kelompok yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) itu diperkirakan diikuti sekitar 500 orang di kawasan Tugu Tani.

Mereka menuntut persoalan krisis lingkungan, korupsi, kebebasan berpendapat, dan mahalnya biaya layanan publik. (*)

#Pramono Anung #Greenpeace Indonesia #Bundaran HI #Aksi Protes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons spanduk raksasa Greenpeace Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Soffi Amira - 2 jam, 23 menit lalu
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Indonesia
Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Saat Greenpeace Kritik Penanganan Krisis Iklim dan Kenaikan Biaya Hidup Lewat Spanduk Raksasa di Monumen Selamat Datang
Berita Foto
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Aktivis Greenpeace mengibarkan baliho berisi kritik terhadap penanganan bencana dan krisis iklim di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 20 Oktober 2026
Aktivis Greenpeace Indonesia Kibarkan Baliho di Bundaran HI Jakarta
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Infografis
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Rezita Kesuma - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Indonesia
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Pramono memiliki keinginan agar para peserta LPDP ala Jakarta tak hanya belajar mata kuliah yang umum tetapi juga belajar keterampilan yang dibutuhkan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Bagikan