Belajar AI Mulai Akan Diterapkan Pada Anak Kelas 5 SD, Sekolah Tidak Ada Internet dan Listrik Pakai Unplug
Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto: Unsplash/Markus Winkler)
MerahPutih.com - Kurikulum mata pelajaran kecerdasan buatan (AI) maupun koding akan mulai diterapkan pada pelajar. Naskah akademik sudah disiapkan dengan situs https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1741766787_manage_file.pdf
Namun, pembelajaran AI di sekolah akan bersifat adaptif dengan menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pelaksanaan mata pelajaran AI dan koding nantinya dapat berbasis internet, berbasis perangkat (plug), serta berbasis tanpa perangkat (unplug).
"Kalau memang di wilayahnya belum ada dukungan listrik atau koneksi internet, itu bisa menggunakan yang unplug saja. Kalau yang ada fasilitasnya bisa dengan yang plug seperti itu," Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen Rachmadi Widdiharto.
Baca juga:
Kurikulum tersebut, akan mengintegrasikan kompetensi dasar, seperti pemrograman, algoritma, analisis data, dan etika penggunaan teknologi.
Sementara dari aspek pengembangan karakter, kurikulum AI dan koding juga akan mengikutsertakan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah.
Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menegaskan, pengajaran dua mata pelajaran tersebut menyesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa maupun ketersediaan alat dan media pembelajaran yang mendukung minat serta proses belajar.
"Seperti untuk kelas 5 SD ya memperkenalkan konsep belajar kecerdasan buatan secara sederhana, etika penggunaannya sejak dini, dengan menyisipkan diskusi mengenai manfaat dan batasannya agar anak memahami bahwa AI adalah alat yang harus digunakan secara bertanggung jawab,” kata Nunuk.
Adapun berdasarkan naskah akademik, cakupan materi koding yang akan diterima siswa jenjang SD/MI, meliputi menghasilkan solusi untuk masalah sehari-hari secara terstruktur menggunakan alat bantu seperti balok susun atau kepingan gambar.
Lalu menyusun langkah sistematis dan logis dengan kosakata terbatas atau simbol dari pengalaman (perintah sederhana/algoritma dasar), menjalankan urutan instruksi bersyarat sederhana (baris-berbaris atau menggunakan program berbasis blok dengan logika percabangan dan pengulangan), hingga memahami distopia teknologi
Sementara cakupan materi kecerdasan buatan yang akan diterima siswa jenjang SD/MI, meliputi memahami dampak kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan AI dengan memegang etika (keadaban), membedakan antara teknologi AI dan non AI, hingga memahami konsep dasar input-proses-output
Untuk durasi pembelajaran di setiap jenjangnya, naskah tersebut merekomendasikan alokasi waktu 2 jam pelajaran per minggu untuk koding dan kecerdasan buatan sebagai mata pelajaran pilihan pada jenjang SD (kelas 5 dan 6), SMP (kelas 7, 8, 9) serta SMA/SMK (Kelas 10).
Adapun untuk jenjang SMA kelas 11 dan 12, naskah akademik tersebut juga merekomendasikan alokasi waktu dapat ditingkatkan hingga 5 jam pelajaran per minggu, sementara untuk SMK kelas 11 dan 12 dapat ditingkatkan hingga 4 jam pelajaran per minggu, menyesuaikan dengan struktur kurikulum yang berlaku. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Perpres Akan Jadi Rujukan Hukum dan Etika Inovasi AI di Sektor Telekomunikasi
Sentuhan AI Bikin Lagu 'Mari Bercinta' Terdengar Seperti Lagu Korea, Simak Liriknya
Viral! Lagu 'Bang Jono' Zaskia Gotik Hadir dalam Versi Bahasa Korea Berkat AI
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Manipulasi Gambar Jadi Konten Porno, DPR Dukung Komdigi Blokir Grok AI
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Zentara Rilis Solusi Keamanan Siber Berbasis AI, Perkuat Kemandirian Teknologi Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Bantuan Sembako Selain Uang untuk Membeli Perlengkapan Sekolah
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel