BEM SI Demo UU Ciptaker, Jalan Menuju Istana Negara Ditutup

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 16 Oktober 2020
BEM SI Demo UU Ciptaker, Jalan Menuju Istana Negara Ditutup

Petugas Kepolisian melakukan pengamanan menjelang aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jalan Medan Merdeka Utara arah menuju Istana Negara alias di depan kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha (Patung Kuda Indosat) ditutup oleh polisi sejak semalam.

Hal ini guna mengantisipasi demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia alias BEM SI. Penutupan dilakukan dengan menggunakan barier dari beton.

Terkait kenapa penutupan dilakukan dengan menggunakan barier dari beton, polisi menyebut hal itu sebagai upaya melindungi polisi lalu lintas yang ikut berjaga. Sebabnya, dari beberapa demo sebelumnya beberapa waktu belakangan, demo kerap disusupi dan berakhir ricuh sehingga membuat luka petugas.

Baca Juga

4 Tuntutan BEM SI

"Kita lihat beberapa kali unjuk rasanya anarkis ya, dan ini juga tentu untuk melindungi petugas. Karena, dari unjuk rasa kemarin juga ada beberapa anggota kami yang terluka, gitu," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/10).

Ia menuturkan, penutupan ini juga untuk menjaga anggota agar tak mendapatkan ancaman.

"Jangan sampai nanti kemudian tiba-tiba anggota lagi berjaga, ditabrak sama kendaraan seperti truk, kan sudah pernah ada kejadian seperti beberapa tahun, beberapa waktu lalu," kata Sambodo.

Berkaca dari dua demo sebelumnya pada 8 dan 13 Oktober 2020 yang berakhir ricuh, Sambodo minta elemen mahasiswa yang hari ini berunjuk rasa bisa menjaga massa mereka agar tidak sampai disusupi oleh perusuh. Sebab, dua demo sebelumnya berakhir ricuh buntut disusupi.

Sambodo menambahkan, untuk polantas yang diterjunkan dalam mengawal demo ada sebanyak 500 personel. Soal berapa jumlah valid mahasiswa yang ikut aksi, Sambodo mengaku belum tahu secara pasti.

Jika berdasar laporan terakhir yang dia dapat jumlahnya 2000 orang. Namun, hal ini masih bisa berubah karena belum diupdate lagi.

Sambodo mengimbau para mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya dengan elegan. Pihaknya meminta jangan sampai berbuat anarkis dalam menyampaikan pendapat.

Baca Juga

Ribuan Aparat Gabungan Jaga Demo BEM SI di Kawasan Monas

"Kalau dari lalu lintas sendirian ada 500, kami menjaga sekitar 25 titik di Jakarta. Khusus untuk daerah ini (Patung Kuda) ya belum termasuk dengan penjagaan rutin yang setiap hari kami laksanakan," katanya. (Knu)

#BEM SI #UU Cipta Kerja #Demo UU Cipta Kerja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
3.983 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Aksi BEM SI di Depan DPR
Sebanyak 3.983 personel gabungan disiagakan mengamankan aksi BEM SI di depan DPR. Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
3.983 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Aksi BEM SI di Depan DPR
Indonesia
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Meminta agar RUU Ketenagakerjaan menghapus istilah outsourcing atau alih daya. Kalaupun tidak, menurut dia, sistem outsourcing itu perlu dibatasi sesuai arahan Mahkamah Konstitusi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Indonesia
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Indonesia
Mensesneg Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah, Klaim Pemerintah Terus Bekerja Keras
Mensesneg Prasetyo Hadi merespons ultimatum BEM SI yang memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah, Klaim Pemerintah Terus Bekerja Keras
Indonesia
Polisi akan Alihkan Massa Demo Mahasiswa dari Bundaran HI, Ada Potensi Ganggu Lalu Lintas Perekonomian
Polisi menyebut Bundaran HI merupakan tempat perekonomian.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi akan Alihkan Massa Demo Mahasiswa dari Bundaran HI, Ada Potensi Ganggu Lalu Lintas Perekonomian
Indonesia
Pemerintah Salahkan Undang-Undang Cipta Kerja Bikin Mudahnya Alih Fungsi Lahan di Bali
Regulasi yang tumpang tindih antara kebijakan pemerintah pusat dan peraturan daerah ini yang membuat Pemprov Bali maupun kabupaten/kota sulit mengontrol alih fungsi lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Oktober 2025
Pemerintah Salahkan Undang-Undang Cipta Kerja Bikin Mudahnya Alih Fungsi Lahan di Bali
Indonesia
Situasi Belum Kondusif, BEM SI Batalkan Aksi Indonesia C(emas) Jilid II Hari Ini
Alasan pembatakan aksi karena kondisi di lapangan dinilai belum kondusif dan masih marak kejadian kericuhan yang terjadi sejak akhir pekan kemarin.
Wisnu Cipto - Selasa, 02 September 2025
Situasi Belum Kondusif, BEM SI Batalkan Aksi Indonesia C(emas) Jilid II Hari Ini
Indonesia
BEM SI Gelar Demo, Ribuan Polisi Disebar di Sekitar Monas
seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Juli 2025
BEM SI Gelar Demo, Ribuan Polisi Disebar di Sekitar Monas
Indonesia
Polisi Peringatkan Massa Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Tak Anarkis dan Rusak Fasilitas Umum
BEM SI kembali menggelar aksi 'Indonesia Gelap' di kawasan Monas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Februari 2025
Polisi Peringatkan Massa Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Tak Anarkis dan Rusak Fasilitas Umum
Indonesia
Puncak Demo ‘Indonesia Gelap’ Berbarengan dengan Pelantikan Kepala Daerah, Mahasiswa: Karena Tuntutan Kami Tak Digubris
Peserta aksi dari luar Jakarta juga akan hadir dalam demo tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Februari 2025
Puncak Demo ‘Indonesia Gelap’ Berbarengan dengan Pelantikan Kepala Daerah, Mahasiswa: Karena Tuntutan Kami Tak Digubris
Bagikan