Belajar Bersama di Sanggar Inklusi 'Anak Bangsa'

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 21 September 2022
Belajar Bersama di Sanggar Inklusi 'Anak Bangsa'

Mural bikinan Mahasiswa UNS di Sanggar Inklusi Anak Bangsa (Foto: Wilma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JALAN di Desa Ngreco di Sukoharjo, Jawa Tengah, hampir tiap hari sepi saat siang hari. Hanya satu-dua kendaraan bermotor yang melalui jalan besar di desa itu tiap menitnya. Para penduduk menghabiskan waktu bekerja di sawah. Sisanya menggembalakan ternak.

Di tepi sawah, sebuah Balai Desa berdiri. Di belakang Balai Desa itu, tersua bangunan yang cukup unik. Mural menghiasi dinding luar bangunan. Gambarnya berupa kumpulan kanak-kanak bermain. Beberapa menggunakan kursi roda. Wajahnya riang. Kupu-kupu terbang di sekitar mereka. Di mural itu tergurat tulisan 'Desa Inklusi Ngreco'.

Desa inklusi merupakan desa yang memiliki perhatian khusus dalam pelayanan disabilitas. Salah satu bentuk perhatiannya melalui pendirian sanggar inklusi Anak Bangsa, bangunan bermural itu. Di sanggar itu, tiap hari Jum'at, Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memperoleh sesi terapi seperti okupasi, terapi wicara, dan fisioterapi.

Para terapis berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Ibu Ngatmini, aktivis sanggar, mengatakan terapi dilakukan secara terjadwal. "Mengingat jumlah ABK yang banyak dan jumlah terapis yang terbatas. Jadi, satu anak diundang hadir untuk terapi satu kali dalam dua minggu," kata Ngatmini kepada Merahputih.com.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Konten Kreator Disabilitas Konsisten Berkarya Meski Memiliki Keterbatasan

sanggar inklusi ngreco anak bangsa
Terapi diberikan pada anak usia balita hingga sekolah dasar. (Foto: Wilma)

Terapi diberikan pada anak usia balita hingga sekolah dasar. Jumlahnya sekira 50 kanak-kanak. Selama terapi, para terapis memperoleh bantuan dari para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Mereka tergabung dalam Tim 66 KKN UNS dan terdiri dari Muhammad Ilyas, Alzrela Novia Primanda, Dhita Amaliya, Erian Setya Pradana, Lia Dwi Setyaningsih, Nisa Febrianawanti, Rizal Fathoni, Silviana Putri Ratmawati, Tasya Hamidah, dan Wafiyah Wahyuningsih Wilma.

Kehadiran mahasiswa di Sanggar Inklusi Anak Bangsa menjadi bagian dari misi UNS Membangun Desa dan Kampus Mengajar. Misi itu diwujudkan menjadi program kerja yang dilaksanakan terpusat pada Desa Ngreco dan sekolah di dalamnya. Desa Ngreco merupakan salah satu pionir desa inklusi di Kabupaten Sukoharjo.

Saat kali pertama berkunjung pada awal Agustus 2022, para mahasiswa menyaksikan secara langsung proses terapi yang diselenggarakan. Mereka juga menggali berbagai informasi dari pengurus sanggar dan orang tua ABK yang hadir.

Saat menunggu giliran terapi, biasanya anak-anak cenderung bosan. Kesempatan ini dimanfaatkan Tim KKN 66 UNS untuk berinteraksi dan bermain bersama anak-anak tersebut. Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa berinisiatif mengadakan alat peraga edukatif.

Baca juga:

Vino G Bastian Sempat ke Psikolog Demi Peran Disabilitas di 'Miracle In Cell No. 7'

mahasiswa kkn uns desa inklusi
Setelah membantu para terapis mengasuh ABK sebulan lamanya, mahasiswa mengaku memperoleh pengalaman baru. (Foto: Wilma)

Alat peraga edukatif sejatinya adalah permainan yang didesain untuk mengasah motorik anak. Masa anak-anak adalah masa emas dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik pada masa itu, kebutuhan bermain anak-anak harus terpenuhi. Kebutuhan itu pun ditunjang oleh alat peraga edukatif.

Setelah membantu para terapis mengasuh ABK sebulan lamanya, mahasiswa mengaku memperoleh pengalaman baru. Wilma, misalnya, mengagumi dan terinspirasi perjuangan orangtua dan anak-anak di sanggar tersebut.

"Mereka dan orangtuanya semangat buat ikut terapi. Berjuang buat sembuh. Sering tertampar karena kita yang enggak punya kekurangan justru sering santai-santai," beber Wilma kepada Merahputih.com.

Di mana ada perjumpaan di situ ada perpisahan. Tibalah hari terakhir para mahasiswa bertugas di sanggar, 24 Agustus 2022. Pada hari terakhir itu, para mahasiswa menyerahkan alat peraga edukatif kepada pekerja sanggar. Antara lain sensory path yang merupakan adaptasi dari permainan engklek dan puzzle berbentuk huruf, angka, bentuk geometri, hewan, tumbuhan, dan sejenisnya.

Sebelum berpisah, para mahasiswa sempat melukis dinding sanggar. Mural itu dicetuskan dan dibuat oleh Nisa, salah satu anggota Tim 66. Mural tersebut diharapkan dapat memacu semangat aktivis sanggar, ABK, dan orangtuanya.

Guratan 'Desa Inklusi Ngreco' pada mural bertujuan mempromosikan desa tersebut sebagai desa inklusi yang terbuka bagi semua disabilitas. Terakhir, mural ini menjadi penanda ikatan abadi antara mahasiswa, ABK, terapis, orangtua dan Desa Ngreco yang tak akan luntur. (dru)

Baca juga:

Startup Berikan Beasiswa untuk Kalangan Difabel Bersaing di Dunia Kerja

#Penyandang Disabilitas #Mahasiswa #UNS Surakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Indonesia
DPR Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di UI, Minta Sanksi Tegas untuk Pelaku
DPR RI minta sanksi tegas bagi pelaku dugaan pelecehan seksual di UI. Komisi X juga akan panggil rektor kampus sebelum masa reses.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPR Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di UI, Minta Sanksi Tegas untuk Pelaku
Indonesia
UI Selidiki Dugaan Grup Chat Bermuatan Seksual, 16 Mahasiswa Diperiksa
Universitas Indonesia menyelidiki dugaan grup chat bermuatan seksual. Sebanyak 16 mahasiswa diperiksa, korban mendapat pendampingan penuh.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
UI Selidiki Dugaan Grup Chat Bermuatan Seksual, 16 Mahasiswa Diperiksa
Indonesia
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, BEM FHUI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa
BEM FHUI mencabut status keanggotaan mahasiswa yang diduga terlibat pelecehan seksual. UI pastikan penanganan profesional dan berperspektif korban.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, BEM FHUI Cabut Status Keanggotaan Mahasiswa
Indonesia
Rektor UI Serahkan Penanganan Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa ke Fakultas Hukum
Pada tanggal 12 April 2026, fakultas menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana, terkait aktivitas sebagian mahasiswa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Rektor UI Serahkan Penanganan Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa ke Fakultas Hukum
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Sarana Prasarana UTBK SNBT 2026, Jangan Sampai Mati Lampu Hingga Server Meledak
Habib mengingatkan agar panitia melakukan mitigasi risiko terhadap potensi pemadaman listrik yang dapat menghentikan ujian secara mendadak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
DPR Wanti-Wanti Sarana Prasarana UTBK SNBT 2026, Jangan Sampai Mati Lampu Hingga Server Meledak
Indonesia
UTBK SNBT 2026: Link, Syarat dan Jadwal Seleksi
Ketepatan waktu dalam melakukan transaksi biaya seleksi menjadi penting
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
UTBK SNBT 2026: Link, Syarat dan Jadwal Seleksi
Indonesia
Link Pengumuman SNBP 2026 Sudah 'Biru', Siapkan Koneksi Internet dan Segera Verifikasi Data Jika Lolos
Sektor pendidikan vokasi juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 77.256 peserta
Angga Yudha Pratama - Selasa, 31 Maret 2026
Link Pengumuman SNBP 2026 Sudah 'Biru', Siapkan Koneksi Internet dan Segera Verifikasi Data Jika Lolos
Indonesia
Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa
Regulasi PPKPT ini mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, menyediakan mekanisme pelaporan yang aman
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Buntut Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, DPR RI Desak Perguruan Tinggi Keagamaan Perketat Pengawasan Mental Mahasiswa
Indonesia
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Hingga Kritis, Pelaku Terobsesi Masalah Percintaan
Polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Hingga Kritis, Pelaku Terobsesi Masalah Percintaan
Bagikan