Belajar Dari 5 Tahun Tsunami Selat Sunda dan 19 Tahun Tsunami Aceh

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Desember 2023
Belajar Dari 5 Tahun Tsunami Selat Sunda dan 19 Tahun Tsunami Aceh

Dampak Tsunami di Aceh. (Foto: PVMBG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumat tanggal 22 Desember 2023 bertepatan dengan peringatan hari ibu lalu, tepat lima tahun wilayah Selat Sunda dilanda bencana tsunami. Sebalumnya, 26 Desember 2004 atau tepat hari ini, tsunami terdahsyat juga melanda Aceh.

Kejadian tsunami Selat Sunda dipicu oleh sumber pembangkit tsunami nontektonik yaitu aktivitas erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang mengakibatkan sebagian morfologi gunung di tengah laut tersebut longsor dan memicu terjadinya air laut tumpah ke darat (tsunami).

Baca Juga:

Bersiap Hadapi 4 Skenario Ancaman Tsunami Besar Samudera Hindia

Penyelidik Bumi Utama di PVMBG, Badan Geologi, yang berpusat di Bandung, Supartoyo menuliskan kejadian bencana tsunami sebagai peringatan bahwa bencana suatu waktu bisa terjadi di Indonesia yang berada di cincin api Pasifik.

"Kejadian tsunami (Selat Sunda) tersebut tanpa didahului oleh peringatan dini. Menurut BNPB kejadian tsunami telah mengakibatkan 437 orang meninggal dunia, 14.059 orang luka-luka, 2.752 rumah rusak, 92 penginapan dan warung rusak, 510 perahu dan kapal rusak, serta 147 kendaraan rusak," papar Supartoyo yang diakses Selasa, 26 Desember 2023.

Wilayah terdampak adalah Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi (BG) tinggi rendaman (flow depth) maksimum adalah 390 cm di Kecamatan Sumur dan jarak landaan (inundation distance) maksimum adalah 274 m di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Masih di bulan Desember, tepatnya 26 Desember 2004 atau sembilan belas tahun lalu, tsunami dahsyat di Provinsi Aceh dipicu oleh sumber pembangkit tsunami tektonik yaitu kejadian gempa bumi dengan magnitudo (M9,0) pada kedalaman 30 km.


Menurut catatan PVMBG BG tinggi rendaman di Kota Banda Aceh berkisar 1 meter hingga 10 meter dan jarak landaan mencapai sekitar 5 kilometer. Kejadian tsunami ini mengakibatkan korban jiwa lebih dari 265.000, dan melumpuhkan kota Banda Aceh.

"Sungguh suatu bencana yang sangat dahsyat. Selain melanda daerah Aceh dan Sumatera Utara, kejadian tsunami juga melanda beberapa negara, yaitu: Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, Somalia, Maladewa, Tanzania, Seychelles, dan Kenya," kata Supartoyo.

Supartoyo menekankan, dari dua bencana tsunami Selat Sunda dan tsunami Aceh, menunjukkan betapa pentingnya upaya mitigasi bencana tsunami. Upaya mitigasi tersebut bisa dilakukan melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana tsunami.

Oleh karena itu, kata ia, berkaitan dengan mitigasi bencana tsunami, maka PVMBG BG berpesan untuk mengenali lingkungan tempat tinggal, kenali sumber pembangkit tsunami di sekitar tempat tinggal, kenali jenis-jenis bahaya tsunami, kenali tempat dan jalur evakuasi.

"Ikuti pelatihan dan simulasi bencana tsunami, siapkan evakuasi secara mandiri dan tingkatkan kapasitas dalam menghadapi kemungkinan berulangnya kejadian tsunami pada masa yang akan datang," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Gempa Magnitudo 6,6 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

#Tsunami #Bencana Alam #Bencana Nasional
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Peringatan Tsunami di Sangihe Dicabut, Kepala BMKG : Tak ada lagi Kenaikan Muka Air Laut
Indonesia
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Berdasarkan hasil evaluasi alat pemantau muka air laut, gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa stasiun pemantau pantai.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Indonesia
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
BMKG Catat Tsunami Gelombang Pertama Gempa M 7,7 di 3 Lokasi, Tingginya Belasan
Indonesia
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Gempa 7,7 SR di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, memicu kepanikan warga Kepulauan Sangihe.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Indonesia
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa 7,7 SR mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) memicu peringatan tsunami. BMKG menyebut gempa akibat subduksi lempeng dengan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Indonesia
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Episenter gempa berada di laut lepas timur Pulau Sangihe, berbatasan langsung dengan Filipina, pada kedalaman 105 km. Lokasi episenter tercatat di koordinat 5,69° LU dan 125,05° BT.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Bagikan