Belajar Memahami Arti Mager Saat PPKM Darurat
Ternyata jadi kaum mager ada positifnya. (Foto: Unsplash-Kingacichewicz)
MAGER atau malas gerak jadi istilah paling populer di masa pandemi. Sejak muncul kebijakan PSBB sampai berubah PPKM Mikro, setiap orang diminta belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.
Tempat perbelanjaan tutup lebih awal. Penyekatan terjadi di banyak titik. Hanya pengendara berbekal Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bisa melintas.
Baca Juga:
Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing
Beruntunglah bagi para kaum mager, sebab dengan rebahan aja sudah membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di tengah lonjakan kasus harian.
Saat beberapa orang merasa tak betah hanya di rumah saja, justru kaum mager senang bukan main ketika diminta tidak berkegiatan di luar rumah.
Biasanya, mager di rumah paling asyik main gadget di kamar sambil rebahan. Dunia serasa milik sendiri kalo udah mager. Apa mungkin dunia sedang menuntut orang jadi mager?
Kenyamanan hari ini, bagi banyak orang, menurut Brian O`Connor, Profesor Filsafat Univesity College Dublin dikutip Time, merupakan gambaran sekilas tentang bagaimana rasanya tidak melakukan apa-apa selama lebih dari beberapa jam di waktu senggang melupakan gangguan di tempat kerja.
Banyak orang, menurutnya, menggunakan tunjangan liburan berbayar untuk mengisi energi, mengatasi beberapa tingkat kesejahteraan emosional, dan kemudian bersiap untuk kembali bekerja. "Kenyamanan, dengan cara ini, dimasukkan ke dalam dunia kerja. Ini bukan subversi dari itu," kata O`Connor menepi hubungan semakin erat antara pekerjaan kita dan identitas pribadi.
Baca juga:
Filsuf besar berpendapat, lanjutnya, tidak perlu belajar dari cara hidup di luar dunia peradaban Barat begitu sibuk.
Jika memiliki firasat dunia kita miliki saat ini menuntut terlalu banyak usaha sebagai imbalan atas kebahagiaan terlalu sedikit, sambungnya, kita dapat melakukan lebih buruk daripada melihat apa dapat kita pelajari dari bentuk kehidupan lain itu. "Potensi dalam kemalasan untuk kebebasan lebih besar tampaknya layak untuk dieksplorasi. Atau setidaknya upaya untuk memikirkan apa yang mencegah kita benar-benar tidak melakukan apa-apa saat ini".
Jangan salah, mager juga bisa jadi produktif. Teknologi udah canggih, apa aja bisa dilakukan di Smartphone kalian.
Bisa buka scroll media sosial buat mendapat info-info terkait kondisi di luar rumah. Trus kalo mau belajar sesuatu bisa liat tutorial di Youtube, misalnya cara membuat kue, cara mengatur kamera, cara makeup, dan cara-cara lainnya.
Secara tidak langsung ilmu bisa diraih, tanpa harus mengikuti kelas tatap muka.
Mager juga ada manfaatnya bagi kesehatan. Pertama, dengan banyak beristirahat tentu akan menjaga metabolisme tubuh, supaya terhindar dari penyakit.
Kedua, dapat mengurangi stres akibat pikiran tidak berhenti bekerja atau cemas lantaran kabar tentang COVID-19 semakin mengkhawatirkan.
Ketiga, mager dapat menurunkan tekananan darah. Dilansir dari Alodokter, salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah dengan beristirahat.
Mager di tengah pandemi Covid-19 juga memiliki sisi positif dan negatif. Apa sisi negatif dari mager?.
Dilansir dari halodoc, gaya hidup sendetery atau
diam dalam waktu lama atau mager, akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan seperti menguragi sirkulasi aliran darah, meningkatkan kadar serta asam lemak, dan menyebabkan diabetes, jantung serta hipertensi.
Kamu tidak perlu berasa bersalah jika mengatakan mager kepada teman mengajakmu pergi di masa PPKM Mikro. Justru mager akan menyelamatkanmu dan orang kamu sayangi. (Cil)
Baca juga:
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Trik Dokter Jaga Imun: Vitamin, Hidrasi & Tidur Lawan Penyakit Cuaca Ekstrem