Bekasi Lumpuh Akibat Banjir Terparah Sejak 2020, DPR Desak Adanya Perbaikan Infrastruktur dan Mitigasi Curah Hujan Tinggi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 06 Maret 2025
Bekasi Lumpuh Akibat Banjir Terparah Sejak 2020, DPR Desak Adanya Perbaikan Infrastruktur dan Mitigasi Curah Hujan Tinggi

Foto udara banjir menggenangi Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025) (ANTARA/HO-BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kota Bekasi mengalami salah satu dampak banjir terparah di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.

Delapan dari 12 kecamatan di kota penyangga Jakarta ini terendam air dengan ketinggian bervariasi hingga mengakibatkan lumpuhnya aktivitas perekonomian.

"Ini adalah banjir terparah di Bekasi sejak tahun 2020. Daerah Pondok Gede Permai menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Di Bogor, intensitas hujan tercatat mencapai 232 mm per hari, padahal ambang batas normalnya hanya sekitar 125 hingga 145 mm per hari. Jadi, ini benar-benar bencana besar," ujar Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko dalam keterangannya, Kamis (6/3).

Dalam kunjungannya ke Bekasi, ia menyoroti kurang optimalnya penataan tata ruang dan sistem drainase di sana. Menurutnya, kedua hal tersebut memperparah dampak banjir. "Ke depan, hal-hal ini yang harus diperbaiki untuk meminimalkan dampak banjir," ucap dia.

Terkait kerusakan infrastruktur, Miko mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengenai langkah-langkah ke depan dalam menyelesaikan sodetan Kali Bekasi.

Baca juga:

Dampak Banjir di Babelan Bekasi, Kakorpolairud Polri: Tinggi Air 4 Meter, Rumah Hanya Kelihatan Atapnya

"Pernah saya sampaikan saat rapat bersama Kementerian PU bahwa pentingnya sodetan Kali Bekasi tersebut segera diselesaikan tahap 1 hingga 7, terutama untuk mengurangi banjir besar yang terjadi setiap 5 tahun," tuturnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Bekasi dan Depok ini berharap Wali Kota dan Gubernur segera bersinergi dengan Pemerintah Pusat.

Hal ini juga berkaitan dengan daerah Aglomerasi, di mana banjir mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dan mengganggu tidak hanya Bekasi, tetapi juga wilayah sekitarnya, termasuk Jakarta. "Jika titik banjir dapat dikurangi, perekonomian dapat segera pulih," tutup politisi dari Fraksi PKB ini.

Pemerintah diharap terus melakukan upaya mitigasi terkait curah hujan yang tinggi. Salah satunya adalah dengan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga:

Detasemen Perintis Polri Bantu Evakuasi hingga Beri Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi dan Depok

"Alhamdulillah, BMKG, BNPB, dan Kementerian PMK akan melaksanakan modifikasi cuaca selama 12 hari ke depan. Mudah-mudahan hujan dapat dipercepat dan dialihkan ke wilayah Laut Jawa, sehingga curah hujan di Jabodetabek dapat berkurang dan mengurangi risiko banjir susulan," tambahnya.

Hingga saat ini, ribuan warga masih mengungsi di berbagai titik posko darurat. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi harus menjadi prioritas.

"Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya menyalurkan bantuan serta mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang di wilayah Bekasi," pungkasnya.

#Banjir #Banjir Bekasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Bagikan